SULAIMAN Weblog

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Posted by: sulaiman on: Juli 14, 2008

6.    Cemburu dalam perspektif cinta pada Tuhan    

       Perasaan cinta sejalan dengan perasaan cemburu, karena cemburu adalah tanda adanya cinta. Perasaan cemburu menimbulkan iri hati dan sakit hati,  yang dapat menimbulkan kemarahan dan permusuhan. Walaupun perasaan cinta telah dibina dengan dasar saling pengertian dalam suatu rumah tangga, tetapi tidak menjamin berkurangnya perasaan cemburu.

Sebaliknya orang yang tidak memiliki perasaan cemburu adalah orang yang lemah, tidak akan bisa menjaga kehormatan dan kemuliaan keluarganya, dan bahkan tidak akan bisa masuk surga (H.R. Muslim)

Cinta kepada ‘Tuhan Yang Maha Tinggi’ tidak pernah ada cemburu sedikitpun, dan sama sekali tidak pernah menimbulkan sakit hati (walaupun semua manusia mencintaiNya), maka tentu tidak akan jadi pendendam, tidak pernah berduka cita karena tidak ada kekhawatiran dan kecemasan sedikitpun baginya.

Sebaliknya bagi orang yang mengabaikan hati nuraninya, seringkali perasaan cemburunya lebih besar dari perasaan cintanya, dan perasaan sakit hatinya lebih besar lagi, jika pamrihnya terhadap sesuatu tidak didapatinya, maka dia akan mudah stress.

 

7.         Takut dalam perspektif cinta pada Tuhan

            Perasaan cinta sejalan dengan perasaan takut; siapapun yang mencintai seseorang, takut kekasihnya diambil orang; siapapun yang mencintai harta, takut hartanya dicuri orang; siapapun yang mencintai jabatan, takut jabatannya digeser orang; siapapun yang mencintai ketenaran, takut ketenarannya pudar dan digantikan oleh orang; siapapun yang mencintai kekuasaan, takut kekuasaannya dikudeta orang; dan demikian seterusnya.

            Seseorang yang mencintai ‘Tuhan Yang Maha Tinggi’ (yang tiada yang lebih tinggi dariNya dan tiada yang sama derajatnya dengan Nya) tidak merasa takut apapun, karena dia juga tidak mencintai selainNya. Orang itu tidak takut hidup miskin, susah, sengsara dan menderita, karena semua ujian dan cobaan akan dilaluinya dengan sabar, tabah, ridlo dan tawakkal, sebaliknya jika mendapat nikmat apapun dia selalu bersyukur kepadaNya.

Dia hanya takut dibenci dan dimurkai oleh Tuhannya, oleh karena itu : pertama dia selalu taat, menghindari maksiat dan cepat bertobat; kedua dia lebih memilih firman Tuhannya dari pada perkataan manusia, agar selalu mengikuti petunjuknya; ketiga dia lebih menghargai orang-orang yang dicintai olehTuhannya dari pada orang-orang yang dibenci atau dimurkai oleh Nya.

Dan ‘Tuhan Yang Maha Mengetahui’ menghilangkan perasaan takut dan perasaan duka cita dari hati orang yang mencintaiNya (Q.S. 2:38, Q.S. 7:35)

  

 

8.         Lupa dalam perspektif cinta pada Tuhan

            Cinta dapat membuat seseorang lupa diri dan lupa malu. Ada suatu kejadian, seorang ibu sedang mandi di kamar mandi, rumahnya kebakaran, dia teringat anaknya yang sedang tidur, lalu dia berlari menggendong, menolong dan menyelamatkan anaknya dari kobaran api, setelah sampai di luar rumah beberapa saat, dalam kerumunan orang banyak dia baru sadar bahwa dia lupa tidak berpakaian.

            Demikian pula gambaran orang yang hanya mencintai dirinya sendiri, apa saja yang dianggap dapat menjatuhkan martabatnya, harga dirinya, gengsinya atau nama baiknya, dia langsung sibuk “menyerang”, karena dia hanya berfikir untuk bersikeras menolong dan menyelamatkan dirinya, bahkan sampai lupa untuk memperbaiki diri, walaupun sudah diingatkan oleh orang-orang sekitarnya.

            Cintai kepada ‘Tuhan Yang Maha Benar’ dapat membuat seseorang lupa diri dan lupa namanya sendiri, ini terjadi pada Al Hallaj ketika ditanya : “ Siapa engkau?” dia menjawab : ”Aku adalah Tuhan Yang Maha Benar” (Ana Al Haq). Juga dapat membuat lupa akan rasa sakit dan perih pada anggota tubuh, ini terjadi pada Umar bin Khottoh RA., ketika sedang sholat anak panah yang tertancap di tubuhnya dicabut, dia tidak merasakan apa-apa. Juga dapat membuat lupa diri dan lupa malu, ini terjadi ketika Dzun-Nun Al Misri memasuki Masjidil Haram, dia melihat seorang pemuda telanjang, dia bertanya :”Siapa engkau hai anak muda?” Dia menjawab: “Aku adalah pengembara yang sedang rindu”, tahulah dia bahwa pemuda ini sedang sangat rindu kepada Tuhannya, lalu dia menutupi tubuh pemuda itu dengan pakaiannya, sampai menemui ajalnya, demikianlah awal dari cinta dan  diakhiri bertemu dengan yang dirindukannya.

 

9.         Rindu dalam perspektif cinta kepada Tuhan

Perasaan cinta sejalan dengan perasaan rindu, seseorang yang terhanyut oleh gelombang cinta, pada waktu bersamaan dia tenggelam dalam lautan kerinduan, tandanya : pertama pikiran dan perasaannya hanya tertuju kepada yang dicintai; kedua hilang rasa ngantuknya, sehingga tidurnya terganggu atau gelisah tidak bisa tidur; ketiga hilangnya selera makan walaupun terhidang masakan yang lezat; keempat jika tidak bertemu dengan yang dicintai atau berpisah dengan yang dicintai, maka badannnya semakin kurus, mukanya jadi pucat, suhu badannya naik dan jadi sakit.

Ada suatu kejadian, seorang bayi selalu dirawat oleh pembantunya/baby sitternya, ketika pembantunya pulang kampung (berpisah), maka bayi tersebut, tidurnya gelisah, tidak mau makan, mukanya pucat,  panas badannya meninggi dan menjadi sakit. Hal ini menunjukkan bayi tersebut sedang merindukan perawatnya.

Kerinduan dapat membuat seseorang menjadi budak bagi yang dicintai, dan dapat membuat seseorang menghamburkan kekayaan dan harta bendanya demi yang dicintainya.

Ada suatu kejadian, Zulaikha yang masih berstatus isteri orang, menghambur-hamburkan harta benda suaminya, demi yang dicintainya yaitu pembantunya sendiri, yang tak lain seorang pemuda sangat ganteng, yang dikagumi semua wanita, bernama : Yusuf AS.

Ada beberapa kejadian, seorang sahabat nabi beribadah terus pada malam hari dari magrib sampai subuh dia sholat tiada henti, berhari-hari, berbulan-bulan tidak tidur, dan tanpa merasa ngantuk sedikitpun. Sahabat yang lain dia berpuasa siang hari, dilanjutkan berpuasa malam hari, dilanjutkan lagi siang hari, sehingga terus menerus berpuasa, berhari-hari, berpuasa tanpa berbuka dan tanpa merasa lapar sedikitpun. Sahabat yang lain lagi merasa kurang dalam mengabdi kepada Tuhannya, dan dia tidak nikah, dan jadi perjaka tua karena ingin beribadah terus sepanjang hidupnya. Nabi bersabda, saya sholat malam tapi saya tidur, saya berpuasa tapi saya berbuka pada waktu magrib, dan beribadah sepanjang hidup saya tapi saya nikah dan berkeluarga. Tentu yang benar adalah mengikuti pola hidup nabi sebagai contoh teladan yang terbaik (Q.S. 33:21)

Kerinduan yang sangat mendalam dan sangat mencekam, dapat menyebabkan terjadinya kekeliruan persepsi, misalnya pada kasus sepasang kekasih yang melakukan bunuh diri bersama, karena mereka tidak mau terpisahkan oleh siapapun; atau penyebaran ajaran yang lebih menekankan kerinduan pada Tuhan, sehingga mereka melakukan bunuh diri secara massal. Sebab terjadinya  kekeliruan persepsi ini adalah didorong oleh perasaan cinta yang sangat menggebu-gebu dengan mengabaikan hati nurani. Padahal Tuhan melarang bunuh diri, dan melarang berputus asa dari rahmatNya dan kasih sayangNya (Q.S. 12:87 )

 

 

 

6 Tanggapan ke "CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)"

subhanaallah, Memang terlalu berlebihan tidak baik. Yang baik adalah menjaga keseimbangan antara EQ dan SQ yang ditunjang IQ sehingga memiliki AQ nya bagus.

Assalamualaikum Wr Wb, Pak Sulaeman saya senang masuk ke blog ini, karena hawanya sejuk, adem! Promosikan dong agar banyak tamunya! Wass. Ww.

Assallammualaiku Pak Leman,

Pak Leman, ini tulisan yang baik dan berkah pak, karena dengan membaca pak sulaiman saya merasa diingatkan lagi hal hal yang selalu kita hadapi sehari hari kadang kita lupa bersyukur ataupun meningkatkan ibadah kita kepada Alloh. Sehingga dengan siraman rokani yg dituliskan oleh pak leman semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang selamat dunia dan akhirat.Amin…

wass,
erko

Atas anjuran, dorongan dan dukungan Kabadan sampai terbitnya Blog ini, saya bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Kabadan

Artikel yang menarik. fotonya mirip foto anak saya ya pak. Boleh tau fotonya didapatkan dari mana?

@Yoyan, fotonya saya ambil dari google, yang menggambarkan ketulusan hati seorang anak, ya mungkin anak bapak dhylla. maaf saya copy dan belum izin bapak.

Tinggalkan Balasan

 

Juli 2008
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

sudah

  • 8,137 orang