SULAIMAN Weblog

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANCASILA : SUATU TINJAUAN

Posted on: November 3, 2008


Pancasila sudah lengkap dan final, susunan redaksinya sudah baku, kelima silanya merupakan satu kesatuan yang utuh dan menjadi asas dalam penyelenggaraan pemerintahan, maka bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya, bila meninggalkan atau tidak mengamalkan Pancasila. Bagaimana menyelenggarakan pemerintahan yang berdaulat menurut Pancasila, berikut akan dibahas : (1) berdasarkan kedaulatan tuhan, dan (2) berdasarkan kedaulatan rakyat.

           

1.         Berdasarkan Kedaulatan Tuhan

 

            Melihat sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” maka peninjauan susunan redaksi kalimat kedaulatan lebih cocok dengan “kedaulatan tuhan”, tetapi pengertiannya sangat jauh berbeda dengan isi dan makna dari Pancasila itu sendiri, yakni :

 

a.         Indonesia akan menganut paham Teokrasi, yang beranalogi dengan ajaran bahwa “raja adalah titisan dewa”, sebagaimana yang pernah terjadi pada masa Romawi Kuno dan Persia. Akibatnya penguasa tidak bertanggung jawab kepada rakyat, tapi bertanggung jawab kepada tuhan. Bagaimana mengukur pertanggungjawaban kepada tuhan, sedangkan yang menanggung akibat dari penyelenggaraan pemerintahan adalah rakyat.

 

b.         Terjadi kultus individu, padahal pejabat dimanapun sama, sebagai manusia biasa. Tidak mungkin setelah jadi pejabat secara otomatis berubah derajatnya jadi wali, nabi, dewa, pendeta atau rahib. Untuk apa pejabat minta dikultuskan? Mengapa calon pejabat yang dikultuskan umumnya dipilih oleh rakyat, ada apa dengan masyarakat Indonesia?

 

c.         Terjadi jabatan disakralkan, padahal jabatan apapun adalah pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Jabatan tidak sakral dan tidak suci, lalu apa kriteria sakral dan suci untuk semua jabatan? Sebenarnya yang suci adalah hati kita dan agama kita. Kalau hati kita kotor dan jahat dan meninggalkan ajaran agama, maka penyelenggaraan pekerjaan apapun akan kotor dan jahat. Untuk apa jabatan minta disakralkan? Untuk apa jabatan disombongkan dan diagungkan?

 

d.         Pola hablum minannas (hubungan horizontal sesama manusia) menjadi hilang, yang ada hanyalah pola bablum minllah (hubungan vertical kepada tuhan). Pola yang tidak lengkap dan timpang seperti ini akan mengakibatkan kehinaan baik bagi diri pejabat itu sendiri maupun bagi rakyat dan masyarakatnya.*

 

2.         Berdasarkan Kedaulatan Rakyat.

 

Kedaulatan rakyat tentu sejalan dengan Pancasila, sebagai perwujudan dari kedaulatan tuhan, atau lebih jelasnya sebagai upaya untuk merealisasikan kedaulatan tuhan secara nyata di bumi Indonesia, yang meliputi :

 

a.         Bertanggung jawab kepada rakyat terlebih dahulu, baru kemudian bertanggung jawab kepada tuhan di akhirat. Maka selagi masih hidup penguasa sebagai pelayan masyarakat umum, harus mementingkan rakyat banyak terlebih dahulu. Sikap pemimpin yang tidak mau berbuat sewenang-wenang dan bertanggung jawab kepada rakyat, telah dicontohkan oleh Nabi SAW pada haji wada’, beliau berpidato di muka khalayak ramai :”Pada hari ini, siapa yang teraniaya oleh saya, hendaklah ia membalas. Siapa yang pernah dipukul, hendaklah ia memukul saya. Siapa yang pernah diambil hartanya, hendaklah ia mengambil kembali hartanya”.  Ini bukti penguasa yang bertanggung jawab kepada rakyatnya. Adakah pemimpin yang bersikap demikian, selain Nabi SAW.?

 

b.         Menganiaya rakyat berarti menganiaya Allah dan rasulnya, nabi bersabda: ”Barang siapa menganiaya orang kafir atau orang yang berlainan agama dan yang tidak berlaku jahat serta harus dilindungi, berarti telah menganiaya aku”.

 

c.         Menindas rakyat berarti melanggar hukum Tuhan, melanggar hukum Tuhan berarti melanggar kedaulatan Tuhan, dan pasti akan diadili oleh Tuhan di akhirat. Maka tidak akan ada kediktatoran atas nama agama, tidak ada kezaliman atau kesewenang-wenangan dengan pembenaran agama, serta tidak ada pelanggaran hak asasi manusia dengan kedok agama.

 

d.         Menyelenggarakan musyawarah bersama-sama seluruh rakyat dengan adil dan bijaksana, sehingga rakyat dipimpin oleh kebijaksanaan. Semuanya diselenggarakan dengan bermusyawarah dan setelah bermufakat dilaksanakan untuk menciptakan keadilan sosial, dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara di Indonesia.

 

e.         Pemerintah yang menyeleggarakan kedaulatan rakyat akan lebih mampu dalam mengimplementasikan nilai-nilai yang hidup di tengah rakyatnya, seperti tidak akan ada konsensus  terhadap hal-hal universal yang dianggap jelek, sehingga pemerintah tidak pernah meninabobokan rakyatnya dengan symbol-simbol formal dan aksesoris keagamaan yang digunakan sebagai kedok untuk menutupi kebobrokan.

 

f.          Pemerintah yang menyelenggarakan kedaulatan rakyat akan lebih mampu menegakkan demokrasi dalam semua segi kehidupan masyarakatnya dan akan lebih mampu dalam upaya penegakan keadilan.

 

Semoga kita semua dapat mengamalkan Pancasila secara lengkap…

 

*(Q.S. 3: 112)

About these ads

5 Tanggapan to "PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANCASILA : SUATU TINJAUAN"

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 5, Number 268
Diceriterakan Qatada:
Anas bin Malik berkata, “Sang Nabi sering mengunjungi semua istri-istrinya,
pada siang dan malam hari dan keseluruhannya berjumlah 11 orang.” Saya bertanya
kepada Anas, Apakah Nabi memiliki kekuatan untuk itu?” Anas menjawab, “Kita
menyembutkan bahwa sang Nabi diberikan kekuatan setara dengan 30 (pria)
.”
Dan Sa’id berkata pada penguasa dari Qatada bahwa Anas mengatakan kepadanya
9 istri saja (bukan sebelas).

Ass.Wr.Wb. Sy setuju ustadz tapi masih agak bingung… Jadi yg paling bagus yg mana ustadz kan baik belum tentu benar….

Pola kultus individu dan mensakralkan jabatan, mungkin sampai tingkat kepala desa. buktinya pemilihan tingkat daerah lebih ricuh. apakah pelaksanaan pemerintahan tingkat daerah berdasarkan kedaulatan rakyat dengan mengamalkan pancasila secara lengkap. semoga demikian …

@ ajaran, topik : pemerintahan menurut Pancasila, tapi kenapa komentarnya kehidupan pribadi nabi, enggak nyambung nih!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 87,263 orang
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: