SULAIMAN Weblog

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran : Sebuah Doa

Posted by: sulaiman on: Desember 9, 2008

    kabah1

    Ketika kholifah Makmun Al Rasyid berthowaf pada musim haji tahun 829 atau tahun 214 Hijriah, dia dengan khusyu’ selalu berdoa dan membaca ayat-ayat suci. Tanpa disadarinya bahwa tepat di belakangnya ada seorang laki-laki yang terus mengikutinya sambil membaca sebuah doa berulang-ulang, yakni : “Ya Allah perbaikilah keadaan dunia melalui tangan kholifah ini.”

    Tentu saja para pengawal menjadi tegang dan selalu mengawasi gerak-gerik laki-laki tersebut dengan penuh kesiagaan, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri kholifah. Para pengawal tidak mengusiknya dan tidak mengusirnya. Para pengawal tidak mau mengganggu orang yang sedang beribadah dengan alasan apapun, karena beribadah adalah hak asasi manusia. (sikap pengawal yang patut dijadikan teladan oleh para pengawal di seluruh dunia).

    Setelah kholifah berthowaf tujuh kali lalu berhenti, tapi laki-laki itu melanjutkan thowafnya bergabung dengan jamaah lain, seolah menghilang diantara jutaan jamaah yang sedang berthowaf. Para penjaga merasa lega karena tidak terjadi apa-apa pada diri kholifah.

    Pada kejadian sepintas tersebut, tak banyak menarik perhatian orang, tetapi dapat diambil beberapa pelajaran :

1.    Laki-laki itu bukan dari keluarga istana, dia benar-benar orang asing yang tidak dikenal. Biasanya orang asing tidak mau mendoakan seorang pejabat tinggi, jadi dia tidak seperti kebanyakan orang.

2.    Selama berthowaf di belakang kholifah dia berusaha menutupi mukanya dengan mengangkat kedua tangannya, dan setelah selesai dia langsung menghilang dikerumunan orang banyak. Jadi dia memang tidak mau dikenal dan tidak mau terkenal. Biasanya orang yang mendekati pejabat karena ingin terkenal atau karena ada maksud/kepentingan tertetu. Dia sama sekali tidak ada maksud adapun.

3.    Dia berdoa di tempat yang mustajab dan di waktu yang mustajab. Maka hendaklah kita berdoa ditempat yang suci, jangan berdoa di tempat lain walau kelihatannya bersih, berdoa sebaiknya di masjid, jangan berdoa di kamar mandi.

4.    Dia berdoa bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, tapi untuk memperbaiki dunia, untuk kebaikan urusan orang banyak/rakyat banyak. Kebanyakan orang hanya mendoakan dirinya sendiri atau mendoakan kelompoknya saja. (walaupun diperbolehkan, tapi sepertinya sangat egois sekali).  Bukankan berdoa untuk kepentingan orang banyak adalah lebih baik, dari pada hanya mendoakan diri sendiri?  Bukankah redaksi doa sapu jagat  adalah meminta kebaikan kepada kami di dunia dan di akhirat, bukan hanya kepada diri saya sendiri?

5.    Perhatikan redaksi doa laki-laki tersebut : “melalui tangan kholifah” maka kita dapat menarik beberapa kesimpulan :

a.    Dia mendoakan kholifah untuk kepentingan orang banyak, berarti rasa sayangnya kepada kholifah bersifat ruhaniyah. Oleh karena itu rasa sayangnya jauh lebih besar dari rasa sayang para penjaganya yang bersifat jasmaniah.

b.    Dia tidak berdoa “melalui hati kholifah”, walaupun yang menggerakkan seluruh anggota tubuh adalah hati, kalau tidak ada kemauan, tidak ada WILL pekerjaan sekecil apapun tidak akan terlaksana. Tetapi jika kekuasaan “dimasukkan kedalam hati” dan kekuasaan menjadi didamba-dambakan, maka kemungkinan penyelenggaraan pemerintahan dan kenegaraan menjadi semakin semrawut dan pelayanan umum akan semakin buruk.

c.    Dia tidak berdoa “melalui pikiran kholifah”, walau kepandaian lebih memungkinkan untuk sukses. Tetapi jika akal pikiran diagung-agungkan, maka dia akan memperlakukan semua bawahannya seperti mesin dan tidak menerima alasan yang kurang rasional, sehingga bawahannya menjadi down/stres. Jika ditemui kesalahan dalam suatu urusan, maka akan membuatnya sedih atau mungkin berputus asa. Rencana sematang apapun jika para pelaksananya sedang down/stres bisa berakibat kegagalan, demikian pula program sehebat apapun jika banyak korupsi, bisa terhambat pelaksanaannya.

d.    “Tangan” mempunyai pengertian lain yakni kekuatan dan atau prestasi. Jadi pengertian “melalui tangan” tidak cukup diterjemahkan “ora et labora”.  Maka maksud laki-laki misterius adalah : mendoakan kholifah agar doa kholifat mustajab (saat itu kholifah sedang mengangkat tangan mendoakan orang banyak), agar kholifah diberi kekuatan untuk selalu beribadah setiap saat, dan agar kerja keras kholifah benar-benar berprestasi sehingga keadaan rakyat banyak semakin baik.

    Hendaklah semua jamaah haji dan umroh, jika ada pejabat bersamanya, mengamalkan doa laki-laki misterius tersebut, dengan hati yang khusyu’ , agar keadaan di Indonesia semakin baik. Dan nantinya akan ditiru oleh jamaah haji negara lain, sehingga keadaan seluruh dunia akan semakin baik.

اَللّهُمَّ اَصْلِحِ الدُّنْيَا بِيَدَيْ هَذَا الْخَلِيْفَة

2 Tanggapan ke "Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran : Sebuah Doa"

Alhamdulillah, blog ini salah satu blog yang masih aktif, sementara banyak blog lain yang sudah sekarat….. Mari kita gunakan tangan kita untuk mengerjakan sesuatu yang baik, sekecil apa pun, agar Indonesia yang kita cintai ini menjadi lebih baik !

Tinggalkan Balasan

 

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

sudah

  • 8,137 orang