Posted by: sulaiman on: Januari 1, 2009

Pada tanggal 23 Desember 2008 jam 08.00 WIB telah berlangsung pernikahan seorang kiai, yakni Kiai Muhammad Romli dengan Siti Rosyidah di desa Nusa Wangi Kecamatan Cisayong Tasikmalaya.
Bapak kandung mempelai wanita, haji Ana Rohaedi sedang menderita sakit stroke, maka ketika berlangsungnya acara akad nikah diwakilkan oleh Kiai Jaja Jaenudin Ketua MUI kecamatan Cisayong Tasikmalaya.

Pimpinan acara pernikahan Kiai Subhan Nawawi anggota yayasan dan salah seorang Pembina Pesantren “Nurul Falah”, pembaca acara Kiai Taufik Arif Pembina Pondok Pesantren “Al Manshuriyyah” desa Cibodas kecamatan Cisayong, sambutan penyerahan dari pihak mempelai pria disampaikan oleh Ustad Kusmana Pembina Madrasah “As Sa’adah” desa Patrol Garut, sambutan penerimaan disampaikan oleh Kiai Asof Sofiudin Caleg nomor satu Partai Persatuan Pembangunan Tasikmalaya,
Nasehat perkawinan disampaikan oleh “
1. Kiai Habibullah, pengasuh Pondok Pesantren “Darul Ulum” Ciamis.
2. Ustadzah Daliah Mutiara, pengasuh Pondok Pesantren “Muftahul Huda” Manonjaya, Tasikmalaya.
3. Kiai Zainul Musthofa, pengasuh Pondok Pesantren “Al Mubarok” desa Nusawangi, Tasikmalaya.
4. Kiai Jujun Junaedi dari Bandung, pengasuh Pondok Pesantren “Al Jauhariy” Garut.
Kiai Muhammad Romli adalah salah seorang pengasuh Pondok Pesantren “Nurul Falah” yang merupakan anak kelima (bungsu) dan satu-satunya anak laki-laki pada pasangan bapaknya Ustad Abdul Majid dengan ibunya Khumaeroh. Dan dia sudah tiga tahun menjadi pembimbing jamaah ziarah ketempat-tempat penziarahan di pulau jawa dan madura.
Bapaknya Ustad Abdul Majid almarhum, berasal dari Ciamis, telah meninggal tanggal 11 November 2007 dalam usia 74 tahun, dikenal seorang yang hafal al Qur’an dan sangat mahir dalam ilmu membaca al Qur’an (tajwid) di pesantren “Nurul Falah”, masyarakat sekitat Nusawangi merasa sangat kehilangan atas kepergiannya kerahmatullah.
Adapun Pondok Pesantren ini telah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda, dengan pengasuh Kiai Dawami, pada masa pemberontakan DI/TII pesantren ini dibakar dan hancur leburkan oleh DI/TII sehingga seluruh santrinya yang berjumlah puluhan ribu orang kabur dan diliburkan, sebabnya karena doktrin ajaran DI/TII dibantah oleh kiai Dawani, sebab tidak sesuai dengan ajaran pesantren yang salafi, sampai sekarang pesantren ini menganut metode salafi yang tradisional dan mengajarkan kitab kuning. (Sungguh DI/TII sangat memalukan dan tindakannya bertentangan dengan ajaran islam, mengaku islam tapi menghancurkan pesantren)
Kiai Muhammad Romli adalah salah seorang pembina dan pengajar di Pondok Pesantren Nurul Falah, telah menuntut ilmu agama di beberapa pondok pesantren, antara lain : Nurul Falah 10 tahun, Al Mubarok 2,5 tahun, Darul Ulum, Petir hilir Ciamis 4 tahun, Al Wardayana, Warudoyong Sukabumi 1 tahun, Pesantren Cibenter Banjar Ciamis 2 tahun, Miftahul Huda Utsmani Cijulang 1 bulan, Miftahul Huda Manonjaya 1 bulan. Ketika sedang belajar banyak kiai yang menilainya, berakhlak baik, sopan santun, ramah, dan bertanggung jawab, sehingga banyak yang ingin mengangkatnya menjadi menantunya, tetapi pilihan Tuhan Yang Maha Esa yang terlaksana. Dan kiai Muhammad Romli tidak pernah perpacaran, pertemuannya dengan calon isterinya karena diperkenalkan oleh tokoh masyarakat desa Nusawangi.
Pasangan pengantin ini merupakan pasanga ideal yang serasi, karena :
1. Pengantin prianya ganteng dan pengantin wanitanya cantik.
2. Keduanya berusia muda, dan perbedaannya tidak terlalu jauh, pengantin pria berumur 27 tahun dan pengantin wanitanya berumur 21 tahun.
3. Keduanya memiliki dasar agama yang cukup kuat, dan keduanya adalah santri sejak kecil.
4. Perkawinan ini mendapat dukungan seluruh penduduk desa, mereka bergembira karena kiainya mendapatkan jodoh yang sesuai, maka kebahagiaan kedua mempelai menjadi kebahagiaan seluruh penduduk desa. (jarang pernikahan yang mendapat dukungan seluruh warga desa)
5. Seluruh upacara perkawinan diatur oleh para kiai dan dihadiri oleh sebagian besar kiai dari daerah Tasikmalaya. (jarang perkawinan yang direstui dan diatur oleh para kiai)
Pelajaran yang dapat kita petik dari pernikahan ini, ialah :
1. Setelah selesai akad nikah, pengantik pria memegang ubun-ubun pengantik wanita sambil membaca doa :
اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَ خَيْرَما فِيْهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَا وَ شَرِّ مَا فِيْهَا
“Ya Alloh aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang tersimpan padanya, dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan yang tersimpat padanya.”
2. Mengamalkan sebuah doa yang dibaca setiap selesai sholat wajib lima waktu selama 40 hari 40 malam :
اَللّهُمَّ اَلِّفْ بَيْنَنَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ آدَمْ وَ حَوَاء وَ كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ يُوْسُفَ وَ زُلَيْخَى وَ كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ مُحَمَّد وَ خَدِيْجَة الْكُبْرَى
“Ya Alloh rukunkanlah kami sebagaimana engkau telah merukunkan Nabi Adam dengan Siti Hawa, Nabi Yusuf dengan Zulakha, Nabi Muhammad dengan Siti Khodijah Al Kubro.”
Doa ini dibaca ketika suami merasa rasa cinta dan sayangnya kepada isterinya mulai berkurang, demikian pula isterinya membacanya.
Kiai Muhammad Romli dalam pembinaan manusia sempurna telah melaksanakan tiga tahap sekaligus, yakni :
1. Membina menjadi pribadi yang baik, berakhlak baik, bermoral, berbudi pekerti, sopan, ramah tamah dan bertanggung jawab. (ini mulai dari yang masih bujangan)
2. Membina keluarga yang bahagia. (kalau belum berkeluarga berarti belum sempurna)
3. Membina masyarakat yang sejahtera sesuai dengan bidangnya. (kalau kiai selalu mengajarkan agama kepada santrinya, jamaahnya dan masyarakatnya.
Kalau pribadinya belum sempurna (apalagi tidak membina pesantren) tidak bisa dikatakan kiai. Orang yang hanya pandai berdebat masalah agama tapi tidak pandai mengamalkan agama tidak patut diikuti, karena akan mendatangkan kesengsaraan dunia akhirat. Siapa yang akan mengikuti jejak kiai Muhammad Romli? Di jaman modern jumlah kiai salaf semakin berkurang?
Penulis Yth.
Menurut saya, untuk berbuat baik dan benar sesuai dengan perintah ALLA bukanlah harus menjadi seorang panutan secara kharismatik physic, tetapi adalah dengan menjaga perbuatan dan perilaku terhadap sesama manusia di hadapan ALLAH sesuai dengan firmanNYA.
http://wisata2day.blogspot.com
Hmm..dapat ilmunya juga nich.Selamat dan semoga dapat menjadi panutan yang baik di masyarakat pak haji.salam
iya saya juga tau ,sayakan tetangganya.
saya teman secobonk dg m romli ketika di miftahul huda sy mgnl beliau sosok yg santun dan tidak sombong bahkan jika sy brtmu dg beliau nmasih sm sprti dulu tidak brubah bahkan saya tema dg adik ipar m romli yg tak lain ialah adik istrinya ia bernama mumu mubarok
Assalamu’alaikum….
Wah bagus-bagus sobat artikelnya, terimakasih ya sudah mampir ke rumah maya saya, salam hangat balik dari saya. Jadi banyak belajar nih………………
Januari 3, 2009 pada 5:37 pm
Semoga akan banyak yang mengikuti jejak Muhammad Romli, dan semoga Allah Swt memberikan yang terbaik kepada pasangan pengantin baru ini. Amiin.