Posted by: sulaiman on: Agustus 16, 2009
Seluruh rakyat telah berjuang dengan segenap jiwa raga, darah, tenaga dan pikiran dan harta benda, untuk merebut kemerdekaan ini, maka siapa lagi yang bercita-cita memiliki negara merdeka, kalau bukan seluruh rakyat pernah merasakan dijajah seperti rakyat Indonesia ?
Seluruh orang yang telah merasakan pahit getirnya dijajah, lalu merasakan seperasaan, senasib, dan sepenanggungan, maka wajarkah mereka mengadakan pertemuan seperti Konferensi Asia Afrika tanggal 19 April 1955 di Bandung, Jawa Barat, Indonesia? Tapi sekarang mengapa cita-cita Konferensi Asia Afrika, terasa padam dan tidak terekspresikan lagi?
Seluruh rakyat Indonesia telah berjuang dari nol besar, dari modal dengkul, dari senjata bambu runcing, dan yang lain dengan seadanya, wajarkah kegembiraan rakyat yang meluap-luap? Bagaimana mungkin rakyat Indonesia yang miskin hanya bersenjata bambu runcing saat itu dapat menang melawan penjajahan? Maka siapa lagi yang berhak untuk bergembira dan bersuka-ria pada hari kemerdekaan ini, kalau bukan seluruh rakyat Indonesia?
Semua pesta kemerdekaan dan berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh seluruh rakyat di seluruh pelosok negeri ini, adalah ungkapan kegembiraan karena telah merdeka, yang juga berisi semangat untuk mengisi kemerdekaan ini menurut seluruh rakyat. Apakah peringatan HUT RI hanya cukup dengan mengadakan upacara tujuhbelasan di depan Istana Presiden?
Sungguh, siapa lagi yang merindukan “masa depan Indonesia yang cerah” kalau bukan seluruh rakyat Indonesia? Tapi mengapa pada hari ini, “potret masa depan Indonesia” terlihat suram dan carut-marut ?
Setelah seluruh rakyat bersatu dalam negara Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, mengapa muncul perpecahan? Mengapa muncul kelompok-kelompok yang ingin memisahkan diri dan ingin mendirikan negara masing-masing menurut versi kelompoknya? Mengapa muncul “Cita-cita Indonesia Serikat” yang tidak sesuai dengan cita-cita rakyat banyak yakni “Cita-cita Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia”. Anehnya, mengapa semuanya muncul bukan sebelum tahun 1945?
Warna buram potret masa depan Indonesia ditandai dengan adanya krisis multi dimensional yang berkepanjangan. Maka gambaran skenario terburuknya adalah Indonesia mengalami kemunduran dalam segala bidang, dan upaya mengisi kemerdekaan dimulai dari nol besar, dari modal dengkul, atau bahkan dari jaman batu.
Warna carut-marut potret masa depan Indonesia ditandai dengan adanya kelompok teroris yang selalu harus darah, yang katanya selalu ingin membunuh kelompok lain yang tidak sesuai dengan versi kelompok mereka, dengan berbagai sasaran untuk menteror dan menakut-nakuti siapa saja, serta dengan metode yang selalu berkembang, sampai metode bom bunuh diri.
Jangan mengharapkan adanya perubahan keadaan Indonesia dalam waktu singkat, siapapun presidennya tidak akan mampu merubah keadaan dalam waktu sehari, kiranya potret masa depan tidak akan berubah, kalau semua pejabat, seluruh aparatur pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia tidak bekerjasama dan bersatu untuk mengatasi permasalahan :
- Memudarnya cita-cita kemerdekaan, yang berisi cita-cita persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia. Contohnya : Bila otonomi daerah dimanfaatkan bukan untuk kepentingan nasional dengan mengangkat pejabat dari daerahnya saja dan memutasikan pejabat yang bukan dari daerahnya. Bila tidak dilaksanakannya pola-pola persatuan bangsa dengan terdapatnya partai lokal yang hanya mementingkan kepentingan lokal/daerahnya saja, dan lain-lain (semuanya berarti telah menyalahi cita-cita ini)
- Memudarnya semangat kebangsaan, rasa nasionalisme, dan ada kecenderungan berkembang ke arah minus, atau berkembangnya rasa nasionalisme sempit. (bukankah anggota teroris yang mengaku warga negara Indonesia rasa nasionalismenya sangat sempit?)
- Berkembangnya kelompok teroris yang bersifat tertutup di masyarakat, sehingga masyarakat sendiri tidak mengetahuinya secara pasti perkembagan mereka. (jika mereka mengaku dari suatu agama, mereka bukanlah penganut dan pengamal agama yang taat, dan karena pemahaman agama yang salah, mereka telah berubah menjadi pembunuh berdarah dingin)
- Berkembangnya budaya yang bersifat destruktif yang ditandai oleh :
(1) Adanya kecenderungan rasa malas untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan nasional, berdampak terhadap rendahnya pelayanan kepada masyarakat dalam semua bidang. (tapi bersemangat untuk kepentingan pribadi)
(2) Adanya kecenderungan “miskin ide” dan “miskin kreatifitas” yang berskala nasional, tapi “kaya ide dan kaya kreatifitas” yang berskala pribadi, berskala daerah, berskala golongan, dan berskala kelompok; bahkan orang-orang yang mempunyai ide yang berskala nasional, dimusuhi, diolok-olok, dijelekkan nama baiknya atau dicari-cari kesalahannya. (mungkin penulis termasuk yang miskin ide)
(3) Adanya kecenderungan untuk “ikut merasakan” kemajuan usaha ekonomi, contohnya : Bila koperasi di suatu daerah mengalami kemajuan dengan keuntungan besar (apalagi bila keuntungannya mencapai milyaran atau triliyunan) maka semua pejabat berdatangan dan rajin memberikan banyak ide dan saran, tapi akhirnya meminta “uang bensin” untuk pulang. Tetapi bila koperasi di suatu daerah tidak berkembang, tidak ada saran apapun dari siapapun untuk memajukannya.
(4) Adanya kecenderungan untuk “membisniskan” semua kepentingan masyarakat, dan “mengindustrikan” semua kepentingan masyarakat, yang akhirnya akan menjadi berkurangnya penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, karena manusia telah dianggap seperti mesin, atau seperti kelinci percobaan untuk kepentingan bisnis.
Penutup. Mengapa ada orang-orang yang pesimis tentang masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kalau seluruh pejabat dan seluruh aparatur negara bersatu dan bekerjasama dengan seluruh rakyat mengatasi semua itu, kiranya tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi. – Tidak ada yang tidak mungkin. -
selamat puasa and lam kenal ya ^^
semoga sikap pesimis bisa teratasi buat kemajuan bangsa ini
salam kenal n selamat menunaikan ibadah puasa
Agustus 21, 2009 pada 11:20 am
aji merenung setelah membaca postingan ini,
selamat menjalankan ibadah puasa,
mohon maaf lahir dan batin.
.
mampirlah……