SULAIMAN Weblog

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

Posted by: sulaiman on: Agustus 24, 2009

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo, meresmikan program rintisan pembelajaran berbasis teknologi informatika dan komunikasi (TIK) di tiga SMP Terbuka Perintis

Ketiga SMP Terbuka Perintis berbasis TIK yang diresmikan Mendiknas tersebut adalah SMP Terbuka 55 Tanjung Priuk Jakarta, SMP Terbuka 1 Malang, dan SMP Terbuka Kadanghaur Indramayu

Peresmian pencanangan Program Pembelajaran Berbasik TIK pada SMP Terbuka, di Gedung A, Plaza Depdiknas, Kamis (20/8).  1)

Ini adalah suatu langkah maju yang mulai dirintis oleh pemerintah, akan tetapi untuk mencapai ”Kemandirian yang akan mengantarkan siswa siswi pada daya saing, inovasi, meningkatkan kreativitas”  masih perlu diikuti oleh langkah-langkah berikut  :

1.  Tutorial lengkap sesuai dengan kebutuhan siswa

Dalam upaya menjadikan peserta didik subyek pembelajaran bukan obyek pengajar, pada usia smp harus dipertimbangkan masak-masak, bahwa mereka “sangat mudah meniru” dan “sangat mudah ikut-ikutan”.  Contohnya :  Dalam kasus Tawuran mereka tetap ikut-ikutan, walaupun sudah banyak yang meninggal dunia, tapi tetap terjadi, potensi untuk terjadinya tawuran terdapat pada setiap sekolah, dimana-mana.

Dalam pencarian di alam maya, mereka bisa kesasar kemana-mana, atau malah membuka situs-situs yang tidak mendidik, kemungkinan besar mereka meniru dan ikut-ikutan, oleh karena itu sangat diperlukan adanya tutorial yang lengkap, arahan yang pasti, dan instruksi yang jelas, harus bagaimana, dan harus mengerjakan apa, agar mereka tidak kesasar dan kebutuhan meningkatkan pengetahuan dan berbagai keterampilan dapat terpenuhi.

Perhitungan antara beban pelajaran pada kurikulum, waktu mereka belajar dan dampak negatif dari informasi komunikasi harus dipertimbangkan, monitoring pihak guru atas setiap hasil pekerjaan setiap anak harus diperiksa dengan ketat, tentu mereka harus berfikir orisinil bukan copy-paste, bukan plagiat,  agar tujuan pendidikan tercapai dengan terarah, efektif dan efisien sehingga menjadi pribadi yang mandiri, berinovasi, berdaya saing dan berkreatifitas.

2.  Tersedianya “perpustakaan alam maya” (E-library) terpusat, yang dapat diakses setiap saat

Dalam setiap pelajaran diperlukan adanya referensi dan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pendidikan, yang dapat diakses setiap saat, dan semua ini tentu sangat membantu peserta didik, sehingga dapat belajar lebih mandiri.

Manfaat dari E-library terpusat, antara lain :

a.    Mereka tidak usah membeli buku,yang setiap tahun selalu berubah. Dan hal ini tentu merupakan penghematan biaya pendidikan.

b.   Mereka tidak perlu memimjam buku ke perpustakaan setiap dibutuhkan, tapi cukup mengakses di internet, hal ini tentu menghemat waktu dan tidak ada resiko keterlambatan mengembalikan buku yang dipinjam.

c.    Semua hasil karya siswa, berupa hasil penelitian, penemuan dan lain-lain, dapat dijadikan bahan untuk memperkaya E-library dan dengan adanya E-library terpusat, maka akan mudah memonitor jika adanya plagiat, atau adanya upaya copy-paste.

3.  Kegiatan selingan (ekstra kurikuler) sekaligus sosialisasi.

Menjadikan peserta didik sebagai subyek pembelajaran adalah memperlakukan mereka sebagai manusia, yang memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan, serta memiliki intelek dan berbagai emosi.  Kalau mereka selalu bekutat di depan komputer, tentu mereka  akan mengalami kebosanan dan kejenuhan, maka diperlukan adanya kegiatan selingan, berupa kegiatan ekstra kurikuler yang wajib diikuti, yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, antara lain meliputi :

a.    Adanya kerjasama dengan media televisi, sehingga pada waktu tertentu siswa diwajibkan menonton televisi dari suatu stasiun televisi, yang acaranya sudah diatur sesuai dengan pelajaran yang sedang berjalan.

b.   Adanya kerjasama dengan media radio,  sehingga pada waktu tertentu siswa diwajibkan mendengarkan radio dari suatu stasiun radio, yang acaranya sudah diatur sesuai dengan pelajaran yang sedang berjalan.

c.    Adanya kerjasama dengan bioskop, sehingga pada waktu tertentu siswa diwajibkan untuk menonton di suatu bioskop, yang acaranya sudah diatur sesuai dengan pelajaran yang sedang berjalan.

d.    Adanya kerjasama dengan suatu kelompok masyarakat, sehingga pada waktu tertentu siswa diwajibkan untuk ikut melaksanakan praktek kerja lapangan, dan berbaur dengan masyarakat, untuk menanamkan jiwa sosial dan melatih kemampun bersosialisasi pada tiap individu, sebab umumnya mereka yang berkutet dengan di depan komputer kurang bersosialisasi.

e.    Adanya kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, seperti museum, tempat-tempat napak tilas, atau meninjau peninggalan-peninggalan perjuangan, untuk menanamkan jiwa kebangsaan, dan rasa nasionalisme, tentu didampingi oleh guru pendamping yang mampu menjelaskan semuanya secara  lengkap. Kegiatan kunjungan ini tentu harus didukung oleh semua pihak, sehingga biayanya lebih murah khusus untuk mereka, dan diawasi dengan ketat oleh semua pihak, agar jangan sampai ada yang nebeng atau numpang pelesiran.  (jangan sampai mereka pandai dan trampil tapi jiwa kebangsaannya rendah, dan nasionalismenya rendah)

Semua kegiatan selingan ini adalah sekaligus merupakan kegiatan sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat umum, apalagi bila selalu dipublikasikan, sehingga masyarakat bisa mengikuti perkembangan program ini, yang lebih penting adalah masyarakat lebih mengetahui, lebih mengenal dan diharapkan akan ikut partisipasi dalam memajukan program SMP Terbuka Berbasis TIK ini.

-  -  Semoga sukses program ini dan bertambah maju negara kita  – -

1) lihat :  http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=10699&Itemid=700

Tinggalkan Balasan

 

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

sudah

  • 7,874 orang