SULAIMAN Weblog

Cinta Palsu atau Dusta ?

Posted on: Agustus 7, 2008


1. Manusia dihiasi dengan Cinta

Manusia sebagai makhluk paling mulia memiliki kelebihan akal. Akal merupakan karunia luar biasa dari ‘Sang Maha Pencipta Yang Maha Cerdas’ dan juga dikarunia kelebihan lain yang sangat mahal, yaitu dari lubuk hatinya yang sangat dalam terpancar naluri cinta, naluri untuk mencintai dan dicintai. Cinta dengan sepenuh hati yang disertai dengan segala ketulus ikhlasan akan selalu terpancar dari hatinya.

Siapapun orang dewasa, akan merasa hambar, hampa dan sepi, selalu merasa ada yang kurang atau merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya; apabila belum menemukan cintanya. Seseorang akan menjadi sempurna, bila hidupnya “dihiasi” dengan cinta, adalah sangat manusiawi bila seorang laki-laki mencintai wanita dan wanita mencintai laki-laki. Maka perkawinan adalah sarana yang paling tepat untuk “menumbuh suburkan” cinta dan kasih sayang.

2. Cinta dan kedewasaan

Kedewasaan secara jasmaniah dapat terlihat secara sepintas dari tanda-tanda fisik jasmaninya, tetapi kedewasaan secara rohaniah (mental, daya fikir, emosi dan lain-lain) tidak dapat terlihat secara sepintas atau dalam waktu singkat. Kedewasaan secara jasmaniah tidak menjamin dan tidak menjadi ukuran bagi kedewasaan secara rohaniah. Seorang remaja yang karena tekanan kehidupannya yang begitu berat, selalu bekerja keras akan terlihat dewasa, akan terlihat lebih tua dari teman-temannya yang seumurmya, padahal sebenarnya dia belum dewasa, maka bisa dikatakan “dewasa karbitan”.

Dua orang dewasa yang berlainan jenis, akan saling berkomunikasi, akan terlihat saling mendekat, dan akhirnya secara tidak sadar akan saling jatuh cinta. Cinta di antara keduanya yang terpendam (sekian lama) akan “meledak” dalam bentuk perubahan tingkah laku mereka berdua secara spontanitas, dan suatu saat mereka akan sadar bahwa telah ada keterikatan batin yang demikian kuat di antara mereka berdua. (Apabila mereka berdua mengambil keputusan untuk menikah, semoga perkawinan mereka bahagia)

Kalau sudah demikian keadaannya, dapatkah hal ini dibohongi atau didustai? Akan tetapi jika salah satu atau keduanya, cintanya palsu penuh dengan kepura-puraan, maka spontanitas perubahan tingkah laku yang terlihat akan seperti sinetron tanpa ekspresi, bukan tidak serius, tapi akan terlihat seperti tanpa alur yang sinkron. (contoh perkawinan yang dipaksakan tanpa cinta di jamannya Siti Nurbaya ……mungkin sekarang tidak ada lagi)

3. Cinta dan nafsu Syahwat

Remaja secara umum masih belum menemukan “jati dirinya”, masih mencari identitas diri dan masih berusaha mengenal kata hatinya, serta pikirannya masih dipenuhi khayalan, sedangkan pertumbuhan fisiknya masih terus berlangsung sejalan dengan dorongan nafsu syahwatnya semakin meningkat. Kalau kedua remaja menjalin hubungan cinta asmara, Apakah cintanya penuh dengan ketulus ikhlasan atau penuh dengan pamrih yang istilahnya “cinta monyet”? Apakah cintanya benar-benar suci atau hanya bersifat khayali? Apakah cintanya abadi atau hanyalah pemuasan nafsu syahwat yang bersifat sesaat? Apakah cinta remaja benar-benar murni atau palsu dan lebih banyak usaha untuk membohongi pasangannya? Bukankan cinta monyet, cinta bersifat khayalan dan cinta pemuasan nafsu syawat sesaat, semuanya itu adalah cinta palsu?

Jelaslah, bahwa berpacaran pada masa remaja lebih banyak “mudlorotnya”. Keindahan masa berpacaan hanyalah fatamorgana, Akankah jumlah remaja yang terpaksa jadi “orang tua” sebelum waktunya, terus bertambah, karena nikah akibat “kecelakaan”? sekarang mungkin tidak ada istilah “kawin lari” tapi yang ada “kawin kecelakaan”. Bisa kita bayangan : “Betapa berat di usia belum dewasa harus jadi orang tua”.

Tentu akan lebih baik, jika para remaja tidak berpacaran, atau “tidak berpacaran jika tidak benar-benar berniat untuk nikah”. Lebih baik jika perkawinan yang dilaksanakan oleh keduanya yang belum pernah berpacaran, belum pernah terlibat asmara, belum tahu arti cinta, keduanya benar-benar masih perjaka dan perawan, sehingga dari mulai hidup baru dan seterusnya “tidak ada dusta” dan akan langgeng sampai kakek nenek , “biarkanlah cinta tumbuh setelah pernikahan” ( ….mungkinkah sekarang perkawinan seperti ini sudah tidak ada lagi????) Haruskah kita ikut-ikutan mengejek, mencemoohkan dan menghina mereka yang tidak kenal makna cinta asmara, dan masih perjaka, masih perawan sampai masa pernikahan mereka ?

9 Tanggapan to "Cinta Palsu atau Dusta ?"

wihh pak Leman berbicara tentang cinta..!
Mau berbagi mutiara kata nih pak….masih tentang cinta kok🙂

“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku…
Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang
tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…” (Kahlil Gibran)

“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku
mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir
hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang
akan mencabut diriku dari padanya” (Kahlil Gibran)

Jangan dikira cinta datang dari keakraban yang lama dan karena pendekatan yang tekun. Cinta adalah kecocokan jiwa dan jika itu tidak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad. (Kahlil Gibran – Atas Nama Cinta)

Terima kasih, mutiara katanya bagus sekali, tetapi ada kecenderungan anak sekolah dasar sudah mulai berpacaran, apalagi SMP dan SMAnya, ada beberapa kejadian perkelahian karena perebutan pacar? lalu ada kecenderungan meningkatnya jumlah angka “kawin kecelakaan” (walau belum pernah ada survey) bagaimana ini?

aku cinta
anda cinta
semua cinta

buatan Indonesia

nanya pak,
sebenarnya bolehkah pria dan wanita berpacaran dengan merujuk pada hukum islam?

wah pak, kalo masalah cinta-cintaan mah enno jagonya, khan cintanya hingga melintasi batas negara.

Berpacaan hanya sebatas saling mengenal, untuk mengenal lebih jauh tentu minta tolong, ibu atau bibi atau saudara dekat lainnya, untuk melihat apakah pada dirinya ada kutil atau bisul dll. Berpacaran anak muda sekarang sudah saling pegangan, bergandengan, dan lain-lain akhirnya hanya memperbesar nafsu syahwat ini yang dilarang menurut agama, karena mendekati zina.

Mas Zaenal jangan gitu ah, jadi pengen malu hihihi…cinta kan memang tidak mengenal batas jarak dan waktu cieee… cuit cuit..

pak Leman, bagus nih topiknya, jadi semangat.. tapi masalah rebutan pacar, mungkin gak pak Leman itu terjadi karena jumlah perempuan jauh lebih banyak daripada laki2? Jadi perempuan sering rebutan, trus yang laki2 jadi sok karena direbutin hehe..🙂

Mungkin saja karena perbandingan jumlah yang tidak seimbang, tapi masalahnya cinta bertentangan dengan dusta, cinta membahagiakan orang yang dicintai, dusta menyengsarakannya. kalau yang direbutin laki2 brengsek yang pandai berdusta dan pandai tipu daya, pasti keduanya ditinggal pergi, padahal masalah jadi bertambah dari sakit hati, patah hati, permusuhan dengan rival/saingan, mungkin sampai dendam kesumat … kasihan deh kamu… sampai kapan ya? bagaimana menurut saudari yang cintanya hingga melitas negara dan tak kenal jarak?

Cinta yang paling indah adalah Cinta dijalan Allah, Cinta atas Rindho-Nya dan Karena-Nya…

Mudah2an aku bisa menemukan dan mendapatkannya (Amin…)🙂

@vaepink, berusahalah mendekatkan diri padaNya, tetapi agar tidak fanatik buta dalam cinta di jalan Allah, silahkan baca “Cinta manusia kepada tuhan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 174,033 orang
%d blogger menyukai ini: