SULAIMAN Weblog

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Posted on: Agustus 9, 2009


Peresmian IKIP oleh Presiden

Peresmian IKIP oleh Presiden

Kita sering kagum akan hasil pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal, baik klasikal maupun individual, baik secara kurikuler maupun autodidak, banyak muncul nama-nama besar, mereka berhasil dalam pengabdian di bidang ilmunya,  juga menjadi orang yang berjasa bagi negara kita, antara lain : K.H. Agus Salim, Jenderal Sudirman, Ir. Soekarno, Prof DR. Hamka, Prof DR. Habibi, dan lain-lain.

Setiap orang ingin mempunyai anak, adik, saudara, yang sepandai dan sehebat beliau-beliau, tentu pendidikannya tidak cukup satu hari, perlu waktu yang cukup lama, maka pendidikan adalah investasi jangka panjang yang cukup mahal. Pada negara miskin yang income perkapitanya rendah, rakyat  tidak akan mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka. Pihak pemerintah harus berusaha keras untuk memajukan pendidikan, sebab tanpa pendidikan yang memadai, negara ini tidak akan menjadi negara yang maju. Masalah lain, mutu  pendidikan tidak hanya menjadi isu dalam wacana internasional, tapi juga telah menjadi lahan bisnis, sehingga kelompok orang kaya berlomba menyekolahkan anaknya ke luar negeri yang mutunya dianggap lebih tinggi dari dalam negeri.

Pembahasan berikut ini, hanya mengenai pendidikan secara umum ditinjau dari kepentingan masyarakat, yang  meliputi :  1) Pendidikan formal dan informal;  2) Lingkungan pendidikan;  3) Keteladanan  dan  4) Pengaruh pendidikan masa kecil; serta dampaknya, baik positif maupun negatif,  sebagai berikut :

I.      PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL

A.        Dampak positifnya:

1.      Dampak positif bagi alumni :     Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak terampil menjadi terampil serta menjadi lulusan siap kerja dan siap berprestasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

2.    Dampak positif bagi masyarakat  :  Kepandaian dan keterampilan para alumni yang bekerja keras mengamalkan ilmunya, ditambah dengan hasil penelitian dan penemuan-penemuan ilmiah, mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat, masyarakat merasa diuntungkan olehnya, dan masyarakat membanggakannya dengan rasa senang.

B.        Dampak negatifnya  :

1.     Dampak negatif  bagi alumni :     Alumni yang mendapat pekerjaan dan karir, yang karena keberhasilannya, dapat mencapai jabatan yang lebih tinggi dari gurunya, berakibat tidak lagi menghargai/ menghormati gurunya,  atau bahkan menjadi bersikap sombong, angkuh dan menganggap remeh semua orang disekitarnya. (mudah-mudahan tidak semua alumni demikian)

2.     Dampak negatif bagi masyarakat :    Masyarakat memberikan praduga berlebihan pada kemampuan alumni, umpama alumni hanya belajar A, B, C. baru sampai C tapi masyarakat menduga kemampuannya sudah sampai Z. sehingga alumni tersebut dibebankan dengan berbagai persoalan, beban kerja, yang di luar batas  kemampuannya. Akhirnya, alumni tersebut frustasi dan stress dan  masyarakat  kecewa dengan prestasinya yang rendah atau di bawah standar.(Munculnya praduga masyarakat tersebut  bisa disebabkan karena masyarakat tidak tahu atau karena tuntutan kebutuhan sesaat).

II.      LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Lingkungan pendidikan demikian luas, meliputi : rumah tangga, pergaulan antar teman, hubungan dengan masyarakat, dan lainnya. Dengan kemajuan teknologi informasi, maka pihak orang tua dan guru tidak dapat lagi membatasi lingkungan pendidikan yang semakin luas dan semakin mendunia. Akhirnya perkembangan anak didik menajdi semakin sulit diprediksi, baik  oleh gurunya maupun orang tuanya.

Lingkungan pendidikan banyak berpengaruh terhadap prestasi belajar anak didik, dan akhirnya pihak guru dan orang tua/wali menjadi “kurang mengenalnya lagi” atau merasa “ada sesuatu yang berubah”, terutama pada siswa yang memiliki “kepribadian tertutup” .

A.        Dampak positifnya:

1.      Dampak positif bagi siswa :     Seorang siswa akan mengalami kemajuan yang pesat dalam hasil belajarnya, jika semua lingkungan pendidikan saling mendukung satu sama lainnya, umpamanya : Kesibukan belajarnya di sekolah diikuti dengan berpartisipasi dalam kelompok ilmiah remaja, di luar sekolahnya,  dan didorong dengan motivasi dan fasilitas dari keluarganya, sehingga siswa dapat mengaplikasikan semua pengetahuannya secara nyata.

2.      Dampak positif bagi masyarakat :     Dengan banyaknya kelompok ilmiah remaja, dan kelompok lainnya yang melaksanakan kegiatan yang bersifat positif dan konstruktif, maka diprediksi angka  kenakalan remaja akan menurun, bukan saja masyarakat akan lebih tenang, tapi juga akan muncul  calon tokoh masyarakat di masa depan dari remaja-remaja yang berprestasi.

B.        Dampak negatifnya  :

1.     Dampak negatif  bagi siswa  :    Seorang siswa akan mengalami kesulitan belajar, jika semua lingkungannya tidak saling mendukung satu sama lainnya, umpamanya : keluarganya pecah/broken home dan urakan, lingkungan pergaulannya rusak dengan narkoba dan dekadensi moral, dan pelajarannya dianggap kurang sesuai dengan tuntutan suasana kerja, dan lain-lain. Jika pihak orang tua mengharapkan segalanya dari pendidikan formal/sekolah adalah harapan yang kurang tepat, dan kemungkinan akan mengalami kekecewaan, karena semua lingkungan pendidikan yang tidak saling mendukung, akan menghambat hasil belajar yang maksimal dari setiap anak didik.

2.      Dampak negatif bagi masyarakat :     Masa remaja yang sedang mecari identitas diri, jika salah pergaulan dalam lingkungannya, akan menyusahkan masyarakat. Jika mereka bergaul dengan kelompok pencandu narkoba, mereka akan menjadi pecandu narkoba. Jika bergaul dengan kelompok teroris, mereka akan menjadi teroris, dan lain-lain.   Sedangkan mereka belum mampu berfikir kritis, dan belum mampu untuk menolak ajakan/rayuan/jebakan dari kelompok-kelompok tersebut. Tidak adanya kepedulian serta sikap tidak mau tahu, dan acuh dari anggota masyarakat, terhadap kegiatan kelompok remaja, akan memperburuk situasi. Sikap menyalahkan remaja juga bukan sikap yang bijaksana, tetapi akhirnya tetap saja masyarakat sendiri yang akan menanggung resiko yang mahal.

III.      KETELADANAN (PANUTAN)

Keteladanan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari pendidikan, walaupun keteladanan  juga merupakan bagian dari kepemimpinan. Setiap pemimpin apapun haruslah menyadari bahwa dirinya telah  jadi teladan. Seorang bapak dan seorang ibu dalam rumah tangga keduanya menjadi teladan bagi anak-anak dan keluarga mereka.  Rumah tangga adalah pendidikan awal bagi anak-anak, setelah itu di usia sekolah maka keteladanan guru menjadi lebih besar pengaruhnya, lalu di masyarakat mereka melihat keteladanan para tokoh, para pemimpin, para pembesar dan demikian seterusnya.

A.        Dampak positifnya:

1.      Dampak positif bagi alumni :     Teladan yang baik dalam tingkah laku sehari-hari dari kedua orangtua, para guru, para tokoh, para pemimpin, membuat para alumni merasa pasti dan yakin akan masa depannya, dan tidak ragu untuk mengambil keputusan yang tepat, karena pelajaran dan teori yang mereka terima ada kesesuaian dengan kenyataannya.

2.    Dampak positif bagi masyarakat  :     Ketika para alumni tersebut berkiprah di masyarakat dan kemungkinan menjadi tokoh yang memberikan keteladanannya yang baik dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari, masyarakat menjadi lebih kompak, lebih bersatu, lebih bekerjasama dalam segala hal, dan akhirnya lebih memiliki daya hidup, daya saing dalam kehidupan global mendatang dan akhirnya menjadi masyarakat lebih maju.

B.        Dampak negatifnya  :

1.     Dampak negatif  bagi alumni :     Siswa akan mengalami pertentangan batin jika yang dipelajarinya tidak sesuai dengan kenyataan, tidak adanya teladan yang dijadikan panutan akan membuat siswa ragu-ragu untuk berkiprah dalam menghadapi kehidupannya. Umpama : pengembangan ilmu pengetahuan menuntut suasana berdiskusi yang sehat dengan kritis dan rasional, tapi orang tua jaman dulu melarang berdiskusi dalam bentuk apapun dengan tujuan hanya untuk menghindari pertengkaran dan permusuhan.  Siswa menjadi serba salah, jika berada dalam situasi ini. Kalau pertentangan batin berlangsung lama dan tidak terselesaikan, maka akan berdampak banyaknya alumni yang kurang mampu untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya ketika menjadi alumni/setelah lulus.

2.     Dampak negatif  bagi masyarakat :     Ketiadaan alumni yang mampu bersosialisasi dalam mengamalkan ilmu dan keterampilannya, membuat masyarakat kehilangan calon tokoh yang baik, menimbulkan krisis kepemimpinan, terutama dalam bidang informal.  Kepincangan ini akan berakibat rendahnya daya juang masyarakat, dan daya saing masyarakat  dan berkurangnya partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan pemerintah. Akhirnya anggota masyarakat sendiri yang akan menanggung biaya tinggi dalam semua urusannya, karena pengaturan dalam segala hal tanpa social control lagi. (Dalam bidang formal terdapat  pendidikan penjenjangan, seperti :  Spada, Spama, Spala, Sespa, diklatpim dan lain-lain)

IV. PENGARUH PENDIDIKAN MASA KECIL

Pendidikan masa kecil mengendap di alam bawah sadar, dan mempengaruhi  pola tingkah laku seseorang ketika dewasa dalam hidup bermasyarakat. Walaupun banyak yang berdampak positif dalam kehidupan pribadi kita, tapi tdiak tertutup kemungkinan yang berdampak negatif, sebagai salah satu ilustrsi untuk  bahan tinjauan, adalah syair lagu “SiKancil” yang sering dinyanyikan oleh anak-anak TK/SD, sebagai berikut : (guru perlu memberikan penjelasan terlebih dahulu, untuk menghindari kemungkinan dampak negatifnya)

1.      “Si Kancil anak nakal” = Jika anak-anak beranggapan kancil saja sebagai binatang yang tidak berakal bisa berkelakuan nakal, dan mungkin kenakalan itu dibenarkan.  Dampaknya akan banyak calon anak nakal, calon berandalan, calon preman, calon bajingan dan lain-lain. Akibatnya guru sendiri akan sulit mengajar anak usil, nakal yang tidak ada lagi sopan santunnya, yang kurang menunjukkan minat belajar dan seolah-olah tidak punya harapan dan tidak punya hari depan. (padahal nasehat guru lainnya : anak-anak jangan nakal, jadilah anak yang penurut, turuti nasehat gurumu, berbaktilah pada orang tuamu, dan rajin-rajinlah belajar)

2.     “Suka mencuri ketimun” = jika anak-anak beranggapan bahwa perbuatan mencuri bisa dijadikan hobi, selingan, kesenangan, atau kesukaan.  Dampaknya akan banyak calon maling, calon pencuri, calon koruptor, calon penyerobot semua fasilitas sosial, yang tidak menghargai hak milik orang lain, hak milik Negara, hak milik orang banyak. Akibatnya penjara akan banyak diisi oleh maling, koruptor dan lainnya. (padahal nasehat guru lainnya : mencuri itu dosa, jangan dilakukan dan kalau pinjam apapun kembalikan pada pemiliknya, hargailah milik orang lain)

3.     “Ayo lekas dikurung = jika anak-anak beranggapan bahwa melakukan pengurungan maksudnya adalah  penghukuman dengan segera, boleh dilakukan di luar pengadilan.  Dampaknya masyarakat akan mudah menghukum, walaupun kesalahannya sangat kecil, akan banyak calon eksekutor pelaksana hukum yang tidak sah.  Dan  justru akan banyak pelanggaran hukum terhadap orang yang belum tentu bersalah. Akibatnya masyarakat menjadi mudah menyalahkan orang lain, mudah menghukum, mudah menjatuhkan tangan dengan segera, berakibat mudah diadu domba, mudah terjadi tawuran dan sebagainya. (padahal nasehat guru lainnya : jangan menyakiti orang lain, jangan melanggar hukum, jadilah warga Negara yang taat hukum, tegakkan azas praduga tak persalah)

4.      “Jangan diberi ampun = jika anak-anak beranggapan bahwa tidak memberi ampunan kepada yang melakukan bersalah adalah suatu kebenaran.  Dampaknya masyarakat menjadi sangat kejam, salah sedikit tidak ada ampun, keliru sedikit tidak ada ampun, mengakibatkan banyaknya fitnah yang belum tentu bersalah juga dihukum.  Akibatnya siapapun yang berusaha untuk “bersikap jujur dan terbuka” menjadi tidak ada artinya, sebab niat semula untuk menciptakan saling pengertian dengan bersikap “terus terang”,  akan sering dianggap bersalah, dan berakhir dengan salah pengertian dan salah paham. Atau bersikap jujur sering ditanggapi dengan sikap permusuhan.  (padahal nasehat gurul lainnya : jadilah orang penyayang, jadilah orang pemaaf, berkawanlah sebanyak mungkin teman dengan siapa saja, dan hilangkanlah buruk sangka)

KESIMPULAN

1.    Komunikasi antara siswa-guru-orang tua/wali murid/orang tua, harus selalu terjalin dengan intensif, sebagai upaya antisipasi dini terhadap semua dampak negatif.

2.    Faktor waktu memegang peranan penting, perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk suatu pendidikan harus tepat, Jika terlalu waktu singkat, maka dampak negatifnya akan jauh  lebih besar dari dampak positifnya (apapun jenjangnya), tetapi jika telalu lama, masyarakat rugi, perusahaan/instansi yang menyeponsorinya juga rugi, karena menanggung biaya yang lebih besar.

3.    Setiap remaja dan anak didik haruslah berusaha untuk “bersikap terbuka” dengan mau berterus terang kepada orang tuanya/walinya dan gurunya (yang dipercaya) untuk membicarakan masalah pribadinya dan mendiskusikannya, sehingga ditemukan jalan keluar sebaik-baiknya, bersikap tertutup untuk “masalah-masalah yang berat” adalah kurang tepat. Dengan ditemukannya jalan keluar terbaik, maka semua beban pikiran dan beban mental akan terasa sangat ringan (plong rasanya) dan akan mampu lebih berkonsentrasi kepada pelajaran.

SARAN

1.    Kepada pemerintah (Depdiknas) dan pengelola pendidikan, hendaklah selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan dan meneliti kembali penyelenggaraan pola pendidikan yang telah diselenggarakannya, agar terhindar dari dampak negatif.

2.    Perlu bersikap hati-hati dan bijaksana dalam bicara dan menulis, karena hukum kejam masyarakat tidak pilih-pilih, memang tidak adil jika karena salah bicara, dengan kesalahan satu kata-dua kata, lalu dihukum berat, tapi terkadang kenyataan demikian adanya. (mungkin saja ada orang yang berusaha mencari kesalahan orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadinya sendiri)

3.    Kepada semua anggota masyarakat dan semua pihak, mari kita ciptakan lingkungan pendidikan yang saling mendukung dengan semampu kita, agar anak-cucu kita kehidupannya menjadi lebih baik dimasa depan.     – Semoga —

7 Tanggapan to "Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum"

berkunjung…..
memang pendidikan untuk jaman sekarang adalah industri,
sebagai industri tentunya para pelaku yang berperan sebagai pengusaha berusaha meraup untung yang sebesar-besarnya.

hai salam kenal artikelmu udah ada di

http://pendidikan.infogue.com/meninjau_dampak_pendidikan_secara_umum

gabung yuk n promosikan artikelmu di infoGue.com. Salam.

Bukan sekedar mimpi, ganti tampilan sebuah pendidikan dan semua itu tak ada yang tak mungkin untuk berbuat baik bagi nusa dan bangsa. Semoga sukses.
Salam superhangat

menurut saya pak, pendidikan sekarang mah riweh….
sepertinya dijadikan ajang bisnis ajah….
saya gak bisa ngomong panjang lebar, tapi saya merasakan ini ….

aji sekolah sudah menghabiskan uang yang nolnya sampai 6 digit. padahal baru teka

Semoga semua yang diharapkan dapat segera tercapai dengan baik.

postingan yang bagus……🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 174,033 orang
%d blogger menyukai ini: