SULAIMAN Weblog

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Posted on: Oktober 29, 2009


Setiap orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, walaupun dengan bersusah payah, dengan “banting tulang, jungkir balik, peras keringat”, bahkan apapun dikerjakannya. Sedangkan tuntutan kebutuhan hidup semakin hari, cenderung semakin meningkat. Sepatutnya setiap orang memperhatikan permasalahan semua ini secara seksama. Berikut ini akan dibahas : a) Mengenal Jenis Pekerjaan, b) Mengenal Kemampuan Diri, dan c) Berpindah Pekerjaan.

A.  MENGENAL JENIS PEKERJAAN
Semua jenis pekerjaan pada semua bidang usaha, dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu :

1. Pekerjaan Kasar. Jenis pekerjaan kasar adalah pekerjaan yang banyak menguras tenaga jasmaniah, dan terlihat dengan banyaknya keringat yang bercucuran saat melakukan pekerjaan tersebut, seperti : tukang pacul, tukang pikul, tukang gali sumur, kuli bangunan, pemain sepak bola dan lain-lain.
2. Pekerjaan Halus. Jenis pekerjaan halus adalah pekerjaan yang banyak menguras tenaga mental, pikiran, dan terlihat sedikit keringat yang keluar saat bekerja, seperti : penyanyi, bintang film, guru, pengacara dan lain-lain.
3. Pekerjaan Campuran. Jenis pekerjaan yang merupakan campuran antara pekerjaan kasar dan pekerjaan halus, seperti : pedangang asongan dan lain-lain

B.    MENGENAL KEMAMPUAN DIRI
Setelah mengenal jenis pekerjaan, maka sebaiknya setiap orang mengenal kemampuan dirinya dan mengenal batas kemampuannya. Walaupun ada orang yang merasa mampu untuk melakukan semua jenis pekerjaan, tapi sebenarnya setiap orang berbeda. Ada yang lebih mampu dalam melakukan pekerjaan kasar, dan ada yang lebih mampu dalam melakukan pekerjaan halus.
Siapapun hendaklah bekerja dalam batas kemampuannya, jika seseorang memaksakan diri dalam melakukan pekerjaan yang di luar batas kemampuannya (apalagi dalam waktu lama) akan berakibat sakit-sakitan. Mulai dari gejala penyakit yang ringan seperti pegal-pegal atau flu, sampai terserang penyakit yang berat, seperti penyakit kuning, penyakit vertigo, penyakit struk dan lain-lain.
Jadi, penting sekali untuk menjaga keseimbangan dalam tiga hal : beban kerja -– kondisi/stamina diri cukup istirahat/refresing. Karena kondisi fisik dan mental setiap orang berbeda, maka sebenarnya moment setiap orang dalam menjaga keseimbangan tersebut berbeda.  Pihak perusahaan/kantor memberikan waktu istirahat adalah sesuai dengan standar umum, dan kesempatan waktu istirahat ini sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan pekerja/karyawan yang selalu menjaga keseimbangan tersebut, umumnya lebih sehat.  (hanya pada pekerja/karyawan yang benar-benar sehat, prestasi dan produktifitas kerjanya stabil)
Ada sebagian orang yang merasa kesulitan dalam mengenali kemampuan dirinya, padahal dari pengalaman “jatuh bangunnya” dalam pelaksanaan pekerjaan, akan tahu sendiri batas kemampuannya. Jadi pengalaman adalah guru terbaik. Jika ada orang yang tidak punya pengalaman “pahit getirnya” kerja, dan tidak pernah mau bersusah payah untuk bekerja keras, maka kemungkinan dia kurang mengenal benar batas kemampuan dirinya.
Jika seseorang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya, maka dia akan dapat bekerja dengan semua energinya dan tingkat produktifitas kerjanya relatif lebih tinggi dari standar umum. Maka pekerja/karyawan yang “baik dan berbobot” ini akan enak makan dan enak tidur, disamping akan memperoleh penghasilan yang lebih dari yang pekerja/karyawan lainnya.
Jika seseorang mendapatkan pekerjaan yang kurang/tidak sesuai dengan kemampuannya, maka dia bekerja kurang maksimal, dan tingkat produktifitasnya relatif di bawah standar umum. Maka pekerja/karyawan ini hanya sebagai “pemeran pengganti” untuk sementara berjalannya roda perusahaan.

C.   BERPINDAH PEKERJAAN.

Dalam permasalahan berpindah pekerjaan, terdapat dua hal : 1) Pelaksanaan Pekerjaan, dan 2) Tantangan Pekerjaan.

1.  Pelaksanaan Pekerjaan. Setiap orang dalam pelaksanaan pekerjaannya, terbagi dua :

a. Tetap pada satu pekerjaan. Sebagian orang yang tetap melakukan satu pekerjaan dalam waktu yang lama (dari muda sampai tua pekerjaannya tetap) dengan berbagai alasan, antara lain :
1)    Karena pekerjaan yang sedang ditekuni sesuai dengan hati nuraninya, sesuai dengan panggilan jiwanya, dan mendatangkan ketenagan batin baginya. Umumnya mereka tidak lagi mementingkan penghasilan yang berupa material.  (tetapi, jika penghasilannya jauh di bawah minimum, maka isterinya yang stress karena kesulitan mengatur ekonomi keluarga)
2)   Karena penghasilannya besar atau gajinya besar atau tambahan lainnya besar, baik berupa bonus, tips, imbalan jasa dan lain-lain (umumnya, kehidupannya lebih sejahtera)
3)   Karena prospeknya sangat bagus, hari depannya cerah, jenjang karirnya akan meningkat, dan kesempatan untuk maju sangat besar, walaupun penghasilannya saat ini relatif kecil. (hanya perusahaan yang bonafid, yang memperhatikan nasib dan jenjang karir para pekerja/karyawannya)
4)    Karena tidak ada lagi lowongan pekerjaan lainnya atau tidak memiliki keterampilan/keahlian lain untuk pindah kerja. (jadi, hanya menerima nasib)

b.  Berpindah pekerjaan. Sebagian orang berpindah pekerjaan dengan berbagai alasan, antara lain :
1)   Karena ingin mencari ketenangan batin, yang sesuai dengan hati nuraninya, yang  sesuai dengan panggilan jiwanya. Walaupun penghasilan semula penghasilannya lebih besar, akhirnya tetap ditinggalkannya.
2)   Karena ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar atau gaji yang lebih banyak, atau tambahan lain yang lebih besar.
3)   Karena ingin memperolah pekerjaan yang lebih cocok dengan kemampuannya, dengan jenjang karirnya meningkat, dan lebih banyak kesempatan untuk maju.
4)   Karena menunggu order dan pekerjaannya sistim borongan, jika tidak ada order maka menganggur. (jadi hanya mengisi waktu dari pada menganggur)
5)   Karena terpaksa, di PHK, karena perusahaannya bangkrut atau terjadi pengurangan pengawai, atau sistim kontrak yang tidak mungkin diperpanjang lagi.

2. Tantangan Pekerjaan.
Berpindah pekerjaan dengan memperoleh pekerjaan baru, ditinjau dari tantangan yang dihadapi terbagi dua :
a. Sedikit Tantangan. Jika keterampilan/keahlian yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan baru sama dengan pekerjaan yang lama, maka relatif akan sedikit menghadapi tantangan, yakni perusahaan baru, lokasi baru, suasana baru dengan menemukan orang-orang dalam lingkungan pekerjaan yang baru.

b. Banyak Tantangan. Jika keterampilan/keahlian yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan baru berbeda dengan pekerjaan yang lama atau diperlukan keterampilan/keahlian yang lain, maka akan banyak menghadapi tantangan. Disamping penyesuaian diri dalam suasana baru dengan menemukan orang-orang baru, juga dibutuhkah sikap, pola pikir dan kebiasaan baru dan merubah kebiasaan sehari-hari yang sudah terbentuk sekian lama, dalam praktiknya tidaklah semudah yang dibayangkan.

Untuk menghadapi semua tantangan tersebut, diperlukan persiapan dari jauh-jauh hari, sehingga penyesuaian diri dapat lebih mendekati sempurna. Jika penyesuaian diri yang “kurang diterima” oleh para pegawai/karyawan lama di lingkungan baru tersebut, dapat berakibat kegagalan di kemudian hari.
Sikap penolakan atas kedatangan pekerja/pegawai baru dari mereka (para pegawai/karyawan yang lama) biasanya berdasarkan anggapan : a) akan mengurangi/merebut rezeki mereka, b) akan menjarah/menguasai wilayah dan bidang usaha mereka, c) akan menghambat karir jabatan mereka, d) ada kemungkinan pimpinan perusahaan/kantor akan menjadikan pekerja/pegawai baru sebagai “anak emas” dan  mereka dijadikan “anak tiri”. — Jelaslah bahwa sikap penolakan ini tidak rasional, tidak masuk akal dan tidak proporsional. Karena semua anggapan tersebut belum terbukti dan belum tentu benar. Dan mengapa pula harus iri dan dengki kepada pekerja/pegawai yang karirnya meningkat, jika memang terbukti dia lebih berpotensi, lebih berprestasi, lebih berproduksi, dan lebih pantas untuk mendapatkan semua itu? (Kalau memang dia berpotensi untuk memajukan perusahaan dan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, mengapa harus dijegal dan mengapa tidak didukung?)

Kesimpulan dan saran.
1. Pihak Pekerja/karyawan ingin bekerja dengan sebaik-baiknya dan terdapat peningkatan baik moril maupun materiil, sedangkan pihak perusahaan/kantor ingin ada kemajuan dalam bidang usahanya,  maka upaya kedua pihak haruslah berjalan seiring, selaras dan sama-sama maju.
2. Jika semua pegawai/karyawan yang “baik dan berbobot” pada semua bagian, maka perusahaan akan mudah melebihi target dan maju dengan pesat. Mereka adalah “modal kemajuan” perusahaan yang harus diperhatikan kesejahteraannya baik moril maupun materil, karena jika sempat “dibajak” oleh perusahaan lain, maka perusahaan akan menderita kerugian immaterial yang berharga.
3. Ternyata dalam upaya memajukan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha apapun sebagai satu kesatuan usaha/kesatuan sistem, terdapat dua kegiatan yang harus diperhatikan :
a. Kegiatan mencari, menemukan dan memanfaatkan berbagai “kelebihan dan potensi keterampilan” dari setiap pekerja/pegawai dengan berorientasi dan berfokus pada satu kesatuan yang utuh dari semua bagian ada di perusahaan. (Gestalt sentrum)
b. Kegiatan mencari, menemukan dan memanfaatkan berbagai “kelemahan dan kekurangan” dari setiap pekerja/pegawai dengan berorientasi dan berfokus pada satu sub atau unit terkecil dari satu bagian yang ada di perusahaan (Ego sentrum).
Hendaklah semua orang yang terlibat dalam kegiatan perusahaan/kantor, berusaha agar kedua kegiatan ini (Gestalt sentrum dan Ego sentrum) tidak terjadi bertentangan/ paradok yang akan menghambat akselerasi kemajuan bidang usaha. (atau bahkan mungkin dapat mengakibatkan perusahaan menjadi bangkrut)
Hendaklah semua orang yang terlibat dalam kegiatan perusahaan/kantor, berusaha agar kedua kegiatan tersebut (Gestalt sentrum dan Ego sentrum), menjadi selaras dan serasi, saling mendukung, saling menutupi, saling memperkuat, karena “tim kerja yang kompak dan solid secara utuh” adalah modal dasar untuk meningkatkan kinerja, serta meningkatkan produktifitas bagi kemajuan bersama dan kesejahteraan bersama.

3 Tanggapan to "Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan"

selain “tim kerja yang kompak dan solid secara utuh”, kepemimpinan yang kuat dan mengayomi pun menjadi modal dasar untuk meningkatkan kinerja.

salam, senang bertemu Anda melalui blog ini sy Agus Suhanto, tulisan yang menarik🙂 … lam kenal yee

Dalam tim tersebut tidak terlihat manager dan bawahan, mandor dan kuli, karena semua aktif, dinamis, kreatif dan berinisiatif sesuai bidangnya masing-masing. kecuali dalam acara brifing/ acara pengarahan yang relatif singkat, baru bisa dibedakan pimpinannya.
Dalam kegiatan bersifat bisnis mungkin ada “kepemimpinan yang kuat dan mengayomi” tapi sangat jarang (penulis belum menemukannya), umumnya para pimpinan lebih mementingkan mengejar target perusahaan dan ambisi pribadinya, sehingga pekerja yang “baik dan berbobot” ada yang pindah kerja. Dan perusahaan telah rugi immaterial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 174,033 orang
%d blogger menyukai ini: