SULAIMAN Weblog

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

Posted on: Maret 15, 2010


Keabadian berasal dari kata ‘abadi’ merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang mendapat awalan ke – dan akhiran  – an. ( abadi  —>   ke – abadi – an)

Kata ‘abadi’ dalam bahasa arabnya (  الأبد = Al Abad ) mengandung  4 arti :

1.   (الدهر = Ad Dahr), artinya : waktu yang lama, atau lama masanya.

2.    (القديم = Al Qodiim), artinya : keberadaannya dalam waktu yang lama, atau keberadaannya sudah ada sejak lama.

3.    (الأزلي = Al Azali), artinya : keberadaannya sejak sejak awal, atau keberadaannya tidak ada awalnya.

4.    (الدائم = Ad Daim), artinya : yang tetap setiap waktu, atau yang tidak berubah setiap saat.

Pengertian abadi berkenaan dengan waktu yang lama, atau berkenaan dengan waktu yang tidak terbatas, atau (مالا نهاية له = malaa nihaayah lah), artinya yang kekal, yang tiada berkesudahan.  Jadi pengertian keabadian ialah : sesuatu yang bersifat kekal, dan keberadaannya dalam waktu yang tiada terhingga, serta bersifat tetap, tidak berubah setiap saatnya.

Keberadaan sesuatu, jika sifat kekalnya dan sifat tetapnya terbatas, hanya dalam waktu tertentu;  atau terjadi perubahan seiring dengan berjalannya waktu, menjadi sesuatu yang lain, atau menjadi rusak, hancur atau sirna. Maka keterbatasan waktu dalam sifat kekalnya, atau perubahan dengan berjalannya waktu, keduanya menunjukkan kefanaan. (kefanaan = tiada keterbatasan)

Keabadian berkorelasi dengan waktu, tetapi keabadian tidak dapat dihitung, tidak dapat diukur dan tidak dapat diperkirakan, karena keabadian tiada terhingga, tiada terbatas dan tiada berkesudahan. Adapun waktu dapat diukur, dapat dihitung dan dapat diperkirakan, ukuran waktu terpendek adalah detik, dan ukuran waktu terpanjang adalah abad. (1 abad = 100 tahun, 1 tahun = 12 bulan)

Terdapatnya sebuah asumsi yang mengatakan : “Bahwa semua berubah, tidak ada yang tetap, yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri.”   Asumsi ini dengan jelas menunjukkan, bahwa semua berada dalam kefanaan. Timbul pertanyaan :   Apakah kita saat ini berada dalam kefanaan?   Adakah keabadian dalam kehidupan ini?

Kapan akan terjadinya perubahan pada sesuatu, sebagai bukti kefanaan, mungkin dapat diprediksi, diramalkan dan diperkirakan. Menurut kebiasaan, semua ramalan dan perkiraan tersebut seringkali menarik perhatian dan terkadang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan sesuatu. Timbul pertanyaan : Bagaimana kalau ramalan dan perkiraan tersebut tidak tepat, atau meleset? Apa yang akan terjadi pada waktu mendatang, jika ramalan dan perkiraan yang tidak logis dan tidak rasional dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan?

Sejak jaman dahulu kala, telah banyak orang yang membuat perkiraan dan ramalan tentang masa depan, tetapi sampai saat ini kebanyakan ramalan mereka tidak tepat, tidak terbukti atau meleset. Dan kemungkinan untuk selanjutnya, akan selalu ada orang yang membuat ramalan tentang masa depan. Ramalan tentang masa depan adalah suatu metode kuno, atau metode yang telah ada sejak sebelum jaman batu (Pra-megalitikum) yang semula dimaksudkan untuk menguak keabadian, atau untuk mengetahui terjadinya keabadian. Timbul pertanyaan : Apakah keabadian itu mustahil?  Bukankah di dunia ini tidak ada yang mustahil?

KEABADIAN YANG DIDAMBAKAN DALAM KEHIDUPAN

Setiap orang, siapa saja, pasti sangat menginginkan atau mendambakan suatu keabadian dalam kehidupannya, maka berbagai rayuan yang berisi tentang keabadian akan selalu menarik perhatian dan menggiurkan siapa saja. Adapun hal-hal yang didambakan keabadian dalam kehidupan ini, antara lain :

1.    Umur yang panjang

Setiap orang, siapa saja, walaupun sudah lanjut usia, tentu masih mengharapkan umur yang panjang, dan masih betah untuk hidup lebih lama lagi di dunia ini. Berbagai usaha telah dilaksanakan oleh banyak orang, diantaranya oleh Raja Wanli dari Dinasti Ming (1368 – 1644), telah berusaha mengumpulkan seluruh tabib, sinshe dan  dokter  dari seluruh dunia, dengan maksud sebagai usaha untuk memperpanjang umur, akhirnya dengan perasaan penuh kekecewaan dia berkata :”Saya dapat mengalahkan kerajaan manapun, tetapi saya tidak dapat mengalahkan kematian”.

Pada setiap agama, terdapat doa untuk memohon panjang umur, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain; tetapi pada paham keagamaan yang keliru atau aliran yang menyimpang  atau sekte agama yang sesat; tidak ditemukan doa sejenis ini, dan mereka lebih banyak menekankan pada pengertian keabadian menurut versi mereka masing-masing. ( sungguh  celaka, jika versi keabadian mereka masing-masing hanyalah kefanaan belaka?!!!)

Kalau ada obat atau ramuan/campuran makanan yang bisa memperpanjang umur, pasti akan dicari oleh banyak orang, akan laku keras dan harganya akan sangat mahal sekali. Dan perayaan ulang tahun dengan mengundang sanak saudara dan teman-teman semua, merupakan ungkapan kegembiraan karena umurnya telah bertambah satu tahun; tapi menurut versi lain, justru sebaliknya atau umurnya berkurang satu tahun dari ajal. (ajal = detik akhir kehidupan) Timbul pertanyaan : Apakah dari tanda-tanda fisik dapat diketahui kapan ajal itu tiba? Adakah  upaya lain untuk mengetahuinya serta upaya lain untuk menunda ajal?

2.    Kecantikan yang Abadi

Setiap wanita, siapa saja, pasti menginginkan memiliki kecantikan yang secantik miss universe (seperti ratu kecantikan dunia) dan memiliki kecantikan yang alamiah, langgeng dan tetap cantik sepanjang masa.  Berbagai usaha telah dilaksanakan banyak orang dari merawat wajah, kulit, tubuh, sampai diet, senam dan lain-lain. Dalam ilmu kedokteran terus diteliti dan dikembangkan upaya untuk mengurangi tanda-tanda ketuaan, seperti : kulit yang semakin keriput, warna kulit yang berubah, mulai terdapat plek-plek di kulit atau perubahan pigmen dan lain-lain; yang semuanya itu tidak dapat disembunyikan. Timbul pertanyaan : Apakah operasi plastik/operasi kecantikan dapat merubah atau menambah kecantikan seseorang, sehingga menjadi secantik miss universe?   Bagaimana upaya menjaga kecantikan agar tidak luntur dan tetap cantik sepanjang masa? Adakah kecantikan yang abadi, ataukah kecantikan hanyalah kefanaan yang pasti akan semakin meluntur seiring dengan bertambahnya usia?

3.    Kegagahan yang abadi

Setiap orang, siapa saja, pasti ingin memiliki penampilan yang kuat, gagah dan menarik. Berbagai usaha telah dilaksanakan banyak orang; mulai dari senam, olahraga berat sampai memakan vitamin dan suplemen.   Tetapi tanda-tanda ketuaan, seperti : tenaga yang semakin melemah, tubuh yang semakin membungkuk, pandangan yang semakin kabur, dan pendengaran yang semakin berkurang; semuanya itu tidak dapat disembunyikan. Timbul pertanyaan : Bagaimana meningkatkan kekuatan, stamina dan kegagahan serta mempertahankannya agar tidak terjadi penurunan? Mungkinkah menjaga kesehatan yang prima sampai usia sangat lanjut? Adakah kegagahan yang abadi atau kegagahan hanyalah kefanaan yang semakin lama semakin melemah?

4.    Percintaan yang abadi

Setiap orang, siapa saja, jika menginjak usia dewasa, akan timbul rasa ketertarikan pada lawan jenisnya, dan timbul keinginan untuk selalu berkomunikasi dan berdekatan dengannya; yang akhirnya terlibat dalam percintaan yang sangat romantis, sebagaimana digambarkan dalam kisah-kisah yang sejenis dengan :  ‘Romeo and Juliet’ atau ‘Laila Majnun’.

Setiap orang pasti merasa tenang dan tenteram jika kekasihnya berada disampingnya, oleh karena itu sepasang kekasih, yang keduanya sudah dewasa, dan sedang terlibat dalam percintaan yang (sangat) mendalam, pasti menginginkan untuk membina percintaannya menjadi abadi, dalam suatu keluarga yang bahagia sampai kakek-kakek dan nenek-nenek, atau sampai usia tua kelak.

Upaya sepasang kekasih untuk  mengabadikan percintaannya dalam sebuah ikatan perkawinan yang resmi, sah, sakral, suci dan diakui oleh semua pihak; sepatutnyalah niat dan usaha baik keduanya mendapatkan dukungan dari semua pihak dan semua orang, sehingga kebahagiaan mereka berdua menjadi lebih lengkap.  Apabila kemudian dengan kelahiran anak-anak sebagai buah percintaan mereka, tentu akan menambah kebahagiaan mereka berdua, yang seharusnya juga menambah kebahagiaan semua keluarga besar. Timbul pertanyaan : Apakah upaya mengabadikan percintaan akan berhasil, jika percintaan tidak dilanjutkan ke jenjang pernikahan?  Apakah upaya mengabadikan percintaan akan berhasil, jika salah satu pihak melangsungkan pernikahan dengan orang lain? Apakah upaya mengabadikan percintaan akan berhasil, jika keluarga yang telah mereka bina sekian lama mengalami perceraian?  Apakah upaya mengabadikan percintaan perlu dilanjutkan jika dasar jatuh cintanya adalah kefanaan, seperti kecantikan yang semakin lama semakin luntur, atau kegagahan yang semakin lama semakin melemah? Apakah upaya mengabadikan percintaan perlu dilanjutkan jika dari awal percintaannya didasari oleh kebohongan, atau kepentingan yang tidak terpenuhi, seperti kepentingan politik, kepentingan ekonomi atau kepentingan lainnya? Apakah upaya mengabadikan percintaan perlu dilanjutkan, jika anak-anak tidak lagi menjadi sumber kebahagiaan, atau malah hanya menjadi beban kehidupan yang sangat berat?

5.    Kemujuran atau hoki yang selalu ada.

Setiap orang, siapa saja, pasti menginginkan kemajuan usaha yang dilakukannya, dan kemajuan akan selalu didapat jika dalam sedang mengalami kemujuran atau hoki. Dan tidak ingin setiap usahanya mengalami kegagalan usaha atau tidak ingin mengalami kengkrutan atau sedang mengalami kesialan. (ada sekelompok masyarakat yang memuja dewi kwan im untuk mendapatkan kemujuran yang abadi? apakah dengan memuja dewi kwan im akan didapat kemujuran yang abadi, atau hanya mendapat kemujuran yang sesaat?)

Salah satu usaha untuk mendapatkan kemujuran atau hoki adalah dengan memohon bantuan penasehat spiritual, paranormal, dukun, tukang ramal atau yang sejenis lainnya. Muncul ungkapan :”kamu tidak maju karena kurang sesajen”,  yang dimaksud ‘kurang sesajen’ ialah tidak meminta bantuan kepada dukun yang manjur. Yang tragis, dari riwayat kehidupan beberapa dukun yang dianggap manjur, mereka tidak mau menjelaskan ramalannya yang tidak tepat atau meleset, dan  mereka mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Persaingan antar dukun pada masyarakat yang percaya pada tahayul menjadi sangat ketat, karena jumlah mereka yang selalu bertambah; sedangkan pada masyarakat yang tidak percaya pada tahayul, jumlah dukun semakin berkurang.  Timbul pertanyaan : Apakah bantun dukun akan mendatangkan kemujuran atau hoki yang abadi? Bagaimana upaya untuk mengetahui kemujuran yang abadi ataukah kemujuran yang abadi tidak pernah ada?  Apakah kemujuran adalah kefanaan yang hanya berupa kebetulan, kebetulan waktunya, kebetulan tempatnya, kebetulan orangnya, kebetulan metoda dan cara kerjanya, kebetulan peralatannya,  kebetulan biaya dan kesempatannya?

6.    Keamanan dan kerukunan masyarakat secara langgeng

Setiap orang, siapa saja, tentu tidak akan betah,  jika bertempat tinggal di daerah konflik, atau di daerah yang selalu terjadi keributan dan tidak aman. Dan juga tidak akan tenteram jika keluarganya diganggu oleh kejahatan apapun. Semua orang ingin hidup dalam lingkungan masyarakat yang aman dan rukun selamanya.

Terciptanya keamanan dan kerukunan dalam suatu masyarakat, karena setiap anggota masyarakat menjunjung nilai-nilai luhur; sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang  saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi, saling tolong-menolong jika mendapat kesulitan apapun, saling bekerjasama dalam kemajuan usaha apapun serta terbina kekompakan seluruh warga masyarakat.

Pihak generasi sebelum kita, berusaha mengabadikan dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi sesudahnya, agar masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan agar tercipta keamanan dan ketenteraman dalam masyarakat. Peninggalan dari usaha mereka berupa prasasti atau ukiran terpahat pada batu yang berisi suatu pesan atau  informasi  tertentu. (mayoritas masyarakat, hanya melihat sebagai peninggalan karya seni, dengan kurang memperhatikan nilai-nilai luhur yang diwariskan)

semuanya itu dapat kita temukan antara lain di museum atau di candi-candi, seperti : Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Kalasan, Candi Sewu dan candi lainnya. (Menurut mereka,  batu adalah benda yang keras dan akan tahan lama, tapi sangat disayangkan akibat kurangnya perawatan, maka terjadinya kerusakan pada ukiran-ukiran batu yang mengandung nilai-nilai luhur tersebut) Timbul pertanyaan : Apakah keamanan dan ketenteraman akan tercipta secara langgeng, jika setiap anggota masyarakat tidak lagi saling  menghormati, tidak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai luhur? Apakah keamanan dan ketenteraman akan tercipta secara langgeng, jika masyarakat belum siap untuk menerima ‘budaya luar’ yang tidak sesuai atau bertentangan dengan budaya yang ada? Apakah keamanan dan ketenteraman akan tercipta secara langgeng, jika setiap anggota masyarakat tidak ada lagi solidaritas, tidak ada lagi kesetiakawanan sosial, berupaya untuk saling ‘berjauhan’, tidak ada lagi kerjasama dalam semua bidang usaha, dan tidak ada lagi upaya bergotongroyong untuk mengatasi suatu kesulitan, atau bahkan saling mau enak sendiri?

PENCARIAN BUKTI KEABADIAN

Penemuan ‘teori kekekalan massa’ dalam Ilmu Fisika oleh Albert Einstein, mendorong pembuatan ‘Bom Atom’, yang kemudian berkembang menjadi ‘Bom Nuklir’. Penggunaan bom atom, mengakibatkan banyaknya korban yang meninggal dunia, dan kerusakan lingkungan alam yang parah. Maka dapat dikatakan, bahwa bom atom telah menjadi ‘bumerang’ sebagai senjata pembunuh massal  dan penghancur lingkungan yang dahsyat. Sampai saat ini seluruh negara menjadi sibuk, membuat perjanjian untuk memusnahkan semua senjata pembunuh massal. Timbul pertanyaan : Apakah penemuan teori Einstein ini, semula dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari bukti keabadian? Bukankah pembunuhan massal dan penghancuran lingkungan hanya akan menambah permasalahan pada kehidupan manusia selanjutnya? Bukankah upaya apapun untuk mencari bukti keabadian, hanya akan menjadi ‘bumerang’ untuk menemukan lebih banyak lagi bukti kefanaan?

KESIMPULAN

1      Setiap orang yang tidak memahami tentang permasalahan keabadian, dapat mempengaruhi tingkah lakunya, perubahan tingkah laku tersebut dapat dibagi dalam 3 kelompok :

a.   Mereka yang sangat mendambakan keabadian, tanpa memperhatikan kebutuhan, kepentingan dan kebaikan dirinya, keluarganya dan masyarakat sekelilingnya.

b.    Mereka yang tidak mendambakan keabadian dalam kehidupannya, tanpa ada upaya nyata untuk mengatasi setiap perubahan secara rasional.

c.    Mereka yang banyak berangan-angan secara egoisme, atau panjang angan-angan dengan sangat terobsesi dan berambisi; tanpa menyadari bahwa mereka berada dalam kefanaan atau dalam situasi dan kondisi yang selalu berubah dengan cepat setiap saat.

Perubahan tingkah laku pada setiap kelompok tersebut, disebabkan mereka banyak mengalami kekecewaan, stres dan depresi dalam waktu yang lama, maka sebaiknya mereka semua diperiksakan kesehatan jiwanya.

2.    Siapapun, sebaiknya selalu mawas diri, jangan sampai terhanyut oleh permainan duniawi yang mengasyikkan atau oleh rayuan gombal dari kefanaan yang menggiurkan. Kiranya membatasi diri untuk kesehatan, akan lebih baik daripada memperturutkan berbagai hawa nafsu, emosi, dan ambisi, yang tanpa kendali atau  yang tanpa batas, yang hanya mengakibatkan kesengsaraan bagi diri sendiri dan anak cucu mendatang.

PENUTUP

Dengan memahami perbedaan antara keabadian dan kefanaan dengan segala persoalannya (dan dengan merenungkan berbagai pertanyaan yang timbul), diharapkan kita semua menjadi lebih bijaksana dalam menyikapi kefanaan, sehingga lebih sedikit mengalami kekecewaan, dan lebih bahagia dalam menjalani kehidupan ini selanjutnya.

2 Tanggapan to "MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN"

Salam hormat. Artikel yang amat bermanfaat untuk bacaan. Amat bermakna untk menambah ilmu di dada.

memang luar biasa bisa memberi pengetahuan pada orang lain semoga sukses ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2010
S S R K J S M
« Jan   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 174,033 orang
%d blogger menyukai ini: