SULAIMAN Weblog

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

Posted on: September 4, 2010


Tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia ialah  “Safari Ramadlan”  dan “Mudik Lebaran”.

Kedua tradisi ini  berkaitan dengan bulan Ramadlan. Safari Ramadlan dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadlan  dan biasanya dimulai pada waktu magrib dengan acara buka puasa bersama. Adapun  Mudik Lebaran dilaksanakan pada hari-hari sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Dan ada sebagian masyarakat Indonesia mudik lebaran pada Hari Raya Idul Adha.

Tradisi tahunan diakhir Safari Ramadlan, yakni pada malam Hari Raya Idul Fitri adalah melaksanakan “Takbir Keliling”, dan mereka yang melaksanakan Safari Ramadlan secara perorangan, umumnya melaksanakan Takbir Keliling secara bersama-sama, serta bertambah semarak dengan keikutsertaan remaja dan kanak-kanak.

Pada masyarakat Islam di Indonesia terdapat perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Takbir Keliling, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju :

–  Pada kelompok masyarakat Islam yang setuju dengan  pelaksanaan takbir keliling, berargumen : “Bahwa takbir keliling merupakan sebagian dari Syiar Islam untuk menunjukkan keagungan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan bagi orang-orang yang berpuasa.”

–  Pada kelompok  masyarakat Islam yang tidak setuju dengan pelaksanaan takbir keliling berargumen : “Bahwa pelaksanaan takbir selama satu malam pada malam Hari Raya Idul Fitri, lebih baik dilaksanakan di masjid sebagai tempat ibadah yang suci, dan juga sekaligus dapat melaksanakan ibadah lain seperti I’tikaf, sholat, zikir, membaca Al Qur’an, dan lainnya.”

Perbedaan pendapat tersebut, tidak membuat masyarakat islam di Indonesia menjadi terpecah dua, dan mereka semua tetap rukun, bahkan takbir keliling tetap dilaksanakan setiap tahun dan telah menjadi tradisi tahunan pada masyarakat Indonesia.

Pemerintah Daerah dan Pihak Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan larangan melaksanakan  takbir keliling, karena lebih banyak mudharatnya dari manfaatnya. Tetapi larangan pelaksanaan Takbir Keliling tidak sama atau berbeda-beda pada setiap wilayah/daerah. Pada wilayah tertentu, hanya  melarang konvoi takbir keliling melewati jalan-jalan protokol, sedangkan pada wilayah lainnya dilarang menggunakan kendaraan, tapi pada  wilayah lain lagi sama sekali dilarang melaksanakan takbir keliling walau hanya dilakukan oleh beberapa orang, apalagi dilakukan dengan bentuk pawai dalam rombongan besar.

Walaupun terdapat larangan dalam melaksanakan takbir keliling, pada berbagai wilayah di Indonesia, tetapi masyarakat banyak yang mengabaikan larangan ini, dan tetap melaksanakan Takbir Keliling.

Mereka yang melakukan Takbir Keliling umumnya dengan niat ibadah dan niat syiar Islam, bukan niat pamer, bukan niat menjaga gengsi.  Mereka yang melaksanakan Takbir keliling tidak pernah emosi dan tidak pernah marah, jika didahului oleh kendaraan lainnya. Mereka terus bertakbir selama berkeliling dijalan-jalan. Mereka melintas dijalan dengan kecepatan rendah. Kecelakaan Lalu Lintas tidak dapat dihindari, karena umumnya mereka memenuhi badan jalan dan bahu jalan sehingga menghalangi kendaraan lain yang ingin cepat karena ada suatu keperluan. Dan mereka umumnya mengabaikan rambu-rambu lalu lintas, seringkali pelanggaran lalu lintas ini, menjadi sangat merepotkan pihak kepolisian, karena jumlah mereka yang besar dan sulit diatur.

Keadaan jalanan yang relatif lebih sepi pada malam Hari Raya Idul Fitri seringkali dimanfaatkan oleh sekelompok remaja yang “bermimpi jadi pemenang pertama  pada kejuaraan balap motor tingkat dunia” dengan mengendarai motor secara ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi, sayangnya  bukan di Sirkuit Bike Race Internasional tapi di jalan-jalan umum.   “Rally Liar” yang dilakukan oleh sekelompok remaja ini, tentunya sangat membahayakan bagi dirinya dan bagi pengguna jalan lainnya. Mereka melintas jalan-jalan dengan kecepatan sangat tinggi dengan mengabaikan semua rambu lalu lintas. Mereka hanyalah berfikir untuk memamerkan motor barunya dengan kecepatan tinggi, atau memamerkan motor lamanya yang tidak kalah dalam kecepatan tinggi. Jika didahului oleh pengendara lainnya, mereka merasa gengsinya dijatuhkan, dan mereka menjadi emosi dan marah sehingga memacu motornya dengan kecepatan yang lebih tinggi untuk mendahuluinya lagi, akhirnya terjadilah kebut-kebutan. Tanpa berfikir akan keselamatan siapapun.

Jelaslah, bahwa Takbir Keliling tidak bisa disamakan dengan Rally liar, untuk mengantisipasi pelanggaran lalu lintas pada Takbir keliling, tentu perlu pengaturan dan penjelasan atau sosialisasi dari jauh hari sebelumnya. Siapapun harus bersikap melarang para remaja untuk melakukan  rally liar, dan semua pihak haruslah berusaha untuk mencegah terjadinya rally liar.  Kiranya tidak tepat jika kita semua bersikap pasif dengan berharap, bahwa nanti remaja akan sadar sendiri dan tidak melakukan rally liar, apalagi jika para remaja yang melakukan rally liar dalam keadaan mabuk, dibawah pengaruh obat, atau dibawah pengaruh narkoba. Maka sikap tidak peduli, tidak ambil pusing atau sikap emang gue pikirin, akan berakibat bertambahnya kelompok remaja yang melakukan rally liar, yang mungkin membahayakan kita semua dan akan menyusahkan kita semua.

Apa dan bagaimana Safari Ramadlan? Pembahasan berikut akan menjelaskan : (a) Pengertian Safari Ramadlan, (b) Pelaksanaan Safari Ramadlan, (c) Tujuan Safari Ramadlah, (d) Tolok Ukur Keberhasilan Safari Ramadlan (e) Pedoman Pelaksanaan Safari Ramadlan.

Safari Ramadlan hanya terdapat di Indonesia dan tidak terdapat di negara lain, dan pada jaman penjajahan Belanda dan jaman penjajahan Jepang dilarang keras, dulunya bernama  “acara silaturrahmi di bulan Ramadlan” dan Safari RAmadlan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1946 lalu semakin berkembang  pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, dengan Menteri Penerangan Harmoko yang  selalu mempublikasikannya melalui semua media massa sampai tahun 1998, sehingga Safari Ramadlan menjadi sangat popular pada masyarakat Indonesia.

A. PENGERTIAN  SAFARI  RAMADLAN

Pengertian Safari Ramadlan menurut bahasa, merupakan gabungan dari dua buah kata serapan dari bahasa Arab, yakni  :

–      Kata Safari berasal dari kata (سفر – يسفر atau   سافر – يسافر ) yang berarti perjalanan;   dan

–     Kata Ramadlan berasal dari kata ( رمضان ) yang berarti bulan ramadlan, yakni bulan yang penuh rahmat, penuh ampunan, bulan yang paling tepat untuk  berlomba-berlomba mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan berbuat kebaikan, antara lain dengan melaksanakan  berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pengertian Safari Ramadlan :

Pengertian Safari Ramadlan menurut bahasa ialah : “Perjalanan di bulan ramadlan”.

Pengertian Safari Ramadlan menurut istilah ialah : “Melaksanakan berbagai ibadah pada malam hari selama  bulan Ramadlan secara berpindah-pindah tempat, dari satu masjid ke masjid lainnya”.

Pada masyarakat islam di Indonesia terdapat perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Safari Ramadlan, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, sebagai berikut :

–  Pada kelompok masyarakat islam yang setuju dengan pelaksanaan Safari Ramadlan, berargumen : “Bahwa Nabi dan para sahabat membahas masalah kepentingan umat umumnya dilaksanakan di halaman di masjid.”

–  Pada kelompok  masyarakat islam yang tidak setiju (walaupun jumlah mereka sedikit) berargumen : “Bahwa masjid adalah tempat ibadah dan jangan membicarakan masalah-masalah duniawi di masjid”.

Perbedaan pendapat tersebut, tidak membuat masyarakat islam di Indonesia menjadi terpecah dua, dan mereka semua tetap rukun bahkan Safari Ramadlan tetap dilaksanakan setiap tahun dan telah menjadi tradisi tahunan pada masyarakat Indonesia.

Pada sebagian orang terdapat pertanyaan : Mengapa pelaksanaan ibadah berpindah-pindah tempat, yakni dari satu masjid ke masjid lainnya? Apakah diperbolehkan menurut agama? Jawabannya : Ibadah dapat dilakukan di masjid mana saja.1)

B. PELAKSANA SAFARI RAMADLAN

Pelaksanaan Safari Ramadlan secara umum terbagi dua, yakni : secara perorangan dan secara kelembagaan.

1.         Pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan, terdiri dari :

a.         Para Mubaligh, para Kiai, atau para Ustad melaksanakan Safari Ramadlan, karena mereka harus memberikan ceramah agama setiap malam Ramadlan secara berpindah-pindah tempat, dari satu masjid ke masjid lainnya. Tujuannya ialah  memberikan tuntunan agama agar semua umat islam melaksanakan agama secara benar sesuai contoh dari nabi yang suci, serta terhindar dari kesalahan dalam pemahaman dan peribadatan ritual.

b.         Para orang kaya atau siapa saja yang sedang memiliki kelebihan harta, malaksanakan Safari Ramadlan dengan melakukan perjalanan umroh ke Mekah, Madinah dan Palestina dengan tujuan untuk melaksanakan ibadah di Masjid al Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsho serta mengharapkan dapat  menemukan “Malam Lailatul Qodar” pada salah satu tempat suci tersebut.

c.         Para remaja atau mereka masih berusia muda, (umumnya orang-orang yang berusia lanjut atau usianya di atas lima puluh tahun beribadah menetap pada satu masjid). Mereka melaksanakan Safari Ramadlan baik secara sendiri-sendiri atau secara rombongan di berbagai masjid yang mereka dikehendaki secara berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya, dengan tujuan :

1).        الاتباع في العبادة = Mengetahui dan mengikuti pelaksanaan peribadatan di berbagai masjid tersebut, karena pada setiap  masjid walaupun tatacara semua ibadah yang wajib sama, tetapi peribadatan yang sunah berbeda-beda termasuk amalan dan witirnya juga berbeda-beda. Semua perbedaan dalam peribadatan sunah ini bukan menunjukkan perbedaan agama, tapi menunjukkan kelengkapan dan kekayaan tatacara beribadah dengan tuntunannya yang jelas.

2).        الرحلة للطاعة = Melakukan perjalanan ibadah, yakni melakukan perjalanan untuk ketaatan kepada Allah SWT. walaupun dengan berkendaraan atau berjalan kaki, karena semakin jauh tempat yang dituju maka semakin besar pahala yang akan didapat.

3).        طلب العلم = Menuntut ilmu, dengan mendengarkan ceramah agama yang biasanya dilaksanakan sebelum atau antara  sholat tarawih dan witir, atau setelah selesai sholat sunah semuanya. Jelas saja bahwa pahala menuntut ilmu di bulan Ramadlan pahalanya lebih besar 70kali lipat dari selain bulan Ramadlan.

4).        تغيير الحال في العبادة = Merubah suasana dalam beribadah, dengan beribadah di masjid atau musholah yang baru,( maksudnya bukan masjid/musholah yang sama) untuk menjaga agar tetap khusyu’ dalam beribadah dan terhindar  kebosanan dan kejenuhan.

5).        التعرف مع الاخوة = Menemukan teman-teman baru, sehingga terjadi perkenalan antar jamaah, bagi jamaah masjid yang lama tentu kedatangan jamaah baru dengan wajah-wajah baru akan menarik perhatian, maka terbuka kesempatan untuk saling berkenalan, dan dari perkenalan ini banyak yang berlanjut ke jenjang pernikahan. (menemukan jodoh di tempat ibadah tentu akan lebih mengarah pada pembinaan keluarga sakinah dari pada di tempat maksiat).

2.         Pelaksanaan Safari Ramadlan secara kelembagaan, terdiri dari :

a.         Pihak pemerintah, yakni berbagai kementerian/departemen/dinas instansi pemerintahan melaksanakan Safari Ramadlan. Kegiatan Safari Ramadlan  telah menjadi program tahunan pada semua departemen, kementerian atau berbagai dinas instansi pemerintahan.

b.         Pihak Swasta, yakni berbagai perusahaan melaksanakan Safari Ramadlan, terdapat kecenderungan jumlah perusahaan swasta yang melaksanakannya semakin meningkat.

C. TUJUAN SAFARI RAMADLAN

Tujuan pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan sudah jelas (seperti tersebut di atas).  Adapun tujuan umum dari pelaksanaan Safari Ramadlan secara kelembagaan, disamping untuk melaksanakan peribadatan, ialah :

1.       Menyampaikan dan mensosialisasikan berbagai informasi dan program kelembagaan perlu diketahui oleh masyarakat umum, secara lebih spesifik, khususnya kepada masyarakat yang sedang berkumpul.

2.       Meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat umum dalam upaya meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta ikut membantu  mencerdaskan kehidupan bangsa secara umum, khususnya kepada masyarakat yang sedang berkumpul.

3.       Menemukan berbagai informasi dari masyarakat secara nyata, berupa berbagai masukan, hambatan, dan kesulitan yang sedang dialami oleh masyarakat yang ada.

4.       Mencarikan jalan keluar atau solusi dari berbagai kesulitan yang sedang dialami masyarakat yang ada, terutama kesulitan yang berhubungan dengan kelembagaan, secara berhasil guna serta aksi dan hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang ada. (hal ini, membuat mereka yang tidak hadir merasa penasaran dan atau merasa rugi)

5.      Memberikan nilai tambah kepada masyarakat, dengan mencontohkan berupa kegiatan kelembagaan sehingga terjadi peningkatan kepedulian terhadap sesama dan solidaritas sosial pada masyarakat yang ada. (hal ini, membuat mereka yang tidak hadir merasa penasaran dan atau merasa rugi)

6.       Menciptakan suasana  “Sharing Kemajuan” atau tukar informasi dan tukar pikiran ke  arah kemajuan yang sesuai dengan situasi dan kondisi dari lingkungan masyarakat yang ada, yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin. (hal ini, membuat masyarakat menjadi penasaran karena ingin tahu kemajuan apa yang akan dicapai dilingkungannya dalam waktu dekat)

D. TOLOK UKUR KEBERHASILAN  SAFARI  RAMADLAN

Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan sudah jelas, Adapun Tolok Ukur keberhasilan Safari Ramadlan secara kelembagaan, ialah :

1.       Terjadi peningkatan silahturahmi dan kerjasama dengan para ulama, para tokoh agama dan para pemuka masyarakat, serta mereka mendorong adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat terhadap program kelembagaan.

2.       Menghasilkan suatu solusi bagi kesulitan yang dialami masyarakat, atau berupa suatu program peningkatan pelayanan kepada masyarakat, atau rencana pemberdayaan masyarakat  sesuai dengan situasi dan kondisinya.

3.       Terjadi sinkronisasi antara rencana, program, sasaran dan target kelembagaan dengan solusi, dukungan dan partisipasi dari masyarakat.

4.       Terjadi peningkatkan sinerji dan koordinasi, baik inter kelembagaan maupun antar kelembagaan terkait, sehingga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menjadi lebih baik dan lebih optimal.

5.       Terjadi perubahan pada perkembangan angka statistik, yakni : Angka perkembangan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan, sedangkan angka statistik gangguan sosial, tindak kejahatan dan pelanggaran hukum mengalami penurunan.

E.        PEDOMAN PELAKSANAAN  SAFARI  RAMADLAN

Pedoman pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan sudah jelas dan  tentunya disesuaikan dengan niat masing-masing.  Adapun Pedoman pelaksanaan Safari Ramadlan secara kelembagaan ialah :

1.         Menentukan informasi yang akan disampaikan.

Penjabaran lengkap mengenai informasi yang akan disampaikan dari setiap kelembagaan tentu berbeda, maka para pakar masing-masing bidang tentu lebih mengetahui secara pasti, informasi apa dan untuk siapa.

Jadi pada setiap kelembagaan, tidak mungkin tidak ada sesuatu informasi yang tidak perlu disampaikan kepada masyarakat umum. Tentu setiap kelembagaan berbeda isi dan temanya.  Selanjutnya, ditentukan keterpaduan dengan berbagai kelembagaan dan penyesuaian mengenai isi materi yang akan disampaikan, dengan tingkat kamampuan daya tangkap/penerimaan masyarakat yang hadir.  Kalau mudah dimengerti oleh hadirin semuanya, tandanya tidak ada (tidak banyak)  hadirin yang terbengong-bengong.

2.       Bersifat Tidak Formal.

Menghadapi masyarakat umum apalagi di masjid, tentu tidak perlu secara  formal, tidak terlalu protokoler, dan harus diusahakan agar suasananya tidak kaku, dan tercipta suasana santai dan dengan tetap menjaga kehormatan, kebersihan dan kesucian. Dengan selalu memperhatikan hal tersebut, maka komunikasi dua arah akan lebih lancar. Siapapun harus dapat membedakan sikap, sehingga tidak bersikap seperti  kegiatan inspeksi mendadak yang formal dan kaku. Walaupun permasalahan dan orang-orang yang dihadapi hampir sama.

3.       Menentukan tempat pelaksanaan Safari Ramadlan

Pelaksanaan Ramadlan umumnya di masjid-masjid, walau sebenarnya dapat dilaksanakan dimana saja, baik di aula, di ruang terbuka, di stadion dan dimana saja. Prioritas penentuan tempat Safari, selama ini bertempat di masjid karena dianggap lebih praktis dan terdapat hadirin atau jamaah yang sedang berkumpul. Yang terpenting, bukanlah hadirin/masyarakat yang terbanyak dalam jumlahnya, tetapi yang terbanyak mengalami kesulitan mengenai urusan-urusan kelembagaan.

Kegiatan Safari Ramadlan dimanapun tempatnya dengan mendatangi mereka yang paling banyak mengalami kesulitan untuk mengatasi kesulitan mereka, sebagai kelembagaan tentu memiliki fasilitas serta keterkaitan inter dan antar kelembagaan untuk mengatasi kesulitan mereka yang mereka sendiri tidak mampu untuk mengatasinya.

4.       Tidak campur aduk antara urusan ibadah dengan urusan lainnya.

Penjelasan mengenai agama, ibadah dan sejenis tersendiri dan  penjelasan informasi kelembagaan tersendiri, walau pada waktu dan tempat yang bersamaan. Penjelasan mengenai agama dan ibadah hendaklah disampaikan oleh ahlinya. Penjelasan mengenai informasi kelembagaan janganlah disampaikan oleh “Mubaligh karbitan” yang hanya belajar tabligh agama baru tiga bulan, lalu mencampur adukkan semuanya.

5.         Kesederhanaan acara dan penampilan para pelaksana.

Kesederhanaan pelaksanaan Safari Ramadlan tercermin dalam :

a.         Rombongan yang melaksanakan Safari Ramadlan sebaiknya berpakaian seperti layaknya masyarakat umum, janganlah berpakaian mewah dan mahal seperti mirip sejenis konser yang kontras dan menarik perhatian. (istilah umum: ”Jangan mencolok mata”)

b.         Jika diadakan semacam hidangan, makanan atau minuman hendaklah sederhana mungkin dan semua hadirin kebagian rata, serta menghindari pemborosan atau biaya yang besar. (mungkin biaya yang besar akan lebih bermanfaat bagi kepentingan yang lain, seperti untuk santunan fakir miskin)

c.         Susunan acara hendaklah dibuat sesedikit dan sesederhana mungkin, jika terlalu banyak acara maka masyarakat akan bosan, dan sebagian besar dari mereka akan pulang/meninggalkan tempat.

d.         Jika pelaksanaan Safari Ramadlan sebagai acara pokok dikombinasikan atau diselipkan dengan acara musik dan hiburan lainnya, hendaklah seluruh acara tetap sederhana, upayakan isi dari Safari Ramadlan supaya lebih terkesan bagi masyarakat banyak.

e.         Jika seni dan kebudayaan daerah diintegrasi dalam acara Safari Ramadlan, hendaklah hanya bersifat pengenalan sepintas atau hanyalah pementasan yang bersifat sederhana.   (Upaya integrasi ini dapat dijadikan sebagai langkah awal bagi pengembangan selanjutnya dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata daerah)

f.         Acara tambahan, setelah mendapatkan masukan dari pertemuan atau dialog, tetapi hanyalah untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, permasalahan sebenarnya dilapangan. Dan acara tambahan dapat pula berbentuk santunan kepada yatim piatu, bantuan kepada korban bencana alam dan lain-lain.

6.         Mengganti ”Sikap Bersilat Lidah” dengan ”Penggunaan Teknologi Informasi”.

Dalam rangka mencari solusi dan untuk menciptakan suatu kegiatan terpadu dengan menyatukan berbagai unsur terkait. Maka buanglah sikap menjaga gensi dan nama baik dengan sikap  bersilat lidah; akan tetapi gunakanlah teknologi informasi dengan melaksanakan pembicaraan jarak jauh melalui telepon dan gambar yang disambungkan lewat internet, dengan kelembagaan-kelembagaan terkait.

Maka pembicaraan yang tuntas dengan masyarakat yang hadir dan disertai komunikasi langsung dengan berbagai kelembagaan terpadu, lalu ditemukannya suatu solusi yang tepat, cepat dan bermanfaat; tentu akan menggembirakan semua pihak.

7.         Melaksanakan Publikasi seperlunya.

Apakah perlu dipublikasikan setiap pelaksanaan Safari Ramadlan, terlebih dahulu perlu dipertimbangkan. Karena setiap kelembagaan berbeda, ada yang perlu dipublikasikan keseluruhan, ada yang perlu dipublikasikan sebagian, tapi  ada yang tidak perlu dipublikasikan sama sekali. (Jika Rombongan Kapolri melaksanakan Safari Ramadlan ke masjid yang mayoritas jamaahnya/hadirinnya berpangkat brigadier polisi yang banyak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tugas di masyarakat – tentu semua kegiatan Safari ini tidak perlu dipublikasikan sama sekali)

F.         PENUTUP

1.         Kesimpulan

a.         Tradisi tahunan Safari Ramadlan kiranya perlu dikaji ulang oleh siapa saja sebagai upaya “Berbenah diri untuk menyongsong hari depan yang lebih cerah” yang dampak akhirnya akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

b.         Sebelum pelaksanaan Safari Ramadlan, perlu kiranya koordinasi inter dan antar berbagai kelembagaan, untuk memper mudah dalam pencapaian tujuan dari Safari Ramadlan.

2.         Saran

Kegiatan yang sejenis dengan Safari Ramadlan dapat pula dilaksanakan kapan saja, dengan ciri khasnya yang tidak bersifat formal.

3.         Penutup

Tulisan ini hanya sekedar sumbang saran, walaupun bernuansa agama Islam, tetapi kiranya akan dapat pula dilaksanakan pada berbagai tempat ibadah dari agama lain (maksudnya mungkin dapat pula  diadopsi oleh umat agama lain) dengan pelaksanaannya yang berbeda, sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing.

___________

1).   Masjid disebut juga rumah tuhan, maksudnya tempat untuk beribadat kepada tuhan dan semua masjid didirikan atas dasar yang sama, yakni didirikan atas dasar Taqwa kepada Allah SWT.

Masjid bukan milik perorangan, bukan milik satu golongan tertentu, bukan milik satu kelompok masyarakat, bukan milik satu suku, dan bukan milik satu negara. (masjid didirikan oleh orang-orang yang ikhlas)

Masjid tidak ada Hierarki, tidak ada masjid pusat dan tidak ada masjid cabang, dan musholah bukanlah cabang atau bawahan dari masjid.

Perbedaan pahala beribadah di Masjid al Haram adalah berdasarkan hadis yang shahih, tidak menunjukkan (tidak ada keterangan) bahwa Masjid al Haram membawahi masjid-masjid yang lain.

Dan juga, Tidak ada keterangan bahwa beribadah pada masjid lain, pahalanya sama dengan beribadah di Masjid Al Haram, kita sebagai manusia tidak boleh  mencampuri urusan pemberian pahala, karena yang berhak hanyalah  “Yang Maha Pencipta Alam Semesta”

1 Response to "SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR"

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2010
S S R K J S M
« Agu   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 174,033 orang
%d blogger menyukai ini: