SULAIMAN Weblog

Archive for the ‘agama’ Category

Keabadian berasal dari kata ‘abadi’ merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang mendapat awalan ke – dan akhiran  – an. ( abadi  —>   ke – abadi – an)

Kata ‘abadi’ dalam bahasa arabnya (  الأبد = Al Abad ) mengandung  4 arti :

1.   (الدهر = Ad Dahr), artinya : waktu yang lama, atau lama masanya.

2.    (القديم = Al Qodiim), artinya : keberadaannya dalam waktu yang lama, atau keberadaannya sudah ada sejak lama.

3.    (الأزلي = Al Azali), artinya : keberadaannya sejak sejak awal, atau keberadaannya tidak ada awalnya.

4.    (الدائم = Ad Daim), artinya : yang tetap setiap waktu, atau yang tidak berubah setiap saat.

Pengertian abadi berkenaan dengan waktu yang lama, atau berkenaan dengan waktu yang tidak terbatas, atau (مالا نهاية له = malaa nihaayah lah), artinya yang kekal, yang tiada berkesudahan.  Jadi pengertian keabadian ialah : sesuatu yang bersifat kekal, dan keberadaannya dalam waktu yang tiada terhingga, serta bersifat tetap, tidak berubah setiap saatnya.

Keberadaan sesuatu, jika sifat kekalnya dan sifat tetapnya terbatas, hanya dalam waktu tertentu;  atau terjadi perubahan seiring dengan berjalannya waktu, menjadi sesuatu yang lain, atau menjadi rusak, hancur atau sirna. Maka keterbatasan waktu dalam sifat kekalnya, atau perubahan dengan berjalannya waktu, keduanya menunjukkan kefanaan. (kefanaan = tiada keterbatasan)

Keabadian berkorelasi dengan waktu, tetapi keabadian tidak dapat dihitung, tidak dapat diukur dan tidak dapat diperkirakan, karena keabadian tiada terhingga, tiada terbatas dan tiada berkesudahan. Adapun waktu dapat diukur, dapat dihitung dan dapat diperkirakan, ukuran waktu terpendek adalah detik, dan ukuran waktu terpanjang adalah abad. (1 abad = 100 tahun, 1 tahun = 12 bulan)

Terdapatnya sebuah asumsi yang mengatakan : “Bahwa semua berubah, tidak ada yang tetap, yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri.”   Asumsi ini dengan jelas menunjukkan, bahwa semua berada dalam kefanaan. Timbul pertanyaan :   Apakah kita saat ini berada dalam kefanaan?   Adakah keabadian dalam kehidupan ini?

Kapan akan terjadinya perubahan pada sesuatu, sebagai bukti kefanaan, mungkin dapat diprediksi, diramalkan dan diperkirakan. Menurut kebiasaan, semua ramalan dan perkiraan tersebut seringkali menarik perhatian dan terkadang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan sesuatu. Timbul pertanyaan : Bagaimana kalau ramalan dan perkiraan tersebut tidak tepat, atau meleset? Apa yang akan terjadi pada waktu mendatang, jika ramalan dan perkiraan yang tidak logis dan tidak rasional dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan?

Sejak jaman dahulu kala, telah banyak orang yang membuat perkiraan dan ramalan tentang masa depan, tetapi sampai saat ini kebanyakan ramalan mereka tidak tepat, tidak terbukti atau meleset. Dan kemungkinan untuk selanjutnya, akan selalu ada orang yang membuat ramalan tentang masa depan. Ramalan tentang masa depan adalah suatu metode kuno, atau metode yang telah ada sejak sebelum jaman batu (Pra-megalitikum) yang semula dimaksudkan untuk menguak keabadian, atau untuk mengetahui terjadinya keabadian. Timbul pertanyaan : Apakah keabadian itu mustahil?  Bukankah di dunia ini tidak ada yang mustahil?

KEABADIAN YANG DIDAMBAKAN DALAM KEHIDUPAN

Setiap orang, siapa saja, pasti sangat menginginkan atau mendambakan suatu keabadian dalam kehidupannya, maka berbagai rayuan yang berisi tentang keabadian akan selalu menarik perhatian dan menggiurkan siapa saja. Adapun hal-hal yang didambakan keabadian dalam kehidupan ini, antara lain :

1.    Umur yang panjang

Setiap orang, siapa saja, walaupun sudah lanjut usia, tentu masih mengharapkan umur yang panjang, dan masih betah untuk hidup lebih lama lagi di dunia ini. Berbagai usaha telah dilaksanakan oleh banyak orang, diantaranya oleh Raja Wanli dari Dinasti Ming (1368 – 1644), telah berusaha mengumpulkan seluruh tabib, sinshe dan  dokter  dari seluruh dunia, dengan maksud sebagai usaha untuk memperpanjang umur, akhirnya dengan perasaan penuh kekecewaan dia berkata :”Saya dapat mengalahkan kerajaan manapun, tetapi saya tidak dapat mengalahkan kematian”.

Pada setiap agama, terdapat doa untuk memohon panjang umur, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain; tetapi pada paham keagamaan yang keliru atau aliran yang menyimpang  atau sekte agama yang sesat; tidak ditemukan doa sejenis ini, dan mereka lebih banyak menekankan pada pengertian keabadian menurut versi mereka masing-masing. ( sungguh  celaka, jika versi keabadian mereka masing-masing hanyalah kefanaan belaka?!!!)

Kalau ada obat atau ramuan/campuran makanan yang bisa memperpanjang umur, pasti akan dicari oleh banyak orang, akan laku keras dan harganya akan sangat mahal sekali. Dan perayaan ulang tahun dengan mengundang sanak saudara dan teman-teman semua, merupakan ungkapan kegembiraan karena umurnya telah bertambah satu tahun; tapi menurut versi lain, justru sebaliknya atau umurnya berkurang satu tahun dari ajal. (ajal = detik akhir kehidupan) Timbul pertanyaan : Apakah dari tanda-tanda fisik dapat diketahui kapan ajal itu tiba? Adakah  upaya lain untuk mengetahuinya serta upaya lain untuk menunda ajal?

2.    Kecantikan yang Abadi

Setiap wanita, siapa saja, pasti menginginkan memiliki kecantikan yang secantik miss universe (seperti ratu kecantikan dunia) dan memiliki kecantikan yang alamiah, langgeng dan tetap cantik sepanjang masa.  Berbagai usaha telah dilaksanakan banyak orang dari merawat wajah, kulit, tubuh, sampai diet, senam dan lain-lain. Dalam ilmu kedokteran terus diteliti dan dikembangkan upaya untuk mengurangi tanda-tanda ketuaan, seperti : kulit yang semakin keriput, warna kulit yang berubah, mulai terdapat plek-plek di kulit atau perubahan pigmen dan lain-lain; yang semuanya itu tidak dapat disembunyikan. Timbul pertanyaan : Apakah operasi plastik/operasi kecantikan dapat merubah atau menambah kecantikan seseorang, sehingga menjadi secantik miss universe?   Bagaimana upaya menjaga kecantikan agar tidak luntur dan tetap cantik sepanjang masa? Adakah kecantikan yang abadi, ataukah kecantikan hanyalah kefanaan yang pasti akan semakin meluntur seiring dengan bertambahnya usia?

3.    Kegagahan yang abadi

Setiap orang, siapa saja, pasti ingin memiliki penampilan yang kuat, gagah dan menarik. Berbagai usaha telah dilaksanakan banyak orang; mulai dari senam, olahraga berat sampai memakan vitamin dan suplemen.   Tetapi tanda-tanda ketuaan, seperti : tenaga yang semakin melemah, tubuh yang semakin membungkuk, pandangan yang semakin kabur, dan pendengaran yang semakin berkurang; semuanya itu tidak dapat disembunyikan. Timbul pertanyaan : Bagaimana meningkatkan kekuatan, stamina dan kegagahan serta mempertahankannya agar tidak terjadi penurunan? Mungkinkah menjaga kesehatan yang prima sampai usia sangat lanjut? Adakah kegagahan yang abadi atau kegagahan hanyalah kefanaan yang semakin lama semakin melemah?

4.    Percintaan yang abadi

Setiap orang, siapa saja, jika menginjak usia dewasa, akan timbul rasa ketertarikan pada lawan jenisnya, dan timbul keinginan untuk selalu berkomunikasi dan berdekatan dengannya; yang akhirnya terlibat dalam percintaan yang sangat romantis, sebagaimana digambarkan dalam kisah-kisah yang sejenis dengan :  ‘Romeo and Juliet’ atau ‘Laila Majnun’.

Setiap orang pasti merasa tenang dan tenteram jika kekasihnya berada disampingnya, oleh karena itu sepasang kekasih, yang keduanya sudah dewasa, dan sedang terlibat dalam percintaan yang (sangat) mendalam, pasti menginginkan untuk membina percintaannya menjadi abadi, dalam suatu keluarga yang bahagia sampai kakek-kakek dan nenek-nenek, atau sampai usia tua kelak.

Upaya sepasang kekasih untuk  mengabadikan percintaannya dalam sebuah ikatan perkawinan yang resmi, sah, sakral, suci dan diakui oleh semua pihak; sepatutnyalah niat dan usaha baik keduanya mendapatkan dukungan dari semua pihak dan semua orang, sehingga kebahagiaan mereka berdua menjadi lebih lengkap.  Apabila kemudian dengan kelahiran anak-anak sebagai buah percintaan mereka, tentu akan menambah kebahagiaan mereka berdua, yang seharusnya juga menambah kebahagiaan semua keluarga besar. Timbul pertanyaan : Apakah upaya mengabadikan percintaan akan berhasil, jika percintaan tidak dilanjutkan ke jenjang pernikahan?  Apakah upaya mengabadikan percintaan akan berhasil, jika salah satu pihak melangsungkan pernikahan dengan orang lain? Apakah upaya mengabadikan percintaan akan berhasil, jika keluarga yang telah mereka bina sekian lama mengalami perceraian?  Apakah upaya mengabadikan percintaan perlu dilanjutkan jika dasar jatuh cintanya adalah kefanaan, seperti kecantikan yang semakin lama semakin luntur, atau kegagahan yang semakin lama semakin melemah? Apakah upaya mengabadikan percintaan perlu dilanjutkan jika dari awal percintaannya didasari oleh kebohongan, atau kepentingan yang tidak terpenuhi, seperti kepentingan politik, kepentingan ekonomi atau kepentingan lainnya? Apakah upaya mengabadikan percintaan perlu dilanjutkan, jika anak-anak tidak lagi menjadi sumber kebahagiaan, atau malah hanya menjadi beban kehidupan yang sangat berat?

5.    Kemujuran atau hoki yang selalu ada.

Setiap orang, siapa saja, pasti menginginkan kemajuan usaha yang dilakukannya, dan kemajuan akan selalu didapat jika dalam sedang mengalami kemujuran atau hoki. Dan tidak ingin setiap usahanya mengalami kegagalan usaha atau tidak ingin mengalami kengkrutan atau sedang mengalami kesialan. (ada sekelompok masyarakat yang memuja dewi kwan im untuk mendapatkan kemujuran yang abadi? apakah dengan memuja dewi kwan im akan didapat kemujuran yang abadi, atau hanya mendapat kemujuran yang sesaat?)

Salah satu usaha untuk mendapatkan kemujuran atau hoki adalah dengan memohon bantuan penasehat spiritual, paranormal, dukun, tukang ramal atau yang sejenis lainnya. Muncul ungkapan :”kamu tidak maju karena kurang sesajen”,  yang dimaksud ‘kurang sesajen’ ialah tidak meminta bantuan kepada dukun yang manjur. Yang tragis, dari riwayat kehidupan beberapa dukun yang dianggap manjur, mereka tidak mau menjelaskan ramalannya yang tidak tepat atau meleset, dan  mereka mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Persaingan antar dukun pada masyarakat yang percaya pada tahayul menjadi sangat ketat, karena jumlah mereka yang selalu bertambah; sedangkan pada masyarakat yang tidak percaya pada tahayul, jumlah dukun semakin berkurang.  Timbul pertanyaan : Apakah bantun dukun akan mendatangkan kemujuran atau hoki yang abadi? Bagaimana upaya untuk mengetahui kemujuran yang abadi ataukah kemujuran yang abadi tidak pernah ada?  Apakah kemujuran adalah kefanaan yang hanya berupa kebetulan, kebetulan waktunya, kebetulan tempatnya, kebetulan orangnya, kebetulan metoda dan cara kerjanya, kebetulan peralatannya,  kebetulan biaya dan kesempatannya?

6.    Keamanan dan kerukunan masyarakat secara langgeng

Setiap orang, siapa saja, tentu tidak akan betah,  jika bertempat tinggal di daerah konflik, atau di daerah yang selalu terjadi keributan dan tidak aman. Dan juga tidak akan tenteram jika keluarganya diganggu oleh kejahatan apapun. Semua orang ingin hidup dalam lingkungan masyarakat yang aman dan rukun selamanya.

Terciptanya keamanan dan kerukunan dalam suatu masyarakat, karena setiap anggota masyarakat menjunjung nilai-nilai luhur; sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang  saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi, saling tolong-menolong jika mendapat kesulitan apapun, saling bekerjasama dalam kemajuan usaha apapun serta terbina kekompakan seluruh warga masyarakat.

Pihak generasi sebelum kita, berusaha mengabadikan dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi sesudahnya, agar masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan agar tercipta keamanan dan ketenteraman dalam masyarakat. Peninggalan dari usaha mereka berupa prasasti atau ukiran terpahat pada batu yang berisi suatu pesan atau  informasi  tertentu. (mayoritas masyarakat, hanya melihat sebagai peninggalan karya seni, dengan kurang memperhatikan nilai-nilai luhur yang diwariskan)

semuanya itu dapat kita temukan antara lain di museum atau di candi-candi, seperti : Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Kalasan, Candi Sewu dan candi lainnya. (Menurut mereka,  batu adalah benda yang keras dan akan tahan lama, tapi sangat disayangkan akibat kurangnya perawatan, maka terjadinya kerusakan pada ukiran-ukiran batu yang mengandung nilai-nilai luhur tersebut) Timbul pertanyaan : Apakah keamanan dan ketenteraman akan tercipta secara langgeng, jika setiap anggota masyarakat tidak lagi saling  menghormati, tidak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai luhur? Apakah keamanan dan ketenteraman akan tercipta secara langgeng, jika masyarakat belum siap untuk menerima ‘budaya luar’ yang tidak sesuai atau bertentangan dengan budaya yang ada? Apakah keamanan dan ketenteraman akan tercipta secara langgeng, jika setiap anggota masyarakat tidak ada lagi solidaritas, tidak ada lagi kesetiakawanan sosial, berupaya untuk saling ‘berjauhan’, tidak ada lagi kerjasama dalam semua bidang usaha, dan tidak ada lagi upaya bergotongroyong untuk mengatasi suatu kesulitan, atau bahkan saling mau enak sendiri?

PENCARIAN BUKTI KEABADIAN

Penemuan ‘teori kekekalan massa’ dalam Ilmu Fisika oleh Albert Einstein, mendorong pembuatan ‘Bom Atom’, yang kemudian berkembang menjadi ‘Bom Nuklir’. Penggunaan bom atom, mengakibatkan banyaknya korban yang meninggal dunia, dan kerusakan lingkungan alam yang parah. Maka dapat dikatakan, bahwa bom atom telah menjadi ‘bumerang’ sebagai senjata pembunuh massal  dan penghancur lingkungan yang dahsyat. Sampai saat ini seluruh negara menjadi sibuk, membuat perjanjian untuk memusnahkan semua senjata pembunuh massal. Timbul pertanyaan : Apakah penemuan teori Einstein ini, semula dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari bukti keabadian? Bukankah pembunuhan massal dan penghancuran lingkungan hanya akan menambah permasalahan pada kehidupan manusia selanjutnya? Bukankah upaya apapun untuk mencari bukti keabadian, hanya akan menjadi ‘bumerang’ untuk menemukan lebih banyak lagi bukti kefanaan?

KESIMPULAN

1      Setiap orang yang tidak memahami tentang permasalahan keabadian, dapat mempengaruhi tingkah lakunya, perubahan tingkah laku tersebut dapat dibagi dalam 3 kelompok :

a.   Mereka yang sangat mendambakan keabadian, tanpa memperhatikan kebutuhan, kepentingan dan kebaikan dirinya, keluarganya dan masyarakat sekelilingnya.

b.    Mereka yang tidak mendambakan keabadian dalam kehidupannya, tanpa ada upaya nyata untuk mengatasi setiap perubahan secara rasional.

c.    Mereka yang banyak berangan-angan secara egoisme, atau panjang angan-angan dengan sangat terobsesi dan berambisi; tanpa menyadari bahwa mereka berada dalam kefanaan atau dalam situasi dan kondisi yang selalu berubah dengan cepat setiap saat.

Perubahan tingkah laku pada setiap kelompok tersebut, disebabkan mereka banyak mengalami kekecewaan, stres dan depresi dalam waktu yang lama, maka sebaiknya mereka semua diperiksakan kesehatan jiwanya.

2.    Siapapun, sebaiknya selalu mawas diri, jangan sampai terhanyut oleh permainan duniawi yang mengasyikkan atau oleh rayuan gombal dari kefanaan yang menggiurkan. Kiranya membatasi diri untuk kesehatan, akan lebih baik daripada memperturutkan berbagai hawa nafsu, emosi, dan ambisi, yang tanpa kendali atau  yang tanpa batas, yang hanya mengakibatkan kesengsaraan bagi diri sendiri dan anak cucu mendatang.

PENUTUP

Dengan memahami perbedaan antara keabadian dan kefanaan dengan segala persoalannya (dan dengan merenungkan berbagai pertanyaan yang timbul), diharapkan kita semua menjadi lebih bijaksana dalam menyikapi kefanaan, sehingga lebih sedikit mengalami kekecewaan, dan lebih bahagia dalam menjalani kehidupan ini selanjutnya.

Iklan

Banyak kejadian bersejarah pada tanggal 10 Muharram, salah satu kejadian terbesar yang merubah keadaan manusia sampai saat ini, ialah kemenangan Nabi Musa Alaihi Salam atas raja Fir’aun. Nabi Musa Alaihi Salam beserta pengikutnya selamat menyeberangi laut Merah dan Raja Fir’aun dengan seluruh tentaranya tenggelam di laut Merah. (kejadian ini menunjukkan mu’jizat atau tanda kenabian dari Allah SWT. Kepada nabi Musa Alaihi Salam)

Perayaan 10 Muharram pada setiap tahun, hanya dirayakan oleh dua agama besar :

1. Agama Yahudi. Para pendeta Yahudi merayakan 10 Muharram setiap tahun, sesuai ajaran agama Yahudi, yakni berpuasa sehari penuh.

2. Agama Islam. Umat Islam merayakan 10 Muharram setiap tahun, sesuai ajaran agama islam, yakni :

a. Berpuasa mulai tanggal 9 sampai tanggal 10 Muharram, berpuasa dua hari.

b. Memberikan santunan kepada para yatim piatu, dan menjadikannya sebagai hari raya anak yatim. (dan pada hari lainpun tetap memberikan santunan kepada anak yatim, jadi tidak hanya sekali dalam setahun)

Semoga mereka yang merayakan 10 Muharram, sesuai janji pasti dari Tuhan Yang Maha Benar dan Tuhan tidak pernah menyalahi janjiNya, yakni :

1. Mendapatkan ampunan dan diampuni semua dosanya pada tahun yang telah lalu.

2. Ditambahkan sifat-sifat baik, seperti : rendah hati, sopan santun, ramah tamah, tidak sombong, menghargai dan menyayangi semua orang, selalu tawadlu’ dan lain-lain.

3. Dihilangkan semua sifat-sifat buruk seperti : tidak memuji diri, tidak merasa paling hebat, tidak merasa paling suci, tidak serakah terhadap harta, tidak ambisi terhadap kekuasaan, tidak terobsesi untuk penyalahgunaan wewenang, dan lain-lain.

4. Mendapatkan kekayaan dan kekuatan jiwa dalam mengendalikan semua hawa nafsu, dan kecenderungan hati untuk beribadah dan kecenderungan hati kepada yang baik, benar dan halal, serta terhindar dari hal-hal yang dimurkai Tuhan Yang maha Kuasa.

Sebaiknya kita semua ikut merayakan 10 Muharram, minimal berjiwa besar dan menyantuni anak yatim dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih apapun.

Catatan : Perhitungan tanggal masehi selalu berubah setiap tahun, karena tanggal masehi berdasarkan perhitungan peredaran matahari, tanggal hijriyah berdasarkan perhitungan peredaran bulan :

– Pada tahun 2009 bertepatan tanggal 26 Desember untuk 9 Muharram, dan 27 Desember untuk 10 Muharram.

 – Pada tahun 2010 bertepatan tanggal 15 Desember untuk 9 Muharram, dan 16 Desember untuk 10 Muharram.

IDUL FITRI 1430 H

Sungguh nikmat sekali, bila hidup selalu dalam keridhoan Tuhan Maha Pencipta dan sekaligus dalam keridhoan manusia, dan momentum yang paling tepat untuk meraihnya adalah saat lebaran, saat Iedul Fitri.

Pada hari raya Idul Fitri semua orang yang berpuasa, dihadapan Tuhan kembali kefitrahnya yang tiada berdosa, dan dihadapan manusia saling bermaaf-maafan. Dan setelah ditempa oleh perihnya rasa lapar, maka kita akan merasa empati dengan rasa sayang dan kasihan kepada orang yang kelaparan. (mereka yang tidak pernah merasa lapar, kemungkinan tidak pernah kasihan kepada orang miskin yang kelaparan)

Yang paling tepat, dimulai pada hari Iedul Fitri adalah menyayangi sesama manusia dan memaafkan semua kesalahan kepada orang-orang yang bersalah, sehingga tidak ada dendam, tidak ada sakit hati, dan selanjutnya berusaha untuk tidak berbuat kesalahan kepada sesama manusia dan semua itu adalah cerminan dari orang-orang bertaqwa.

Mempererat tali kekeluargaan dan tali silaturrahmi, adalah dasar dari kehidupan bermasyarakat yang sehat, maka dalam acara “kumpul saat lebaran” atau saat “pulang kampung”, yang terpenting adalah memohon maaf kepada kedua orang tua (atau sungkem), sekaligus bersyukur kepada mereka berdua karena jasa-jasa kedua orang tua tidak mungkin terbalaskan.

Terjalinnya hubungan batin yang erat dengan rasa cinta dan sayang antara semua anggota keluarga, menciptakan ketenangan jiwa dan perasaan, maka berpisah dengan keluarga, saat lebaran, pasti “merasa ada yang hilang” atau merasa sedih/lara yang terpendam.

Memusuhi keluarga sendiri adalah salah satu ciri dari pemahaman yang salah, atau salah satu tanda dari aliran sesat, kalau seseorang membohongi dan memusuhi orang tua sendiri dan saudara sendiri, maka ada dua kemungkinan : pertama “jiwanya sedang sakit” atau, kedua  terpengaruh oleh aliran-aliran sesat.

Dalam jiwa yang sehat pada setiap orang akan terbina kehidupan masyarakat yang sehat.

Penulis mohon maaf lahir dan batin kepada semua rekan dan pembaca, karena sebagai manusia tentu tempatnya kesalahan dan lupa serta tidak ada manusia yang sempurna.

Semoga kita semua hidup dalam keridhoanNya selalu.

Wahai Tuhanku Yang Maha Penyayang ….. Betapa besar harapanku padaMu …… walau aku telah berdoa dan sedikit berusaha, tetapi kalau Engkau menetapkan lain, maka aku mohon tunjukilah aku …..

Aku berdoa kepadaMu memohon ampunan bagi orang-orang yang aku cintai dan sayangi, tetapi kalau Engkau menetapkan lain, sehingga mereka tidak Engkau ampuni, maka tunjukilah aku wahai Maha Penyayang.!

Aku berdoa kepadaMu memohon kebahagiaan dunia akhirat bagi orang-orang yang aku cintai dan sayangi, tetapi kalau Engkau menetapkan lain, sehingga kehidupan mereka kurang berbahagia, maka tunjukilah aku wahai Maha Penyayang.!

Aku berdoa padaMu memohon hidayah, taufik dan barokah bagi orang-orang yang aku cintai dan sayangi, tetapi kalau Engkau menetapkan lain, sehingga dalam kehidupan mereka mereka tidak mendapatkan hidayah, tidak ada taufik dan tidak ada kebarokahan, maka tunjukilah aku wahai Maha Penyayang.!

Dengan keterbatasan waktu, sehingga aku sering melupakanMu, sedikit beribadah, sedikit berbuat baik kepada orang-orang yang aku cintai dan sayangi dan kepada orang-orang yang sepatutnya aku berbuat baik, maka ampunilah aku tunjukilah aku wahai Maha Penyayang.!

Tuhanku …Aku telah sedikit berusaha mengajak berbuat kebaikan dan pahala kepada orang-orang yang aku cintai dan sayangi dan agar jauh dari murkaMu, tetapi kalau Engkau menetapkan lain, sehingga mereka Engkau timpakan cobaan, musibah, bencana alam, berbagai penyakit, dan sebagainya, maka tunjukilah aku wahai Maha Penyayang.!

Tuhanku ….. Aku telah sedikit berusaha mengajak pembaca untuk bekerja keras menciptakan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat, tetapi kalau Engkau menetapkan lain, sehingga kehidupan rakyat dan masyarakat kurang sejahtera, maka tunjukilah aku wahai Maha Penyayang.!

Tuhanku ….. Aku telah sedikit berusaha mengajak pembaca untuk mngatakan “anti teroris”, tetapi kalau Engkau menetapkan lain, sehingga mereka tidak mendengarnya atau takut untuk mengatakannya, maka tunjukilah aku wahai Maha Penyayang.!

Tuhanku ….. Jauhkanlah aku dan para pembaca dari ajaran-ajaran sesat dan paham-paham keliru, aku memohon ketetapan yang baik dariMu, maka tunjukilah aku dan para pembaca, wahai Maha Penyayang.!

Amin.

ILMU  MATEMATIKA

Perkalian Negatif dan Positif hasilnya Positif

Contohnya :

-A  X  -B  =  +AB

-2   X  -3  =  +6

+A  X  +B  =  +AB

2  X   3   =  6

(selanjutnya berapa angkanya?)

ILMU  SOSIAL

Pembuktian dalam Ilmu Sosial

Patokannya :

Faktor Alam sekitar dihadapkan dengan Faktor Tingkah laku manusia

Tentukan dulu :

Nilai positif dan negatifnya

Pendahuluan.

Ilmu matematika adalah suatu ilmu yang telah diakui kebenarannya, yang akan kita buktikan dalam kehidupan kita adalah perkaliannya, baik perkalian yang bernilai positif maupun perkalian yang bernilai negatif seperti dalam kotak sebelah kiri di atas.

Kita sering ditentukan oleh alam sekitar kita dalam berupaya mencapai sesuatu;  atau kita kadang-kadang mengalami kegagalan dalam mencapai sesuatu, karena dibatasi oleh  alam sekitar kita.  Maka yang dijadikan bahan perkalian adalah faktor alam, berupa kesuburan, tersedianya sarana dan lain-lain dihadapkan dengan faktor tingkah laku manusia  yang berupa motif kepentingan duniawi dan motif kepentingan ukhrowi. (penjelasan tentang kedua motif ini silahkan baca : Pertarungan tiada akhir bagian kedua)

Penentuan Nilai Positif dan Negatif

Baik faktor alam maupun faktor tingkah laku, terlebih dahulu kita tentukan nilai positif dan negatifnya, sebagai berikut :

1.         Bernilai Positif

a.         Faktor Alam, dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari secara nyata, jika tersedia semua sarana dan lingkungan mendukung  untuk pemenuhan kebutuhan hidup, maka  bernilai positif.

b.         Faktor Tingkah Laku, dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari secara nyata, jika dengan motif kepentingan duniawi, maka bernilai positif.

2.         Bernilai Negatif

a.         Faktor alam, jika tidak tersedia sarana dan lingkungan yang mendukung  pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari secara nyata, maka  bernilai negatif.

b.         Faktor Tingkah laku, dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari secara nyata, jika dengan motif kepentingan ukrowi, maka bernilai negatif

Sedangkan penentuan berapa besarnya nilai kuantitatif dari setiap faktor tersebut,  terserah penilaian pembaca : apakah 2 atau 3 atau 5 dan seterusnya, pembaca bisa memperkirakannya, untuk pembahasan selanjutnya, besaran angkanya tidak ditulis.

Terjadinya Perkalian Negatif

Jika Faktor alam adalah (A).      Dengan kondisi dan keadaan alam sekitar yang gersang, kering kerontang, yang hanya terdiri dari pasir dan batu-batu karang cadas yang keras, tanpa ada sumber air, tanpa ada tanaman, sehingga sepintas tidak terlihat adanya harapan untuk hidup disini, maka dapat kita katakan minus (-A),

Jika Faktor tingkah laku adalah (B).     Dengan motivasi kepentingan ukhrowi, yakni kepentingan jangka sangat panjang sehingga sulit diukur, dan berorientasi untuk kehidupan yang lebih/sangat kekal, bukan kehidupan nyata sekarang, motivasi ini kurang disenangi menjadi kurang dimengerti, karena  hanya dianggap pemborosan, maka dapat kita katakan minus (-B)

Maka terjadilah perkalian minus/negatif sebagai berikut : -A  X  -B  =  +AB  (besaran angka pada +AB tidak terhitung karena tidak diketahui  –A  dan  –B  nya.

Semua ini bertentangan dengan asumsi nalar kita tentang kehidupan ini :

1.         Alam akan semakin rusak, karena akan dieksploitasi habis-habisan, sebagai  upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya apapun akan dilakukannya, termasuk perusakan lingkungan, dan setelah rusak parah akan ditinggalkan.

2.         Manusia tidak akan berkembang, dan akan punah di  alam yang demikian keras, kejam, dan sadis, maka tidak ada satu orangpun akan menempati alam yang demikian.

Pembuktian kebenaran ini, adalah kejadian Abraham (Nabi Ibrohim AS.) dengan isterinya Hagar (Siti Hajar) yang menempati suatu daerah yang semula hanyalah gunung berbatu-batu yang berwarna hitam keabu-abuan, yang ada hanya pasir panas tanpa pohon, sumber tanpa sumber air, dan sekarang daerah Mekah.

Kita dapat membuat tinjauan, bahwa faktor alamnya ketika mereka datang pertama kali bernilai minus (-A), dan faktor motivasi mereka berdua adalah minus (-B), maka terjadilah perkalian minus diatas.  Dan sekarang kota Mekah menjadi tempat beribadah haji bagi orang islam serta orang yang berkunjung atau transit untuk umroh,  maupun yang berasimilasi (perkawinan campuran antar suku, antar ras,antar etnis) di kota Mekah semuanya  cenderung selalu meningkat.

Dan mungkin pola perkalian sejenis dapat menjelaskan.  mengapa ada orang yang hidup di daerah puncak gunung yang tinggi, di kutub utara atau selatan, atau disuatu pulau terpencil yang gersang,  atau di daerah ekstrim lainnya.

Terjadinya Perkalian Positif

Jika Faktor alam  (A). mendukung untuk pemenuhan kebutuhan harian, dengan tanah yang subur seperti di Indonesia, kecuali di Indonesia bagian timur yang sedikit kurang subur dibandingkan di daerah barat Indonesia, berarti bernilai positif (+A)  dan jika faktor tingkah laku   (B), dengan motivasi kepentingan duniawi, dan pelaksanaan investasi yang matang dalam segala bidang, maka berarti bernilai positif (+B)   Maka terjadilah perkalian positif  :  +A  X  +B  =  +AB

Contoh perkalian positif ini seharusnya terjadi di Indonesia, mengapa tidak demikian, jawabnya mungkin besaran angka pada (+B)-nya adalah 0,0001.  Dan kalau besaran angkanya melebihi 10  saja, didukung alam Indonesia mengandung sumber daya alam yang kaya, ada kemungkinan Indonesia menjadi tempat singgah, berkunjung atau transit untuk rekreasi, maupun untuk berasimilasi (perkawinan campuran antar suku, antar ras,antar etnis) yang (ada kecenderungan) melebihi daerah  manapun di dunia ini.

Faktor keindahan alam Indonesia adalah bernilai plus satu (+1) dari pariwisata, kalau benar-benar dikelola, semua daerah pulau  menjadi tujuan wisata laut di dunia, jadi tidak hanya Pulau Bali yang sudah terkenal, tetapi kalau tidak dikelola nilainya jadi nol  dan kemungkinan bisa minus sebab semuanya bisa berubah jadi daerah “sempit dan kumuh” seperti Tanjung Periuk.

Penutup.     Semua perkalian ini mungkin dapat menjelaskan kegagalan dari beberapa orang yang mengikuti Program Proyek Transmigrasi pemerintah Republik Indonesia, walaupun sebagian besar mereka berhasil. (lebih dari 98% mereka berhasil/betah disana dan tidak kembali ke daerah asalnya). Silahkan direnungkan.

Bisakah kita memanfaatkan ini semua untuk kesejahteraan kita bersama.

3. Pertarungan antara Kepentingan Duniawi dengan Kepentingan Ukhrowi.

Setiap orang, dalam setiap tingkah lakunya, baik disadari atau tidak disadarinya, dipengaruhi oleh suatu motif perbuatan, ada kemungkinan pada perbuatan yang sama, tapi motifnya berbeda. Yang menjadi motif suatu perbuatan adalah berupa suatu kepentingan atau beberapa kepentingan secara berbarengan. Semua kepentingan tersebut dapat kita bagi menjadi dua, yakni kepentingan duniawi dan kepentingan ukhrowi. Terjadinya pertarungan antara dua kepentingan tersebut adalah berupa persaingan untuk terpenuhinya keduanya dalam waktu, detik, tempat, situasi, dan keadaan yang bersamaan. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dibahas : (a) Motif tingkah laku manusia, (b) Batasan kepentingan duniawi dan ukhrowi, (c) Akibat dari kurangnya memahami  pengertian duniawi dan ukhrowi, (c) Tinjauan menurut kepentingan duniawi dan ukhrowi.

a. Motif tingkah laku manusia.

Menurut teori Abraham H Maslow tentang hierarkhi dari lima tingkat kebutuhan manusia dan teori ERG Clayton Alderfer tentang tiga tingkat kebutuhan manusia, bahwa kebutuhan yang paling rendah adalah pemenuhan kebutuhan fisik. Walaupun kedua teori ini mengandung kebenaran; tetapi tidak dijelaskan bagaimana cara pemenuhannya, dan pada praktiknya apa motif dari suatu perbuatan. Sebenarnya suatu kepentingan atau beberapa kepentingan yang tidak bisa kita prediksi begitu saja, demikian pula jenjangnya sampai hierarkhi yang mana, dan tidak bisa diprediksi pertumbuhan semua motifnya secara progresiv. Kenyataannya semua kepentingan yang menjadi motif tingkah laku demikian kompleks. Contoh berikut mencoba menjelaskan perbedaan motif dari suatu perbuatan yang sama :

1). Orang yang lapar, harus makan untuk mempertahankan hidupnya, ketika tidak punya uang untuk membeli makanan, dia merebut makanan orang lain dan atau mencuri makanan orang lain. Maka motif perbuatan merebut dan atau mencuri adalah lapar.

2). Ketika semua orang sedang kelaparan dan kehausan, maka pada waktu itu terjadi perubahan nilai, yakni nilai makanan dan minuman menjadi lebih mahal dari emas, dan emas nilainya turun, sehingga banyak orang yang mau menukarkan emasnya dengan makanan dan minuman. Terjadilah perebuatan dan atau pencurian makanan dan minuman, walaupun mereka sudah kenyang, walaupun mereka sudah kaya. Maka motif perbuatan merebut dan mencuri adalah perubahan nilai.

Dari contoh di atas, secara sekilas, kita hanya melihat terjadinya perbuatan yang sama yakni perebutan dan pencurian makanan. Tetapi jika kita teliti apa yang menjadi latar belakang kepentingannya, maka kita baru bisa membedakan motifnya, bahwa kedua contoh perbuatan di atas motifnya berbeda.

b. Batasan kepentingan duniawi dan ukhrowi.

Meneliti dan memperhatikan yang melatarbelangi dan atau menjadi motif setiap tingkah laku, yang berupa berbagai kepentingan, serta untuk dapat mengklasifikasikan semua kepentingan, apakah termasuk kepentingan duniawi atau ukhrowi, terlebih dahulu kita tentukan batasannya, sebagai berikut :

1). Batasan kepentingan duniawi.

Bahwa orientasi kepentingan duniawi bersifat serba dunia yang nyata dalam kehidupan sehari-hari ini, awalnya pelaksanaannya lebih bertitik berat pada kepentingan dan kebutuhan yang bersifat fisik semata, semua kepentingan duniawi lebih sejalan dengan hawa nafsu dan terkadang bertentangan dengan hati nurani. Perumpamaan upaya untuk kepentingan duniawi seperti investasi untuk kehidupan nyata sehari-hari yang bersifat jangka pendek. Terpenuhinya kepentingan duniawi dapat dilihat secara nyata, seringkali dianggap berhasil dalam hidup ini, dipuji dan disanjung, dielu-elukan dan dipandang terhormat oleh orang banyak.

2). Batasan kepentingan ukhrowi.

Bahwa orientasi dari kepentingan ukhrowi, adalah bersifat persiapan untuk kehidupan yang lebih langgeng, lebih kekal dan lebih abadi di masa mendatang, awalnya pelaksanaannya lebih betitik berat pada pengabdian yang tulus ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Kekal, semua kepentingan ukhrowi lebih sejalan dengan hati nurani dan terkadang bertentangan dengan hawa nafsu. Perumpamaan upaya untuk kepentingan ukhrowi seperti investasi untuk kehidupan kekal yang bersifat jangka (sangat) panjang. Terpenuhinya kepentingan ukhrowi tidak dapat dilihat secara nyata, Seringkali orang yang berhasil dalam kepentingan ukhrowi diabaikan dan tidak diperhatikan, karena tidak secara langsung dapat dilihat oleh orang lain.

Dengan kedua batasan di atas, maka kita dapat membuat perbandingan, dan tinjauan tentang semua tingkah laku kita, yang kemungkinan bisa merupakan refleksi dari kepentingan duniawi atau kepentingan ukhrowi.

c. Akibat dari kurangnya memahami pengertian tentang kepentingan duniawi dan ukhrowi.

Kurangnya pengertian dan pemahaman yang menyeluruh tentang kedua kepentingan duniawi dan ukhrowi, mengakibatkan terjadinya :

1). Kekeliruan pengertian tentang kepentingan duniawi, berakibat :

a). Berkembang suatu asumsi yang salah di masyarakat, yakni bahwa mereka yang hanya mengutamakan kepentingan duniawi dalam hidupnya, adalah sekuler, atau cara mengamalkan agamanya salah, karena isinya hanya kepentingan dunia saja, lalu memisahkan agama dari dunia.

– Apakah mereka yang bekerja siang malam mencari makan bertentangan dengan agama?

– Apakah akhirnya mereka meninggalkan ajaran-ajaran agama?

b). Pengaruh dari kepentingan duniawi yang berlebihan, akan bersifat negatif pada kehidupan seseorang sehari-hari. Contoh sederhananya : “orang yang materilistis” akan cenderung hidupnya menjadi egoistis dan mengabaikan nilai-nilai luhur lainya, walaupun hal ini tidak terjadi pada semua orang, Akan tetapi pengabaikan terhadap hak kepemilikan dan pripacy seseorang akan membuat kehidupan secara umum menjadi kacau balau.

2). Kekeliruan pengertian tentang kepentingan ukhrowi, berakibat :

a). Berkembang suatu asumsi yang salah di masyarakat, yakni bahwa mereka yang hanya mengutamakan kepentingan ukhrowi dalam hidupnya, adalah teroris, atau cara mengamalkan agamanya salah, karena hanya berpegang pada dogma-dogma agama yang kaku secara membabi-buta, atau secara taklid buta, lalu merasa paling benar dan menganggap siapa saja yang di luar lingkungan kelompok agamanya dianggap salah, dan dianggap musuh dan harus diperangi.

– Apakah perbedaan pendapat adalah musuh? (termasuk perbedaan mazhab, perbedaan aliran dalam agama)

– Apakah perbedaan menganut agama adalah musuh?

– Apakah akhirnya agama dijadikan alat pembenaran atas tindakan biadab, atas tindakan tidak berperikemanusiaan atas tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia?

b). Setiap orang yang berupaya untuk kepentingan ukhrowi, dianggap melakukan hal yang tidak mungkin, lalu dicaci dan dicemoohkan sebagai “orang yang bego, orang tolol” karena ada kesempatan maling dan korupsi tetapi tidak dilakukannya. Padahal sebenarnya, bahwa “orang yang berusaha hidup jujur”, kehidupannya akan lebih tenang dan tidak akan masuk penjara karena ketidakjujuran. Tetapi sebaliknya pengabaikan kepentingan duniawi akan bertentangan dengan hukum alam, seperti seseorang yang melakukan pengabdian seumur hidupnya untuk Tuhannya, tanpa makan (puasa atau bertapa non stop), tanpa kawin (membujang seumur hidup), tanpa tidur (siang malam beribadah). Karena menurut hukum alam, setiap orang perlu makan, perlu tidur, perlu kawin dan lain-lain.

c). Adanya anggapan bahwa kepentingan ukhrowi adalah kepentingan surgawi, oleh karena itu ada sebagian orang mencoba menciptakan “semacam surga” pada kehidupan nyata sekarang ini, tetapi upayanya hanyalah menciptakan kebahagiaan semu yang bersifat sementara. Karena kehidupan di dunia sekarang ini tetap ada penderitaan dan kesengsaraan. Akhirnya usahanya tidak pernah berhasil, kegagalannya, antara lain ditandai dengan lingkungan alam kita semakin rusak, polusi udara dan lingkungan yang semakin buruk tentu semuanya berakibat buruk bagi kesehatan kita, disamping berkembangnya berbagai penyakit baru seperti HIV AIDS, Flu Burung, Flu babi, dan lainya lagi, serta bertambahnya jumlah orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

D. Tinjauan menurut kepentingan duniawi dan ukhrowi.

Jika ditinjau dari kedua batasan kepentingan di atas, maka teori Maslow dan ERG Clayton Alderfer, hanyalah kepentingan duniawi semata, maka koreksi adanya sutau tujuan yang lebih tinggi merupakan kebutuhan mencapai tujuan hidup beragama, (Stephen R. Covey dalam bukunya First Things First) bukan hanya kebutuhan spiritual, tetapi yang lebih spesifiknya adalah kepentingan ukhrowi.

Bagaimana praktik pemenuhan kedua kepentingan di atas, agar tidak terjadi tumpang tindih atau bahkan bertentangan, terlalu banyak kendala untuk membuat formula yang tepat bagi setiap orang, karena situasi, kondisi dan keadaan setiap orang berbeda-beda, jadi apa yang dilakukan orang lain belum tentu sesuai untuk pribadi kita, dan sebaiknya kita tidak menilai tingkah laku seseorang hanya dari luarnya saja. Dan kemungkinan nasehatpun belum tentu sesuai benar dengan kenyataan yang dihadapi. (walaupun kita tahu bahwa nasehat yang baik dan bermutu selalu berguna)

Catatan : Kesulitan dalam meninjau perbuatan kita sendiri, apakah termasuk kepentingan duniawi atau ukhrowi, biasanya disebabkan karena kepentingan duniawi lebih mudah untuk dimengerti dari pada kepentingan ukhrowi. Kesulitan ini ditandai dengan adanya anggapan bahwa semua tingkah laku kita adalah kepentingan duniawi saja.

     pernikahan-kiai-romli-11

Pada tanggal 23 Desember 2008  jam 08.00 WIB telah berlangsung pernikahan seorang kiai, yakni Kiai Muhammad Romli dengan Siti Rosyidah di desa Nusa Wangi Kecamatan Cisayong Tasikmalaya.

     Bapak kandung mempelai wanita, haji Ana Rohaedi sedang menderita sakit stroke, maka ketika berlangsungnya acara akad nikah diwakilkan oleh Kiai Jaja Jaenudin Ketua MUI kecamatan Cisayong Tasikmalaya.

nikah-kiai-romli-2

     Pimpinan acara pernikahan Kiai Subhan Nawawi anggota yayasan dan salah seorang Pembina Pesantren “Nurul Falah”,  pembaca acara Kiai Taufik Arif Pembina Pondok Pesantren “Al Manshuriyyah”  desa Cibodas kecamatan Cisayong, sambutan penyerahan dari pihak mempelai pria disampaikan oleh Ustad Kusmana Pembina Madrasah “As Sa’adah” desa Patrol Garut, sambutan penerimaan disampaikan oleh Kiai Asof Sofiudin Caleg nomor satu Partai Persatuan Pembangunan Tasikmalaya,

     Nasehat perkawinan disampaikan oleh “

1.  Kiai Habibullah, pengasuh Pondok Pesantren “Darul Ulum”  Ciamis.

2.  Ustadzah Daliah Mutiara, pengasuh Pondok Pesantren “Muftahul Huda” Manonjaya, Tasikmalaya.

3.  Kiai Zainul Musthofa, pengasuh Pondok Pesantren “Al Mubarok” desa Nusawangi, Tasikmalaya.

4.    Kiai Jujun Junaedi dari Bandung, pengasuh Pondok Pesantren “Al Jauhariy” Garut.

     Kiai Muhammad Romli adalah salah seorang pengasuh Pondok Pesantren “Nurul Falah” yang merupakan anak kelima (bungsu) dan satu-satunya anak laki-laki pada pasangan bapaknya Ustad Abdul Majid dengan ibunya Khumaeroh. Dan dia sudah tiga tahun menjadi pembimbing jamaah ziarah ketempat-tempat penziarahan di pulau jawa dan madura.

     Bapaknya Ustad Abdul Majid almarhum, berasal dari Ciamis, telah meninggal tanggal 11 November 2007 dalam usia 74 tahun, dikenal seorang yang hafal al Qur’an dan sangat mahir dalam ilmu membaca al Qur’an (tajwid) di pesantren “Nurul Falah”, masyarakat sekitat Nusawangi merasa sangat kehilangan atas kepergiannya kerahmatullah.

     Adapun Pondok Pesantren ini telah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda, dengan pengasuh Kiai Dawami, pada masa pemberontakan DI/TII pesantren ini dibakar dan hancur leburkan oleh DI/TII sehingga seluruh santrinya yang berjumlah puluhan ribu orang kabur dan diliburkan, sebabnya karena doktrin ajaran DI/TII dibantah oleh kiai Dawani, sebab tidak sesuai dengan ajaran pesantren yang salafi, sampai sekarang pesantren ini menganut metode salafi yang tradisional dan mengajarkan kitab kuning. (Sungguh DI/TII sangat memalukan dan tindakannya bertentangan dengan ajaran islam, mengaku islam tapi menghancurkan pesantren)

     Kiai Muhammad Romli adalah salah seorang pembina dan pengajar di Pondok Pesantren Nurul Falah,  telah menuntut ilmu agama di beberapa pondok pesantren, antara lain : Nurul Falah 10 tahun, Al Mubarok 2,5 tahun, Darul Ulum, Petir hilir Ciamis 4 tahun, Al Wardayana, Warudoyong Sukabumi 1 tahun,  Pesantren Cibenter Banjar Ciamis 2 tahun, Miftahul Huda Utsmani Cijulang 1 bulan, Miftahul Huda Manonjaya 1 bulan. Ketika sedang belajar banyak kiai yang menilainya, berakhlak baik, sopan santun, ramah, dan bertanggung jawab, sehingga banyak yang ingin mengangkatnya menjadi menantunya, tetapi pilihan Tuhan Yang Maha Esa yang terlaksana. Dan kiai Muhammad Romli tidak pernah perpacaran, pertemuannya dengan calon isterinya karena diperkenalkan oleh tokoh masyarakat desa Nusawangi.

    Pasangan pengantin ini merupakan pasanga ideal yang serasi, karena :

1.  Pengantin prianya ganteng dan pengantin wanitanya cantik.

2.  Keduanya berusia muda, dan perbedaannya tidak terlalu jauh, pengantin pria berumur 27 tahun dan pengantin wanitanya berumur 21 tahun.

3.  Keduanya memiliki dasar agama yang cukup kuat, dan keduanya adalah santri sejak kecil.

4.  Perkawinan ini mendapat dukungan seluruh penduduk desa, mereka bergembira karena kiainya mendapatkan jodoh yang sesuai, maka kebahagiaan kedua mempelai menjadi kebahagiaan seluruh penduduk desa. (jarang pernikahan yang mendapat dukungan seluruh warga desa)

5.  Seluruh upacara perkawinan diatur oleh para kiai dan dihadiri oleh sebagian besar kiai dari daerah Tasikmalaya. (jarang perkawinan yang direstui dan diatur oleh para kiai)

Pelajaran yang dapat kita petik dari pernikahan ini, ialah :

1.   Setelah selesai akad nikah, pengantik pria memegang ubun-ubun pengantik wanita sambil membaca doa :

اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَ خَيْرَما فِيْهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَا وَ شَرِّ مَا فِيْهَا

“Ya Alloh aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang tersimpan padanya, dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan yang tersimpat padanya.”

2.  Mengamalkan sebuah doa yang dibaca setiap selesai sholat wajib lima waktu selama 40 hari 40 malam :

 

اَللّهُمَّ اَلِّفْ بَيْنَنَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ آدَمْ وَ حَوَاء وَ كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ يُوْسُفَ وَ زُلَيْخَى وَ كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ مُحَمَّد وَ خَدِيْجَة الْكُبْرَى

“Ya Alloh rukunkanlah kami sebagaimana engkau telah merukunkan Nabi Adam dengan Siti Hawa, Nabi Yusuf dengan Zulakha, Nabi Muhammad dengan Siti Khodijah Al Kubro.”

Doa ini dibaca ketika suami merasa rasa cinta dan sayangnya kepada isterinya mulai berkurang, demikian pula isterinya membacanya.

     Kiai Muhammad Romli dalam pembinaan manusia sempurna telah melaksanakan tiga tahap sekaligus, yakni :

1.   Membina menjadi pribadi yang baik, berakhlak baik, bermoral, berbudi pekerti, sopan, ramah tamah dan bertanggung jawab. (ini mulai dari  yang masih bujangan)

2.  Membina keluarga yang bahagia. (kalau belum berkeluarga berarti belum sempurna)

3.  Membina masyarakat yang sejahtera sesuai dengan bidangnya. (kalau kiai selalu mengajarkan agama kepada santrinya, jamaahnya dan masyarakatnya.

Kalau pribadinya belum sempurna (apalagi tidak membina pesantren) tidak bisa dikatakan kiai. Orang yang hanya pandai berdebat masalah agama tapi tidak pandai mengamalkan agama tidak patut diikuti, karena akan mendatangkan kesengsaraan dunia akhirat. Siapa yang akan mengikuti jejak kiai Muhammad Romli? Di jaman modern jumlah kiai salaf semakin berkurang?


September 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 203,913 orang