SULAIMAN Weblog

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Pendahuluan

Salah seorang pahlawan nasional ialah Pangeran Diponegoro lahir di Yogyakarta, 11 November 1785, meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun. Ia putra tertua dari Sultan Hamengkubuwono III (1811 – 1814). Ibunya, Raden Ayu Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan.

Pangeran Diponegoro memiliki visi nasional, dan  idealis kebangsaan dan kernegaraan, telah berjuang melawan Belanda, dia keturunan ningrat atau bangsawan Jawa yang namanya sangat harum baik dikalangan masyarakat jawa maupun di masyarakat nusantara, dia terkenal sebagai pembela rakyat kecil dari penindasan maka perjuangannya mendapat dukungan dari seluruh penduduk khususnya di pulau Jawa.

Seluruh sepak terjang dan kiprah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam perjuangan kemerdekaan, sepatutnyalah diakui dengan sekumpulan gelar, yakni : Penjaga Martabat Kraton; Penyelamat dan Pelestari Kraton; Ratu Adil; Pencetus Perang Jawa;  Pangeran Atas Angin; Ekstrimis Inlander yang luar biasa; Pengobar Semagat Kebangsaan; Pejuang yang Jujur, Stabil dan Tangguh.

Penjaga Martabat Kraton

Suasana di dalam kraton yang penuh intrik menyebabkan kehidupan kekeluargaan menjadi kurang nyaman, terdapat kemerosotan moral akibat penetrasi budaya dari pengaruh kekuasaan Belanda, bahkan Belanda mencoba mengatur urusan-urusan dalam kraton dan perencanaan raja mendatang, maka keadaan menjadi tidak kondusif untuk pendidikan dan pembentukan akhlak mulia. Banyak para pangeran yang lebih suka hidup bermewah-mewah dan berpesta-pora, berdansa-dansi hingga larut malam, terpengaruh oleh budaya barat. Sejauh ini Belanda berhasil melemahkan kewibawaan dan kekuatan raja.  Nama baik kraton menjadi diujung tanduk kehancuran, terjadi penurunan kepercayaan, martabat dan kewibawaan kraton di masyarakat luas.

Hati Pangeran Diponegoro tidak bisa menerima semua ini, terutama ketika melihat campur tangan Belanda yang semakin besar dalam persoalan kerajaan Yogyakarta. Pangeran Diponegoro sangat tidak setuju dengan adanya sistim perwalian dalam pemerintahan sehari-hari di kraton yang terdapat campur tangan Residen Belanda yang bisa mengatur raja, mengatur kehidupan kraton dan mengatur kehidupan semua penduduk pribumi dengan berbagai peraturan tata tertib yang dibuat oleh Pemerintah Belanda. Dia ingin merubah suasana yang semakin memburuk ini dan  bertekad untuk mengembalikan martabat kraton.

Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Pangeran Diponegoro, ialah :

a.  Berusaha menyingkirkan siapa saja di Kraton yang telah dipengaruhi oleh Belanda — Seperti Patih Danuredjo penyelenggara pemerintahan kerajaan yang tunduk pada tuntutan dan perintah Belanda –  serta Pangeran Diponegoro adalah orang pertama yang berani mengecam dan menentang secara terang-terangan segala peraturan tindakan Kraton yang merugikan rakyat, tentu saja usahanya tidak berhasil malah dia dianggap memberontak terhadap kraton, maka kraton memusuhi dan memerangi Pangeran Diponegoro.  Tidaklah mengherankan jika sebagian orang berpendapat bahwa Perang Diponegoro bersumber dari masalah konflik para ningrat di Kraton Yogyakarta.

b.  Berusaha merampas kembali tanah milik kraton yang telah dikuasai oleh Belanda, usaha inipun mengalami kegagalan karena para pangeran yang diuntungkan dengan sistim sewa, telah hidup dalam kemewahan dan bermegah-megah, takut kehilangan penghasilannya yang  besar, maka mereka semua memusuhi Pangeran Diponegoro.

c.  Berusaha menyatukan seluruh rakyat pribumi dalam semangat “Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati“; sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Usaha ini berhasil karena disertai dengan memelopori, mencontohi dan memberikan komando yang jelas kepada semua rakyat khususnya di Pulau Jawa.

d.   Berusaha menetapkan tujuan perang, yakni menghilangkan pengaruh buruk Belanda di kraton, membebaskan rakyat dari penjajahan, bukan bertempur dengan kraton, bukan memusuhi penduduk pribumi dan bukan memerangi sesama warga. Pencapaian tujuan perang ini berhasil, karena Pangeran Diponegoro selalu mengawasi setiap kegiatan perang dan semua pasukannya mentaati tujuan perang yang telah ditetapkan tersebut. Maka tidaklah mengherankan jika perjuangan Pangeran Diponegoro mendapat dukungan dari semua penduduk. Maka terjadilah pertempuran yang sangat sengit di mana-mana, terjadi perang sangat besar yang tidak diduga sebelumnya, maka pihak kraton dan Belanda merasa kewalahan, dan berusaha untuk memadamkan perang ini,  pertama-tama mengutus Pangeran Mangkubumi — keluarga kraton yang masih dihormati oleh Pangeran Diponegoro – tetapi Pangeran Mangkubumi justru berbalik, malah bersepakat dan membantu perjuangan Pangeran Diponegoro. Pihak kraton dan Belanda merasa sangat terpukul atas kegagalan ini.

Penyelamat dan Pelestari Kraton Yogyakarta

Hubungan kraton dengan masyarakat luas terutama umat islam mengalami ketidakharmonisan, terutama pasca pembunuhan massal ulama dan santri oleh Sunan Amangkurat I tahun 1647, Sultan Hamengkubuwono I telah banyak merintis kerjasama kraton dengan umat islam antara lain dengan upacara grebeg, sekaten dan lainnya, tetapi  Pangeran Diponegoro yang memiliki pemahaman luas tentang agama islam, berhasil mendekati para ulama dan kyai serta berhasil menghilangkan permusuhan dari umat islam, dan berhasil menyatukan kembali dua kubu yang kurang harmonis tersebut, maka peran Pangeran Diponegoro telah menciptakan hubungan kraton dengan masyarakat islam  semakin akrab, semakin harmonis, semakin kuat dan semakin saling mendukung. Haruslah diakui bahwa Pangeran Diponegoro yang memiliki jiwa kebangsaan dan jiwa kepemimpinan merupakan salah seorang penyelamat kraton dari kehancuran, dan pelestari keberadaan kraton, khususnya kraton Yogyakarta.

Ratu Adil

Sultan Hamengkubuwono I adalah seorang raja yang bijaksana, adil, sangat bertanggung jawab terhadap rakyatnya, dan sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, serta turun tangan langsung dalam menangani pendidikan semua anak-anaknya secara ketat dan disiplin.   Walaupun hanya dalam waktu singkat pernah mendidik Raden Mas Ontowiryo (nama Pangeran Diponegoro yang pada masa kecil) sebagai seorang yang berpengalaman maka dia melihat berbagai kelebihan pada diri Pangeran Diponegoro antara lain, teguh pada cita-citanya, cepat memahami dan menyesuaikan diri dengan tatakrama kraton serta menunjukkan simpatinya dan empatinya terhadap siapa saja yang sedang mengalami penderitaan. Sultan Hamengkubuwono I meramalkan bahwa dia kelak akan menjadi pahlawan yang kharismatik dan pemimpin yang besar.

Hasil didikan Sultan Hamengkubuwono I terbukti, dengan sikap Pangeran Diponegoro yang sangat tegas menolak bekerjasama dengan orang asing yang ingin menjajah bangsanya serta dia dengan tegas menyatakan bahwa dia ingin bangsanya tertata dalam suatu masyarakat yang adil, maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar sebagai “Ratu Adil”.  Dan ramalan Sultan Hamengkubuwono I terbukti bahwa Pangeran Diponegoro telah menjadi pahlawan besar yang telah berjuang berdasarkan idealisme kebangsaan dan kenegaraan secara nyata. –  Akan tetapi sekarang banyak orang yang tidak memahami pengertian  tentang “Ratu Adil”, karena pengertian Ratu Adil telah dikaburkan dan hanya dijadikan komoditas propaganda politik pada tahun 1953-1955 oleh 50 partai politik di Indonesia tanpa ada bukti nyata sedikitpun, yang ada hanya perpecahan di antara partai politik dan perebutan kekuasaan. (Rumusan berbangsa dan bernegara menjadi semakin jelas, ketika berkumpul dan berdiskusi para pelajar dari berbagai suku bangsa di gedung Stovia Jakarta pada awal tahun 1920, yang selanjutnya melahirkan Sumpah Pemuda)

Pencetus Perang Jawa

Pada tanggal 20 Juni 1825, Belanda berinisiatif melakukan penyerangan lebih dahulu ke desa Tegalrejo, sebabnya karena patok-patok jalan dicabuti oleh penduduk Tegalrejo ini, Pangeran Diponegoro beserta penduduk terpaksa mundur, karena belum siap untuk berperang, karena diperangi lebih dahulu maka Pangeran Diponegoro melawan dengan  mulai membangun pertahanan di Selarong. (jelaslah, bahwa Pangeran Diponegoro bukan memberontak lebih dahulu, dan bukan agressor yang menyerang lebih dahulu, tapi dipaksa untuk berperang atau diperangi terlebih dahulu)

Mula-mula Pangeran Diponegoro berjuang sendiri di luar lingkungan kraton, karena pihak kraton memusuhinya. Ketika tiba-tiba terjadi perang yang dahsyat tentu kraton terkejut dan mempelajari tujuan perang Pangeran Diponegoro, (pihak kraton mengetahui bahwa tujuan perang Pangeran Diponegoro bukan memperebutkan harta atau tahta) akhirnya banyak pangeran yang mendukungnya, terutama para pembesar dan pegawai yang dipecat oleh Sultan Hamengkubuwono II ditambah 15 pangeran pada pemerintahan Sultan Hamengkubuwono V  serta para pangeran yang tidak didaftar atau telah dikeluarkan dari daftar silsilah kraton, maka pasukan Pangeran Diponegoro secara kualitas bertambah kuat.

Walaupun Belanda menggunakan taktik perang modern, dan Pangeran Diponegoro melaksanakan perang tradisional, tetapi Belanda selalu mengalami kesulitan untuk menghancurkan pasukan Pangeran Diponegoro, bahkan jumlah pasukan Pangeran Diponegoro selalu bertambah dari waktu ke waktu, sehingga Belada semakin keteter dan beberapa kali dilakukan gencetan senjata, terutama pada musim-musim penghujan karena pasukan arteleri Belanda tidak dapat bergerak akibat tanah berlumpur.

Pangeran Diponegoro pada setiap kesempatan selalu menyebarkan pemikiran yang bernuansa kebangsaan dan kenegaraan, beliau dikenal sebagai ratu adil, pemikirannya menarik perhatian semua orang, bahkan mendapat simpati dan dukungan besar semua rakyat, karena akan membebaskan mereka dari penjajahan.  Inilah penyebab Perang Diponegoro menjadi perang yang dahsyat, lebih dari 200.000 orang jawa yang meninggal dalam perang ini, lebih dari separuh penduduk Yogyakarta meninggal, sebagian besar mereka yang meninggal adalah para pendukung yang tidak terlibat langsung dalam pasukan Pangeran Diponegoro.

Perang ini  semakin meluas ke seluruh desa di Pulau Jawa maka perang ini  dikenal juga sebagai perang jawa, dan Pangeran Diponegoro dikenal sebagai “Pencetus perang jawa”. Kemenangan semakin berpihak pada pasukan Pangeran Diponegoro yang telah membuat keuangan pemerintah kolonial Belanda menuju kebangkrutan/kepailitan, dengan korban di pihak Belanda lebih kurang  15.000 tentara Belanda meninggal, dan termasuk 8.000 orang Eropa meninggal.

Pangeran Atas Angin

Serangan pasukan Pangeran Diponegoro terhadap mess-mess tentara Belanda selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tentara khusus Belanda “Marsose” tidak pernah berhasil mengejar pasukan Pangeran Diponegoro. Ketika pasukan Pangeran Diponegoro melewati daerah berlumpur dan berpasir, maka jejak pasukannya dan jejak kudanya hilang, tetapi ketika melewati daerah berumput menjadi bertambah dan menyebar ke segala arah, semua ini membuat pasukan marsose stress berat.

Kiranya,  jejak- jejak pasukan Pangeran Diponegoro yang hilang jika melewati daerah berpasir oleh penduduk selalu menyapunya, kalau daerah berlumpur setelah disapu/diratakan lalu disiram air, dan di daerah berumput telah banyak penduduk yang telah berkumpul dan siap  dengan kuda-kuda mereka, lalu mengacaukan jejak pasukan Pangeran Diponegoro. Maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar “Pangeran  Atas Angin”. Sebagian besar penduduk Pulau Jawa memitoskannya, bahwa Pangeran Diponegoro bukan manusia biasa tapi manusia setengah dewa, karena setiap kuda yang ditungganginya dapat berjalan di atas angin.

Mitos masyarakat jawa, bahwa  Pangeran Atas Angin dapat menyerang dengan sangat cepat dan tiba-tiba, terdengar oleh pihak Belanda, mitos ini secara langsung telah menurunkan mental dan moral tentara Belanda yang menjadi semakin ketakutan, karena walaupun telah dilaksanakan sistim benteng stelsel,  pasukan Pangeran Diponegoro dalam sehari selalu dapat menyerang beberapa tempat secara berpindah-pindah.

 

Ekstrimis Inlander  yang luar biasa

Pihak Belanda melakukan diskriminasi terhadap semua orang menjadi tiga kasta: Kasta Atas adalah orang-orang Belanda dan keturunan Belanda yang dapat melenggang dengan penuh kesombongan, Kasta Menengah adalah orang-orang selain Belanda dan selain penduduk pribumi, Kasta Bawah adalah penduduk pribumi yang disebut Inlander.  Dan setiap orang yang mencoba melawan atau memberontak terhadap Belanda disebut Ekstrimis.

Belanda menjadi tercengang dan sangat heran, mengapa penduduk desa Tegalrejo yang umumnya berpendidikan rendah (SD/SR saja banyak yang tidak tamat atau banyak yang tidak sekolah) sanggup melaksanakan melaksanakan perang sedemikian hebat terhadap Belanda, bahkan perang semakin meluas, ini semua pasti ada orang yang luar biasa yang menggerakkannya. Akhirnya Belanda mengetahui bahwa komandan perangnya adalah Pangeran Diponegoro, maka  Pangeran Diponegoro mendapat gelar Ekstrimis Inlander yang luar biasa.

Pengobar Semagat Kebangsaan

Belanda menjadi sangat heran dan mencari sebab, mengapa seorang penduduk desa tertinggal seperti desa Tegalrejo ini bisa melahirkan seorang Eksrimis yang luar biasa? Padahal di Desa Tegalrejo tidak terdapat sekolah modern atau sekolah yang bermutu, yang ada hanya sebuah pesantren tradisional atau pesantren rombeng yang kumuh, yang hanya mengajarkan agama.

Pangeran Diponegoro dari semasa kecilnya sangat tekun mempelajari agama islam dari kyai manapun dan senang berdiskusi masalah agama dengan siapapun, sehingga pemahamannya tentang agama bukan berdasarkan fanatisme kaku dan bukan berdasarkan taqlid buta dan dia selalu memiliki hujjah yang sangat kuat dalam mematahkan setiap pendapat yang keliru mengenai agama, maka tidaklah heran jika perjuangannya mendapat dukungan yang nyata dari semua kyai dan tokoh agama di pulau Jawa, hanya mobilitas bantuan terkendala oleh  jarak dan medan yang sulit. (sebenarnya lebih 108 kyai, 15 Syeikh, dan 12 penghulu yang mendukungnya, maka dapat dikatakan seluruh kyai mendukungnya)

Jiwa Pangeran Diponegoro yang dibimbing oleh agama, membuat kehidupannya lebih berorientasi pada kepentingan ukhrowi, oleh karena itu dia berani meninggalkan kemewahan hidup di lingkungan kraton, meninggalkan kenikmatan duniawi, menolak tahta yang ditawarkan kepadanya. Maka perjuangannya bukanlah bermotif keserakahan harta atau tahta. Pangeran Diponegoro sendiri menolak gelar putra mahkota dari Sultan Hamengkubuwono III dan merelakan adiknya R.M Ambyah untuk menggantikannya. Pangeran Diponegoro pernah berkata : “Rakhmanudin dan kau Akhmad, jadilah saksi saya, kalau-kalau saya lupa, ingatkan padaku, bahwa saya bertekad tak mau dijadikan putra mahkota, walaupun seterusnya akan diangkat jadi raja, seperti ayah atau nenenda.” (Pangeran Diponegoro adalah sosok pahlawan yang berani meninggalkan tahta, dan menolak untuk menjadi orang yang berkuasa; tetapi mengapa orang lain justru saling berebut untuk menjadi orang yang berkuasa?)

Sebagian orang menduga, bahwa filosofi perjuangan Pangeran Diponegoro berdasarkan semangat jihad fi sabilillah, kiranya kurang tepat dan perlu dikaji kembali, sebab :

Pertama : Pemahaman Pangeran Diponegoro mengenai agama islam, bukanlah karena pemahaman agama yang sempit dan keterlaluan, (sebagaimana yang sering dipropagandakan oleh pihak Belanda) tapi dia  memang memiliki pandangan yang sangat luas tentang agama, pemahamannya tidak fanatisme kaku dan tidak taklid buta, maka dia tidak akan sembarangan menetapkan sesuatu, didukung oleh penyataan dirinya sebagai “Ratu Adil” dan pandangan-pandangannya mengenai suatu masyarakat nusantara yang adil.

Kedua :  Para pendukung perjuangan Pangeran Diponegoro tidak hanya masyarakat islam,  tetapi juga masyarakat selain islam seperti masyarakat yang beragama Kristen, Hindu, Budha, Kongfutsu dan beragama lainnya, semuanya mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro. Hal ini akhirnya diketahui oleh pihak Belanda, maka timbuk kekhatiran di pihak Belanda, jika idealisme kebangsaan dan kenegaraan ini tersebarluas di masyarakat Nusantara,  yang akan berakibat semuanya memberontak melawan Belanda. (Contohnya : kelompok masyarakat Tionghoa di Jawa Tengah yang disebut Cina Jawa terbagi dua, ada sebagian yang mendukung Belanda karena diperlakukan lebih istimewa dari penduduk pribumi sebagai kasta menengah, dan ada sebagian yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, baik yang beragama Kongfutsu maupun Kristen – semoga masalah rasial tidak ada lagi di Indonesia)

Pejuang  yang Jujur, Stabil dan Tangguh

Pribadi Pangeran Diponegoro terkenal sebagai seorang yang jujur, bermental stabil dan tangguh, dari kecilnya sampai akhir hayatnya tidak pernah berubah dalam suasana apapun, selalu sederhana, sopan, rendah hati, santun, peduli terhadap orang kecil, belas kasih kepada kaum miskin, cerdas sekaligus berani dan berakhlak mulia. Pribadinya sangat tanguh mempunyai tujuan dan cita-cita yang jelas, tidak terpengaruh oleh berbagai rayuan, isu, propaganda, bujukan dan propokasi apapun, sampai akhir hayat Belanda tidak pernah berhasil mengajaknya untuk berpihak kepada Belanda.

Pangeran Diponegoro sehari-hari berpakaian wulung sebagaimana layaknya masyarakat jawa, dan ketika bercampurgaul dengan masyarakat umum sulit membedakannya, walaupun tidak pernah mengaku keturunan bangsawan ketika bergaul dengan masyarakat dan petani di masa kecilnya sampai dewasa, akhirnya masyarkat luas mengetahuinya bahwa dia adalah seorang Pangeran dari kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tapi ketika memimpin perang penampilannya berubah, dia mengenakan pakaian jubah dan bersorban, ketika memberikan komando terpancar wibawanya yang sangat kuat.

Kepribadian, sikap, penampilan, gaya bicara dan semua tingkah laku Pangeran Diponegoro selalu tetap, stabil dn tidak pernah berubah, menunjukkan bahwa dia benar-benar seorang pejuang yang konsekwen dan sangat teguh. (Pangeran Diponegoro berbeda dengan kebanyakan orang yang berubah-ubah : ketika masih miskin atau tidak dikenal sebagai ningrat, atau hanya rakyat biasa,  sikap dan tingkah lakunya rendah hati, jujur dan lugu; akan tetapi ketika sudah menjadi kaya, atau dikenal sebagai ningrat atau jadi pejabat, sikap dan tingkah lakunya sombong, angkuh, arogan  dan selalu mau menang sendiri)

Di pihak Belanda, Jenderal Markus De Kock menjadi sangat khawatir,  jika perang ini  terus berlangsung, maka tentara Belanda akan habis dalam waktu singkat, Belanda akan kalah total dan terusir dari tanah jajahannya.  Dia berusaha dengan segala daya upaya untuk memadamkan perang ini, antara lain :

a.     Mengerahkan seluruh kaki tangannya dan para begundalnya, untuk membujuk para pemuka masyarakat agar tidak melawan pemerintahan Belanda disertai menyebarkan isu yang menjelek-jelekan nama baik Pangeran Diponegoro.

b.    Membuat sayembara dan menyebarkan pengumuman ke seluruh desa bahwa : ”Barang siapa yang bisa menangkap Pangeran Diponegoro akan diberi hadiah 50.000 gulden.”

c.     Melaksanakan tipu daya licik dengan cara rekayasa perundingan. Setelah beberapa kali diadakan gencetan senjata, dan pada pertempuran terakhir, lebih dari lebih 23 000 orang tentara Belanda tidak dapat mengalahkan pasukan Pangeran Diponegoro, maka  Belanda mengumumkan kalah perang dan menawarkan perundingan. Pangeran Diponegoro yang hatinya bersih, jujur, lugu, tidak curiga terhadap tipu daya licik ini, dan ketika itu tidak ada saran dan nasehat dari golongan tua karena banyak yang sudah ditangkap oleh Belanda, maka Pangeran Diponegoro menyetujui perundingan tersebut. Dilaksanakan pertemuan dengan Kolonel Cleerens di daerah Purworejo pada tanggal 16 Februari 1830, Kolonel Cleerens mengulur waktu dengan alasan menunggu Jenderal De Kock,  tapi sebenarnya dia sedang menyusun penyerangan untuk menangkap Pangeran Diponegoro.

Pada tanggal 28 Maret 1830 Pangeran Diponegoro bertemu Jenderal Markus De Kock di Magelang, maka pada saat itu dilaksanakan penyegapan, Pangeran Diponegoro diasingkan ke Gedung Museum Fatahillah di Jakarta, lalu ke Benteng Amsterdam di Manado, dan terakhir ke Benteng Rotterdam di Makassar. Sampai akhir hayatnya 8 Januari 1855 dan dimakamkan di kampung jawa di Makassar. Dengan ditangkapnya Pangeran Diponegoro, maka tidak ada lagi yang memimpin perang dalam skala besar tersebut. Berakhirlah perang diponegoro.

Kesimpulan

Para pahlawan nasional lainnya, banyak yang memiliki visi nasional dan idealis kebangsaan dan kernegaraan, maka perjuangannya dan semua gelarnya, kiranya  perlu kita pelajari untuk menghayati nilai-nilai perjuangan dalam menyongsong hari depan yang lebih cerah.

Penutup

Kiranya perjuangan Pangeran Diponegoro dapat dijadikan bahan renungan dan bahan introspeksi bagi kita semua, dan jika tulisan ini terdapat ketidaksempurnaan, mohon saran dan kritik untuk melengkapi dan menyempurnakannya.

Tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia ialah  “Safari Ramadlan”  dan “Mudik Lebaran”.

Kedua tradisi ini  berkaitan dengan bulan Ramadlan. Safari Ramadlan dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadlan  dan biasanya dimulai pada waktu magrib dengan acara buka puasa bersama. Adapun  Mudik Lebaran dilaksanakan pada hari-hari sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Dan ada sebagian masyarakat Indonesia mudik lebaran pada Hari Raya Idul Adha.

Tradisi tahunan diakhir Safari Ramadlan, yakni pada malam Hari Raya Idul Fitri adalah melaksanakan “Takbir Keliling”, dan mereka yang melaksanakan Safari Ramadlan secara perorangan, umumnya melaksanakan Takbir Keliling secara bersama-sama, serta bertambah semarak dengan keikutsertaan remaja dan kanak-kanak.

Pada masyarakat Islam di Indonesia terdapat perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Takbir Keliling, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju :

–  Pada kelompok masyarakat Islam yang setuju dengan  pelaksanaan takbir keliling, berargumen : “Bahwa takbir keliling merupakan sebagian dari Syiar Islam untuk menunjukkan keagungan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan bagi orang-orang yang berpuasa.”

–  Pada kelompok  masyarakat Islam yang tidak setuju dengan pelaksanaan takbir keliling berargumen : “Bahwa pelaksanaan takbir selama satu malam pada malam Hari Raya Idul Fitri, lebih baik dilaksanakan di masjid sebagai tempat ibadah yang suci, dan juga sekaligus dapat melaksanakan ibadah lain seperti I’tikaf, sholat, zikir, membaca Al Qur’an, dan lainnya.”

Perbedaan pendapat tersebut, tidak membuat masyarakat islam di Indonesia menjadi terpecah dua, dan mereka semua tetap rukun, bahkan takbir keliling tetap dilaksanakan setiap tahun dan telah menjadi tradisi tahunan pada masyarakat Indonesia.

Pemerintah Daerah dan Pihak Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan larangan melaksanakan  takbir keliling, karena lebih banyak mudharatnya dari manfaatnya. Tetapi larangan pelaksanaan Takbir Keliling tidak sama atau berbeda-beda pada setiap wilayah/daerah. Pada wilayah tertentu, hanya  melarang konvoi takbir keliling melewati jalan-jalan protokol, sedangkan pada wilayah lainnya dilarang menggunakan kendaraan, tapi pada  wilayah lain lagi sama sekali dilarang melaksanakan takbir keliling walau hanya dilakukan oleh beberapa orang, apalagi dilakukan dengan bentuk pawai dalam rombongan besar.

Walaupun terdapat larangan dalam melaksanakan takbir keliling, pada berbagai wilayah di Indonesia, tetapi masyarakat banyak yang mengabaikan larangan ini, dan tetap melaksanakan Takbir Keliling.

Mereka yang melakukan Takbir Keliling umumnya dengan niat ibadah dan niat syiar Islam, bukan niat pamer, bukan niat menjaga gengsi.  Mereka yang melaksanakan Takbir keliling tidak pernah emosi dan tidak pernah marah, jika didahului oleh kendaraan lainnya. Mereka terus bertakbir selama berkeliling dijalan-jalan. Mereka melintas dijalan dengan kecepatan rendah. Kecelakaan Lalu Lintas tidak dapat dihindari, karena umumnya mereka memenuhi badan jalan dan bahu jalan sehingga menghalangi kendaraan lain yang ingin cepat karena ada suatu keperluan. Dan mereka umumnya mengabaikan rambu-rambu lalu lintas, seringkali pelanggaran lalu lintas ini, menjadi sangat merepotkan pihak kepolisian, karena jumlah mereka yang besar dan sulit diatur.

Keadaan jalanan yang relatif lebih sepi pada malam Hari Raya Idul Fitri seringkali dimanfaatkan oleh sekelompok remaja yang “bermimpi jadi pemenang pertama  pada kejuaraan balap motor tingkat dunia” dengan mengendarai motor secara ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi, sayangnya  bukan di Sirkuit Bike Race Internasional tapi di jalan-jalan umum.   “Rally Liar” yang dilakukan oleh sekelompok remaja ini, tentunya sangat membahayakan bagi dirinya dan bagi pengguna jalan lainnya. Mereka melintas jalan-jalan dengan kecepatan sangat tinggi dengan mengabaikan semua rambu lalu lintas. Mereka hanyalah berfikir untuk memamerkan motor barunya dengan kecepatan tinggi, atau memamerkan motor lamanya yang tidak kalah dalam kecepatan tinggi. Jika didahului oleh pengendara lainnya, mereka merasa gengsinya dijatuhkan, dan mereka menjadi emosi dan marah sehingga memacu motornya dengan kecepatan yang lebih tinggi untuk mendahuluinya lagi, akhirnya terjadilah kebut-kebutan. Tanpa berfikir akan keselamatan siapapun.

Jelaslah, bahwa Takbir Keliling tidak bisa disamakan dengan Rally liar, untuk mengantisipasi pelanggaran lalu lintas pada Takbir keliling, tentu perlu pengaturan dan penjelasan atau sosialisasi dari jauh hari sebelumnya. Siapapun harus bersikap melarang para remaja untuk melakukan  rally liar, dan semua pihak haruslah berusaha untuk mencegah terjadinya rally liar.  Kiranya tidak tepat jika kita semua bersikap pasif dengan berharap, bahwa nanti remaja akan sadar sendiri dan tidak melakukan rally liar, apalagi jika para remaja yang melakukan rally liar dalam keadaan mabuk, dibawah pengaruh obat, atau dibawah pengaruh narkoba. Maka sikap tidak peduli, tidak ambil pusing atau sikap emang gue pikirin, akan berakibat bertambahnya kelompok remaja yang melakukan rally liar, yang mungkin membahayakan kita semua dan akan menyusahkan kita semua.

Apa dan bagaimana Safari Ramadlan? Pembahasan berikut akan menjelaskan : (a) Pengertian Safari Ramadlan, (b) Pelaksanaan Safari Ramadlan, (c) Tujuan Safari Ramadlah, (d) Tolok Ukur Keberhasilan Safari Ramadlan (e) Pedoman Pelaksanaan Safari Ramadlan.

Safari Ramadlan hanya terdapat di Indonesia dan tidak terdapat di negara lain, dan pada jaman penjajahan Belanda dan jaman penjajahan Jepang dilarang keras, dulunya bernama  “acara silaturrahmi di bulan Ramadlan” dan Safari RAmadlan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1946 lalu semakin berkembang  pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, dengan Menteri Penerangan Harmoko yang  selalu mempublikasikannya melalui semua media massa sampai tahun 1998, sehingga Safari Ramadlan menjadi sangat popular pada masyarakat Indonesia.

A. PENGERTIAN  SAFARI  RAMADLAN

Pengertian Safari Ramadlan menurut bahasa, merupakan gabungan dari dua buah kata serapan dari bahasa Arab, yakni  :

–      Kata Safari berasal dari kata (سفر – يسفر atau   سافر – يسافر ) yang berarti perjalanan;   dan

–     Kata Ramadlan berasal dari kata ( رمضان ) yang berarti bulan ramadlan, yakni bulan yang penuh rahmat, penuh ampunan, bulan yang paling tepat untuk  berlomba-berlomba mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan berbuat kebaikan, antara lain dengan melaksanakan  berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pengertian Safari Ramadlan :

Pengertian Safari Ramadlan menurut bahasa ialah : “Perjalanan di bulan ramadlan”.

Pengertian Safari Ramadlan menurut istilah ialah : “Melaksanakan berbagai ibadah pada malam hari selama  bulan Ramadlan secara berpindah-pindah tempat, dari satu masjid ke masjid lainnya”.

Pada masyarakat islam di Indonesia terdapat perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Safari Ramadlan, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, sebagai berikut :

–  Pada kelompok masyarakat islam yang setuju dengan pelaksanaan Safari Ramadlan, berargumen : “Bahwa Nabi dan para sahabat membahas masalah kepentingan umat umumnya dilaksanakan di halaman di masjid.”

–  Pada kelompok  masyarakat islam yang tidak setiju (walaupun jumlah mereka sedikit) berargumen : “Bahwa masjid adalah tempat ibadah dan jangan membicarakan masalah-masalah duniawi di masjid”.

Perbedaan pendapat tersebut, tidak membuat masyarakat islam di Indonesia menjadi terpecah dua, dan mereka semua tetap rukun bahkan Safari Ramadlan tetap dilaksanakan setiap tahun dan telah menjadi tradisi tahunan pada masyarakat Indonesia.

Pada sebagian orang terdapat pertanyaan : Mengapa pelaksanaan ibadah berpindah-pindah tempat, yakni dari satu masjid ke masjid lainnya? Apakah diperbolehkan menurut agama? Jawabannya : Ibadah dapat dilakukan di masjid mana saja.1)

B. PELAKSANA SAFARI RAMADLAN

Pelaksanaan Safari Ramadlan secara umum terbagi dua, yakni : secara perorangan dan secara kelembagaan.

1.         Pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan, terdiri dari :

a.         Para Mubaligh, para Kiai, atau para Ustad melaksanakan Safari Ramadlan, karena mereka harus memberikan ceramah agama setiap malam Ramadlan secara berpindah-pindah tempat, dari satu masjid ke masjid lainnya. Tujuannya ialah  memberikan tuntunan agama agar semua umat islam melaksanakan agama secara benar sesuai contoh dari nabi yang suci, serta terhindar dari kesalahan dalam pemahaman dan peribadatan ritual.

b.         Para orang kaya atau siapa saja yang sedang memiliki kelebihan harta, malaksanakan Safari Ramadlan dengan melakukan perjalanan umroh ke Mekah, Madinah dan Palestina dengan tujuan untuk melaksanakan ibadah di Masjid al Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsho serta mengharapkan dapat  menemukan “Malam Lailatul Qodar” pada salah satu tempat suci tersebut.

c.         Para remaja atau mereka masih berusia muda, (umumnya orang-orang yang berusia lanjut atau usianya di atas lima puluh tahun beribadah menetap pada satu masjid). Mereka melaksanakan Safari Ramadlan baik secara sendiri-sendiri atau secara rombongan di berbagai masjid yang mereka dikehendaki secara berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya, dengan tujuan :

1).        الاتباع في العبادة = Mengetahui dan mengikuti pelaksanaan peribadatan di berbagai masjid tersebut, karena pada setiap  masjid walaupun tatacara semua ibadah yang wajib sama, tetapi peribadatan yang sunah berbeda-beda termasuk amalan dan witirnya juga berbeda-beda. Semua perbedaan dalam peribadatan sunah ini bukan menunjukkan perbedaan agama, tapi menunjukkan kelengkapan dan kekayaan tatacara beribadah dengan tuntunannya yang jelas.

2).        الرحلة للطاعة = Melakukan perjalanan ibadah, yakni melakukan perjalanan untuk ketaatan kepada Allah SWT. walaupun dengan berkendaraan atau berjalan kaki, karena semakin jauh tempat yang dituju maka semakin besar pahala yang akan didapat.

3).        طلب العلم = Menuntut ilmu, dengan mendengarkan ceramah agama yang biasanya dilaksanakan sebelum atau antara  sholat tarawih dan witir, atau setelah selesai sholat sunah semuanya. Jelas saja bahwa pahala menuntut ilmu di bulan Ramadlan pahalanya lebih besar 70kali lipat dari selain bulan Ramadlan.

4).        تغيير الحال في العبادة = Merubah suasana dalam beribadah, dengan beribadah di masjid atau musholah yang baru,( maksudnya bukan masjid/musholah yang sama) untuk menjaga agar tetap khusyu’ dalam beribadah dan terhindar  kebosanan dan kejenuhan.

5).        التعرف مع الاخوة = Menemukan teman-teman baru, sehingga terjadi perkenalan antar jamaah, bagi jamaah masjid yang lama tentu kedatangan jamaah baru dengan wajah-wajah baru akan menarik perhatian, maka terbuka kesempatan untuk saling berkenalan, dan dari perkenalan ini banyak yang berlanjut ke jenjang pernikahan. (menemukan jodoh di tempat ibadah tentu akan lebih mengarah pada pembinaan keluarga sakinah dari pada di tempat maksiat).

2.         Pelaksanaan Safari Ramadlan secara kelembagaan, terdiri dari :

a.         Pihak pemerintah, yakni berbagai kementerian/departemen/dinas instansi pemerintahan melaksanakan Safari Ramadlan. Kegiatan Safari Ramadlan  telah menjadi program tahunan pada semua departemen, kementerian atau berbagai dinas instansi pemerintahan.

b.         Pihak Swasta, yakni berbagai perusahaan melaksanakan Safari Ramadlan, terdapat kecenderungan jumlah perusahaan swasta yang melaksanakannya semakin meningkat.

C. TUJUAN SAFARI RAMADLAN

Tujuan pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan sudah jelas (seperti tersebut di atas).  Adapun tujuan umum dari pelaksanaan Safari Ramadlan secara kelembagaan, disamping untuk melaksanakan peribadatan, ialah :

1.       Menyampaikan dan mensosialisasikan berbagai informasi dan program kelembagaan perlu diketahui oleh masyarakat umum, secara lebih spesifik, khususnya kepada masyarakat yang sedang berkumpul.

2.       Meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat umum dalam upaya meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta ikut membantu  mencerdaskan kehidupan bangsa secara umum, khususnya kepada masyarakat yang sedang berkumpul.

3.       Menemukan berbagai informasi dari masyarakat secara nyata, berupa berbagai masukan, hambatan, dan kesulitan yang sedang dialami oleh masyarakat yang ada.

4.       Mencarikan jalan keluar atau solusi dari berbagai kesulitan yang sedang dialami masyarakat yang ada, terutama kesulitan yang berhubungan dengan kelembagaan, secara berhasil guna serta aksi dan hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang ada. (hal ini, membuat mereka yang tidak hadir merasa penasaran dan atau merasa rugi)

5.      Memberikan nilai tambah kepada masyarakat, dengan mencontohkan berupa kegiatan kelembagaan sehingga terjadi peningkatan kepedulian terhadap sesama dan solidaritas sosial pada masyarakat yang ada. (hal ini, membuat mereka yang tidak hadir merasa penasaran dan atau merasa rugi)

6.       Menciptakan suasana  “Sharing Kemajuan” atau tukar informasi dan tukar pikiran ke  arah kemajuan yang sesuai dengan situasi dan kondisi dari lingkungan masyarakat yang ada, yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin. (hal ini, membuat masyarakat menjadi penasaran karena ingin tahu kemajuan apa yang akan dicapai dilingkungannya dalam waktu dekat)

D. TOLOK UKUR KEBERHASILAN  SAFARI  RAMADLAN

Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan sudah jelas, Adapun Tolok Ukur keberhasilan Safari Ramadlan secara kelembagaan, ialah :

1.       Terjadi peningkatan silahturahmi dan kerjasama dengan para ulama, para tokoh agama dan para pemuka masyarakat, serta mereka mendorong adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat terhadap program kelembagaan.

2.       Menghasilkan suatu solusi bagi kesulitan yang dialami masyarakat, atau berupa suatu program peningkatan pelayanan kepada masyarakat, atau rencana pemberdayaan masyarakat  sesuai dengan situasi dan kondisinya.

3.       Terjadi sinkronisasi antara rencana, program, sasaran dan target kelembagaan dengan solusi, dukungan dan partisipasi dari masyarakat.

4.       Terjadi peningkatkan sinerji dan koordinasi, baik inter kelembagaan maupun antar kelembagaan terkait, sehingga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menjadi lebih baik dan lebih optimal.

5.       Terjadi perubahan pada perkembangan angka statistik, yakni : Angka perkembangan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan, sedangkan angka statistik gangguan sosial, tindak kejahatan dan pelanggaran hukum mengalami penurunan.

E.        PEDOMAN PELAKSANAAN  SAFARI  RAMADLAN

Pedoman pelaksanaan Safari Ramadlan secara perorangan sudah jelas dan  tentunya disesuaikan dengan niat masing-masing.  Adapun Pedoman pelaksanaan Safari Ramadlan secara kelembagaan ialah :

1.         Menentukan informasi yang akan disampaikan.

Penjabaran lengkap mengenai informasi yang akan disampaikan dari setiap kelembagaan tentu berbeda, maka para pakar masing-masing bidang tentu lebih mengetahui secara pasti, informasi apa dan untuk siapa.

Jadi pada setiap kelembagaan, tidak mungkin tidak ada sesuatu informasi yang tidak perlu disampaikan kepada masyarakat umum. Tentu setiap kelembagaan berbeda isi dan temanya.  Selanjutnya, ditentukan keterpaduan dengan berbagai kelembagaan dan penyesuaian mengenai isi materi yang akan disampaikan, dengan tingkat kamampuan daya tangkap/penerimaan masyarakat yang hadir.  Kalau mudah dimengerti oleh hadirin semuanya, tandanya tidak ada (tidak banyak)  hadirin yang terbengong-bengong.

2.       Bersifat Tidak Formal.

Menghadapi masyarakat umum apalagi di masjid, tentu tidak perlu secara  formal, tidak terlalu protokoler, dan harus diusahakan agar suasananya tidak kaku, dan tercipta suasana santai dan dengan tetap menjaga kehormatan, kebersihan dan kesucian. Dengan selalu memperhatikan hal tersebut, maka komunikasi dua arah akan lebih lancar. Siapapun harus dapat membedakan sikap, sehingga tidak bersikap seperti  kegiatan inspeksi mendadak yang formal dan kaku. Walaupun permasalahan dan orang-orang yang dihadapi hampir sama.

3.       Menentukan tempat pelaksanaan Safari Ramadlan

Pelaksanaan Ramadlan umumnya di masjid-masjid, walau sebenarnya dapat dilaksanakan dimana saja, baik di aula, di ruang terbuka, di stadion dan dimana saja. Prioritas penentuan tempat Safari, selama ini bertempat di masjid karena dianggap lebih praktis dan terdapat hadirin atau jamaah yang sedang berkumpul. Yang terpenting, bukanlah hadirin/masyarakat yang terbanyak dalam jumlahnya, tetapi yang terbanyak mengalami kesulitan mengenai urusan-urusan kelembagaan.

Kegiatan Safari Ramadlan dimanapun tempatnya dengan mendatangi mereka yang paling banyak mengalami kesulitan untuk mengatasi kesulitan mereka, sebagai kelembagaan tentu memiliki fasilitas serta keterkaitan inter dan antar kelembagaan untuk mengatasi kesulitan mereka yang mereka sendiri tidak mampu untuk mengatasinya.

4.       Tidak campur aduk antara urusan ibadah dengan urusan lainnya.

Penjelasan mengenai agama, ibadah dan sejenis tersendiri dan  penjelasan informasi kelembagaan tersendiri, walau pada waktu dan tempat yang bersamaan. Penjelasan mengenai agama dan ibadah hendaklah disampaikan oleh ahlinya. Penjelasan mengenai informasi kelembagaan janganlah disampaikan oleh “Mubaligh karbitan” yang hanya belajar tabligh agama baru tiga bulan, lalu mencampur adukkan semuanya.

5.         Kesederhanaan acara dan penampilan para pelaksana.

Kesederhanaan pelaksanaan Safari Ramadlan tercermin dalam :

a.         Rombongan yang melaksanakan Safari Ramadlan sebaiknya berpakaian seperti layaknya masyarakat umum, janganlah berpakaian mewah dan mahal seperti mirip sejenis konser yang kontras dan menarik perhatian. (istilah umum: ”Jangan mencolok mata”)

b.         Jika diadakan semacam hidangan, makanan atau minuman hendaklah sederhana mungkin dan semua hadirin kebagian rata, serta menghindari pemborosan atau biaya yang besar. (mungkin biaya yang besar akan lebih bermanfaat bagi kepentingan yang lain, seperti untuk santunan fakir miskin)

c.         Susunan acara hendaklah dibuat sesedikit dan sesederhana mungkin, jika terlalu banyak acara maka masyarakat akan bosan, dan sebagian besar dari mereka akan pulang/meninggalkan tempat.

d.         Jika pelaksanaan Safari Ramadlan sebagai acara pokok dikombinasikan atau diselipkan dengan acara musik dan hiburan lainnya, hendaklah seluruh acara tetap sederhana, upayakan isi dari Safari Ramadlan supaya lebih terkesan bagi masyarakat banyak.

e.         Jika seni dan kebudayaan daerah diintegrasi dalam acara Safari Ramadlan, hendaklah hanya bersifat pengenalan sepintas atau hanyalah pementasan yang bersifat sederhana.   (Upaya integrasi ini dapat dijadikan sebagai langkah awal bagi pengembangan selanjutnya dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata daerah)

f.         Acara tambahan, setelah mendapatkan masukan dari pertemuan atau dialog, tetapi hanyalah untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, permasalahan sebenarnya dilapangan. Dan acara tambahan dapat pula berbentuk santunan kepada yatim piatu, bantuan kepada korban bencana alam dan lain-lain.

6.         Mengganti ”Sikap Bersilat Lidah” dengan ”Penggunaan Teknologi Informasi”.

Dalam rangka mencari solusi dan untuk menciptakan suatu kegiatan terpadu dengan menyatukan berbagai unsur terkait. Maka buanglah sikap menjaga gensi dan nama baik dengan sikap  bersilat lidah; akan tetapi gunakanlah teknologi informasi dengan melaksanakan pembicaraan jarak jauh melalui telepon dan gambar yang disambungkan lewat internet, dengan kelembagaan-kelembagaan terkait.

Maka pembicaraan yang tuntas dengan masyarakat yang hadir dan disertai komunikasi langsung dengan berbagai kelembagaan terpadu, lalu ditemukannya suatu solusi yang tepat, cepat dan bermanfaat; tentu akan menggembirakan semua pihak.

7.         Melaksanakan Publikasi seperlunya.

Apakah perlu dipublikasikan setiap pelaksanaan Safari Ramadlan, terlebih dahulu perlu dipertimbangkan. Karena setiap kelembagaan berbeda, ada yang perlu dipublikasikan keseluruhan, ada yang perlu dipublikasikan sebagian, tapi  ada yang tidak perlu dipublikasikan sama sekali. (Jika Rombongan Kapolri melaksanakan Safari Ramadlan ke masjid yang mayoritas jamaahnya/hadirinnya berpangkat brigadier polisi yang banyak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tugas di masyarakat – tentu semua kegiatan Safari ini tidak perlu dipublikasikan sama sekali)

F.         PENUTUP

1.         Kesimpulan

a.         Tradisi tahunan Safari Ramadlan kiranya perlu dikaji ulang oleh siapa saja sebagai upaya “Berbenah diri untuk menyongsong hari depan yang lebih cerah” yang dampak akhirnya akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

b.         Sebelum pelaksanaan Safari Ramadlan, perlu kiranya koordinasi inter dan antar berbagai kelembagaan, untuk memper mudah dalam pencapaian tujuan dari Safari Ramadlan.

2.         Saran

Kegiatan yang sejenis dengan Safari Ramadlan dapat pula dilaksanakan kapan saja, dengan ciri khasnya yang tidak bersifat formal.

3.         Penutup

Tulisan ini hanya sekedar sumbang saran, walaupun bernuansa agama Islam, tetapi kiranya akan dapat pula dilaksanakan pada berbagai tempat ibadah dari agama lain (maksudnya mungkin dapat pula  diadopsi oleh umat agama lain) dengan pelaksanaannya yang berbeda, sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing.

___________

1).   Masjid disebut juga rumah tuhan, maksudnya tempat untuk beribadat kepada tuhan dan semua masjid didirikan atas dasar yang sama, yakni didirikan atas dasar Taqwa kepada Allah SWT.

Masjid bukan milik perorangan, bukan milik satu golongan tertentu, bukan milik satu kelompok masyarakat, bukan milik satu suku, dan bukan milik satu negara. (masjid didirikan oleh orang-orang yang ikhlas)

Masjid tidak ada Hierarki, tidak ada masjid pusat dan tidak ada masjid cabang, dan musholah bukanlah cabang atau bawahan dari masjid.

Perbedaan pahala beribadah di Masjid al Haram adalah berdasarkan hadis yang shahih, tidak menunjukkan (tidak ada keterangan) bahwa Masjid al Haram membawahi masjid-masjid yang lain.

Dan juga, Tidak ada keterangan bahwa beribadah pada masjid lain, pahalanya sama dengan beribadah di Masjid Al Haram, kita sebagai manusia tidak boleh  mencampuri urusan pemberian pahala, karena yang berhak hanyalah  “Yang Maha Pencipta Alam Semesta”

Seluruh rakyat dan bangsa Indonesia pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2010 agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak seramai tahun-tahun sebelumnya yang diselenggarakan dengan berbagai acara pertandingan, yang ramai-ramai, pada peringatan kemerdekaan ke-65 ini perayaan peringatan kemerdekaan oleh rakyat Indonesia lebih sepi karena tanggal 17 Agustus 2010  Masehi bertepatan tanggal 7 Ramadhan 1431 Hijriah.

Mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam mereka sedang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, yakni di bulan yang mulia, bulan yang agung.  Bulan Ramadhan adalah bulan yang haram untuk bermusuhan, haram untuk berperang, haram untuk menyinggung perasaan siapa saja dan haram untuk menyakiti siapa saja. Pada bulan ini terdapat waktu-waktu yang mustajab,  untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia marilah kita bersama-sama berdoa :

ALLOHUMMA, YA ALLAH KAMI SEBAGAI HAMBAMU HANYA BERSIMPUH DAN BERSUJUD KEHADIRATMU, ENGKAULAH MAHA PENCIPTA YANG TELAH MELIMPAHKAN BANYAK ANUGERAH DAN KENIKMATAN  TIADA TERHINGGA, MAKA DENGAN KERENDAHAN HATI KAMI HANYA BERDOA DAN MEMOHON PERTOLONGAN  KEPADAMU.

ALLOHUMMA, YA ALLAH HANYA DENGAN RAHMATMU DAN DENGAN MELALUI PERJUANGAN PARA PAHLAWAN YANG TELAH MENGORBANKAN JIWA, RAGA, HARTA BENDA, DARAH DAN AIR MATA YANG TIADA TERHITUNG, ENGKAU MENGANUGERAHI KEMERDEKAAN KEPADA BANGSA INDONESIA, DENGAN PENGAKUAN INTERNASIONAL PADA TANGGAL 17 AGUSTUS TAHUN 1945.

ALLOHUMMA, YA ALLAH TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BERAT YANG HARUS KAMI PIKUL DIPUNDAK KAMI DENGAN KEMERDEKAAN INI IALAH MENJAGA KEUTUHAN BANGSA DAN NEGARA INI DAN MENGISI KEMERDEKAAN INI DENGAN MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN DAN PEMULIHAN PEREKONOMIAN NASIONAL, YANG SAAT INI HARGA SEMUA BARANG MERANGKAK NAIK, DAN SEMUA KEBUTUHAN POKOK SEHARI-HARI SEMAKIN MAHAL.

ALLOHUMMA, YA ALLAH BERIKANLAH KEKUATAN KEPADA KAMI AGAR KAMI DAPAT MENUNAIKAN AMANAH KEMERDEKAAN INI DENGAN JUJUR DAN IKHLAS DAN BERIKANLAH KEKUATAN KEPADA KAMI AGAR KAMI DAPAT MENGHAYATI DAN MENELADANI SEMANGAT PERJUANGAN PARA PAHLAWAN. TUNJUKILAH KEPADA KAMI BAHWA YANG BENAR ADALAH BENAR DAN BERILAH KEKUATAN KEPADA KAMI UNTUK DAPAT MENGIKUTINYA, DAN TUNJUKILAH KEPADA KAMI BAHWA YANG SALAH ADALAH SALAH DAN BERILAH KEKUATAN KEPADA KAMI UNTUK DAPAT MENGHINDARINYA.

ALLOHUMMA, YA ALLAH LIMPAHKAN SELALU KASIH SAYANGMU DAN JAUHILAH KAMI DARI MURKAMU, HINDARILAH KAMI DARI SEMUA FITNAH YANG DAPAT MEMECAHBELAH  PERSATUAN, KESATUAN DAN KEUTUHAN BANGSA DAN NEGARA KAMI. LINDUNGILAH RAKYAT DAN BANGSA KAMI DARI BERBAGAI BENCANA ALAM, MARABAHAYA DAN MUSIBAH.

ALLOHUMA, YA ALLAH AMPUNILAH SEGALA DOSA DAN KESALAHAN KAMI, DAN AMPUNILAH DOSA DAN KESALAHAN ORANG-ORANG TUA KAMI DAN PARA PAHLAWAN DAN PARA PEJUANG, BERIKANLAH KEPADA MEREKA TEMPAT YANG LAYAK DI SISIMU SEMUAI DENGAN KODRAT DAN IRODATMU.

ALLOHUMA, YA ALLAH KAMI MEMOHON KETEGUHAN IMAN DAN TAQWA, JADIKANLAH KAMI ORANG-ORANG YANG PANDAI BERSYUKUR ATAS SEGALA NIKMATMU, BERIKANLAH  KEBERKAHAN ATAS RIZKI DAN KEHIDUPAN KAMI DAN JADIKANLAH BANGSA DAN NEGARA KAMI PADA MASA MENDATANG MENJADI SEMAKIN MAJU DAN SEJAHTERA . . . . . . . AMIN.


Juli 2017
S S R K J S M
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Makna Lagu Kebangsaan

PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT MENURUT PANC

Meninjau Dampak Pendidikan Secara Umum

Pernikahan seorang Kiai

Mengenang Penjajahan di Indonesia

HUKUM PUASA : WAJIB DAN TIDAK WAJIB

NEGARA KERAJAAN ATAU REPUBLIK : SUATU PE

Dampak Penetrasi Budaya

Romantika Kumbang Jalang

Nasionalisme Bebas atau Sempit

Dinamika Perkembangan Suatu Bahasa

Miskomunikasi Salah Satu Sumber Bencana

RUMUS PERKALIAN DALAM PEMBUKTIAN SOSIAL

Cinta Palsu atau Dusta ?

MENDAMBAKAN KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN RI KE 64

Waspadalah dengan Keindahan

SOSIALISASI PEMILU 2009

Apa Urgensinya Golput (Golongan Putih) ?

Awal Halal bi Halal

Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan

Program SMP Terbuka Berbasis TIK

MENGENANG KH ABDURRAHMAN WAHID

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 1)

CINTA MANUSIA KEPADA TUHAN (bagian 2)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Pertama)

Pertarungan Tiada Akhir (Bagian Kedua)

Semacam Samsat : Saran untuk Pelayanan Umum

Melalui Tangan, bukan Hati atau Pikiran

Selamat Idul Fitri 1429

DOA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-65 TA

Sekali, maka Selamanya …

Tragedi Wafatnya Ketua DPRD SUMUT

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H

Wahai Maha Penyayang : Doa Ramadlan 1430

Haruskah………….. semakin banyak?

Sepuluh November : Sebuah Kenangan

PERAYAAN 10 MUHARRAM

Bagaimana kalau … asal ?

Pemilu : Pilih Siapa ? Apa Kriterianya?

MENTALITAS KERJA RAYAP

Ramadlan dan Persatuan

SAFARI RAMADLAN, TAKBIR DAN RALLY LIAR

صوت الأعزب العجوز

جدة رنين

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –

العربية و الإندونيسية لكم : الرقم ۱ - •

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات -٢

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

(۱)العربية و الإندونيسية لكم : المفردات

(العربية و الإندونيسية لكم : المفردات –۱

العربية و الإندونيسية لكم : المفردات - ٣

العربية والإندونيسية لكم : النحو-١

العربية و الإندونيسية لكم : النحو - ٢

Kekuatan


Site Web Strength is 3.4/ 10
What is yours
Web Strength?

Pembaca mencapai

  • 195,227 orang